
DKAS #32
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
...............
Waktu 10 menitpun berlalu..
Yang di tunggu tak kunjung menampakkan wujudnya
Maka kami putuskan untuk melanjutkan kegirltan pembelajaran kelompok kami..
"Hei.. aku ngak mau mengambil tugas bagian aldi?" Ucap mazen sebelum kami membagikan tugas
"Aku juga..jangankan buat ngambil punya orang..yang bagian ku saja..belum tentu aku bisa menjawabnya" ucap evin sendu
"Ya sudah..bagian aldi..aku dan suci yang ambil..lima soal aku lima soal lagi suci..gimana ci?" Sandro menegahi dan menunggu persetujuanku
Tugas kelompok yang memang sudah di bagi oleh buk dasri..
Kelaskami yang terdiri dari 25 siswa di bagi menjadi 5 kelompok belajar..
Di karnakan kami tidak mempunyai buku kisi-kisi UAN (ukian akhir nasional) maka buk desri memberikan soal UAN tahun-tahun lalu untuk kami kerjakan.
Di setiap pertemuan kelompok
Kami di beri 50 soal untuk di kerjakan..
Masing-masing siswa mengerjakan 10 soal..
__ADS_1
"Baiklah" ucapku setuju
"Baiklah sekarang pukul 14.17 menit..kita mulai pembagian tugas..no 1 sampai 10 itu tugasnya mazen..no 11 sampai 20 itu untuk evin dan 21 sampai 35 itu tugasnya suci dan 36 sampai 50 itu tugasnya aku" ucap sandri sambil mbalik kertas tugas dari buk desri yang telah berada pada tangan kami masing-masing..setelah sebelumnya telah kami copy menjadi 5 rangkap..
Sekilas aku melirik ke tiga teman-temanku yang menganggukkan kepalanya dan menandai pada angka berbeda di masing-masing kertas di tangan mereka.
"Sekarang sudah pukul 14.25 menit jadi kita harus selasai mengerjakan soal pada waktu 15.25 juga,kemudian kita break buat kalian sholat dan istirahat"
Sandro memberikan ketentuan penjelasan pembelajaran kami kali ini.
"Dan untuk ketentuan kali ini agak berbeda..biasanya hanya butuh mulut sebagai pemberi penjelasan. Namun saat ini.
Kita harus menjelaskan alasan dari memilih jawaban yang telah di pilih dan menerangkan apa yang mendasaari kalian memilihnya" ucapku juga sedikit memberikan pengarahan
"Jadi..kita menerangkan kembali dari mana kita mendapatkan hasil dari apa yang kita pilih??" Tanya mazen yang terlihat was-was
"Yap benar" jawabku singkat
"Ampuuun deh..ngak bisa asal silang donk?!..dan aku mgak sepintar kalian untuk menerangkanya kembali" sargah evin
"Kamu bisa menulis kembali seperti dari hasil coretan mu" ucap sandro tenang
"Baiklah" jawab evin lemas
"Tunggu...mana whitebord kecil yang katanya kamu punya vin?" Tanyaku mengingatkan evin kembali akan janjinya yang akan membawa whitebord belajar adiknya
"Bakunnya tadi udah kamu ambil di rumah sewaktu pulang sekolah zen?" Evin melirik mazen
"Ya ampuuun..teetinggal di rumah" mazen menepuk jidat sendiri mengekspresikan kelupaannya
"Jemput gih..ni kunci motor aku" titah evin menyodorkan kunci motornya
"Iya" jawab mazen lemah menyambar kunci motor di tangan evin dan berlalu menuju motor si empu kunci yang di pengang dan berlalu meninggalkan kami
"Kita tunggu mazen 5 menit ya..baru kita mulai" ucap evin meminta persetujuan
" iya" ucapku
__ADS_1
Dan sandro terlihat mengganggukkan kepalanya.
Sesaat kepergian mazen..
"Kenapa untuk persiapan Ujian Akhir Nasional serumit ini?!" Tanya evin menatap kearahku
"Agar di jenjang selanjutnya kita mampu untuk melewatinya" jawab sandro
"Kalian yang ber IQ di atas rata-rata saja belajar dengan begitu giatnya biar bisa lulus..apa kabar denganku?!. Apakah aku akan bisa lulus di ujian nanti?" Ucap evin prustasi
"Hei...lulusnya itu tergantung kitanya.mau ngak belajar?.
Namun yang kita lakukan saat ini adalah berusaha agar kita bisa lulus dengan nilai yang memuaskan" ucapku menyemangati sahabatku itu.
"Ngak ada orang bodoh di dunia ini..yang ada hanyalah orang yang ngak mau untuk terus berusaha" jawab sandro yang juga ikut menenangkan evin
"Kalau begitu..aku akan mencoba untuk terus berusaha" jawab evin semangat.
"Untuk menambah semangat nanti istirahat aku buatkan kapucino panas + bulo pandan" ucap memamerkan senyum ke arah evin..
Aku yang memang sudah menyiapkan snack buat kami di jam istirahat nanti.
Tak butuh waktu menunggu lama..
Karna memang rumah evin tak seberapa jauh dan mazen juga bawa motornya lumayan di atas rata-rata.
Sesampai mazen di depan rumah dengan whitebord kecil di tangannya.
"Ngal lecetkan motorku?" Selidik evin yang sangat faham cara mazen bawa motor
"Alhmdullilahnya..masih aman" ucap mazen cenggegesan
"Baiklah..mari kita mulai..sekarang sudah 14.30 jadi kita sudahi 15.30 sehabis sholat dan istirahhat..kita membahasnya sampai dengan pukul 17.00" ucap sandro sesaat mazen kembali ke tempat duduknya semula.
"Siiip...mari kita mulai" ucapku semangat
Seketika suasana menjadi hening bagai tiada berpenghuni.
__ADS_1
Kami sibuk dengan kertas buram, buku paket matematik, dan juga buku rumus matematika.
Mengerjakan setiap soal yang di bebankan pada masing-masing kami.