
DKAS #86
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ruang prakter dokter donie yang berkaca trasparan tiba-tiba ditutupi tirai gelap dan tertulis "CLOSE" pada pintu masuk.
Petanda di waktu ini tak akan ada pelaksanan menerima pasien di hari minggu yang biasanya di sesakki para manusia yang membutuhkan konserling dan pengobatan.
pelaksanan prektek terpaksa terhenti karna saat ini sang dokterlah yang membutuhkan sebuah kepastian untuk ketengan di fikirannya.
Sementara Ruang tamu rumah donie telah duduk 6 orang pria dan seorang wanita dengan di penuhi raut wajah-wajah tegang tertuju pada Dion pertanda memintan sebuah kata penjelasan.
"kenapa kalian seperti seorang intelijen yang mau meintrogasi?" ucap dion tanpa dosa
"loe gila?" ucap yona berdana sindiran.
"sepertinya, beberapa jam yang lalu dion tercedot sesuatu sehingga tercipata amnesia mendadak" sergah ical
"bukan. sepertinya sebuah virus yang sudah lama bersarang di otaknya. hari ini meledak hingga menuju ke hatinya" sindir yodhi
__ADS_1
"Maaf, kita tunggu dia siuman dulu" ucap dion lemah yang pasrah akan serangan-serangan dari para sahabatnya.
"Ngak bisa yon!" Jawab donie yang memang paling merasa di pecundang.
Semenjak awal kuliah mereka selalu bertiga.
Bahkan mereka bukan merasa seperti sahabat lagi tetapi saudara.
Dion mengembuskan nafasnya yang akan memulai bercerita.
"Apa kalian masih ingat, aku dan bayu tak datang saat kita ada janjian buat acara si rumah yona kala itu?.." Tanya dion
"Bagaimana bisa lupa. Wajah kecewa suci tersirat jelas malam itu" jawab yona.
Semua menggangguk setuju ucapan yona.
Petanda semua yang di sana masih ingat akan hal itu.
"Sebenarnya, sehari sebelum acara yang di janjikan. kami telah berangkat ke jakarta, di sana bayu telah membeli sebuah gitar putih buat suci kekasihnya." ucap doin terhenti sejenak.
Memperhatikan wajah para sahabatnya.
"Apa kalian tak bertanya dari ucapku yang terakhir?" Tanya dion
"Kheemm.. tentu saja tidak!" Jawab yona
" Gerak gerik mereka sudah menjelaskan. Buat apa di pertanyakan lagi" sergah yodhi.
__ADS_1
"Lanjutkan saja ceritamu" suara donie yang terlebih tak sabar.
Dion menggangguk..
" apa kalian tau?!, betapa bahagia bayu yang tersirat jelas di wajahnya saat mendapati gitar yang sangat di ingini suci, walaupun waktu kami hanya sebentar di sana. namun dia memaksakan dan menyempatkan diri untuk mencari gitar yang di minati suci versi originalnya" cerita dion
"Setelah gitar di tangan, bayu malah binggung bagaimana cara memberikanya pada suci. Karna suci tak akan mau menerima apapun dari bayu sebelum bayu membelinya dari hasil yang berasal dari kerigatnya sendiri"
Ucap donie mengubah aura wajahnya.
"Maka, pada malam itu bayu mengikuti balapan. Menang atau kalah tak penting, yang di butuhkan bayu hanya alasan buat dia bisa memberikan gitar itu pada suci," cerita dion dengan kembali berwajah sendu.
"Walau hasil tak sesuai ke inginan" lirih dion.
" kalau memang semua kejadian itu nyata, jadi yang disini saat ini?" Tanya donie melirik pada kamar pasiennya.
ucapan berhasil dinie membuat semua pasang mata melirik pada arah ucapan donie.
" hmmm.... " dion kembali menghembuskan benar nafasnya.
Enam pasang mata menatap penuh kepastian menunggu kalimat yang keluar dari bibir dion.
.......
hai....
assallammuaallaikum..
__ADS_1
jangan lupa bantu like ya..
komen juga ngak apa-apa😁