DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
DKAS 34


__ADS_3

DKAS #34


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi ini..


Suasana sepi seperti tiada seseorang di sebuah Sekolah Menenggah Atas (sma) Negri 1 di mentawai.


Semua siswa terlihat menunduk pada kertas di atas meja mereka masing-masing.


Membaca dengan seksama di setiap tulisan pada kertas di depan mereka.


Ada yang mengusap wajah dengan kegusaran di raut wajah yang di usap.


Memencet-mencet batang hidungnya, melirik teman di samping dan juga ada yang membuat metode bulat dan hitam pada kertas yang lainnya..


Semua mereka lakukan tanpa adanya suara..


Tweeeeet...tweeeeeet..tweeet....


Bunyi bell tiga kali menandakan waktu telah selesai..


Suara riuh seketiga bergema di setiap sudut kelas yang ada di sekolah..


Semua siswa nampak meninggalkan kelas mereka masing-masing..


"Ci...berapa soal yang kamu ngak bisa jawab?" Tanya evin dengan suara kuatnya mengambil posisi pada bangku di depan suci.


"Alhmdullilah hanya ada 5 soal yang aku rasa belum kita pelajari" jawab suci santai


"Kalau aku hampir setenggah soal yang aku rasa belum di pelajari"

__ADS_1


Jawab evin dengan wajah lesunya


"Setengah?.. perasaan hanya soal ke 23-28 yang belum kita pelajari" jawab sandro yang juga ikut duduk bergabung di bangku samping kanan suci.


"Itu sih..kamu aja yang ngak belajar dengan tekun?!" Celoteh puja sang keamanan


"Namun mgak seperti kamu..keamanan bikin gaduh" balas evin


"Setidaknya aku hanya 17 soal yang ngak faham..ya pakai jurus ampuh deh?!" Ucapnya cenggesan


"Yang bener,33 soal kamu 'tembak jinggo' yang 17 belas baru itu benar kamu dapat hasilnya?!" Sergah evin yang faham akan sifatnya puja.


"Ngak..kan kita udah ada tim belajar..iya kan Ziah?!" Ucap puja meminta persetujuan aziah


Ziah pun menjawab dengan senyum san anggukannya.


"Bener puja belajarnya bener ziah?" Tanya mazen di samping ziah yang duduk pada meja guru di depan kelas


"Lumayan sih..setidaknya tim kami tidak terlalu kaku karna adanya puja" jawab ziah mengingat tim belajarnya


"Tuh kan?!.. kami genk!" Ucap puja lantang.


Membuat kami yang tinggal tak cukup lari sepuluh orang tertawa.


"Heiii... ini hari terakhir kita di sekolah...gimana kalau besok kita jalan-jalan ke pantai maileppet?" Saran mazen


"Ide bagus" jawab puja


"Kenapa ngak kepulau saja..ke resotd misalnya?" Tanya ziah


"Aku ngak bakalan dapat izin" segah Liska


"Gak dapat izin..atau kamu takut kulit jadi gelap lis?" Renyeh puja


Sontak kami melirik ke arah liska yang wajahnya telah memerah karna malu


"Cie..cie..yang perhatian sama liska..sampai tau liska takut kulitnya jadi eksotis" gurau aldi menyikut perut puja


"Setidaknya ada usaha " jawab puja membuat kami para wanita (evin,ziah dan aku) senyum-senyum ke arah liska

__ADS_1


"Iya dari pada si 'ITU' mendam sendiri" pungkas mazen


Membuat mata kami melirik ke arah mazen minta penjelasan.


Mazen tetap terlihat tenang tanpa memperdulikan tatapan kami..


"kamu kapan ke padangnya ci?" Tanya evin mengalihkan pembicaraan mazen menatap padaku.


"Selasa sore" balasku


"Lho..kok cepat banget..ngak nunggu penggumuman lulus dulu?" Tanya evin


"Ngak..aku mau ngambil privat dulu buat tes keperguruan tinggi nanti" jawabku


"Pintar kayak kamu masih les privat..kalau aku bisa lulus dimana nanti?" Ucapnya lemah


"Vin..aku mau ambil jalur beasiswa kan masih ada beberapa tes online lagi yang harus aku selesaikan..kalau aku ngak lulus baru aku tes ke mana aku bisa aja" jawabku menerangkan pada evin.


"Ya..itupun kalau aku ada yang lulus..kalau ngak..aku mungkin cuti tahun ini..dan coba lago tahun depan..kamu gimana vin?" Ucapku menatap ke arah evin


"Entahlah...?!" Jawabnya lirih.


Aku yang faham kondisi keluarga evin hanya diam, berdiri dan merangkul teman terbaikku ini..


Agar dia tabah akan apapun jalannya nanti...


Setelah lama bercakap-cakap..


Kamipun pulang kerumah kami masing-masing..


Meninggalkan sekolah yang telah kami memberi nutrisi pada otak kami selama 3 tahun ini...


"Tuhan maha penentu akan semuanya jalan......


Jalani hidup dengan ikhlas.....


maka kita akan di bimbing olehnya..


Bukan pada apa yang kita inginkan..

__ADS_1


Tapi pada apa yang terbaik untuk kita..


__ADS_2