DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
dkas-kedatangan yona 02


__ADS_3

DKAS #88


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=


Sepeninggalnya bibi Aku duduk


sendiri..


Entah apa yang mengganngu ku fikirkan..


Semua fikiranku..


terbang entah kemana..


Mataku melirik seseorang membuka pagar rumahku dan kemudian sebuah mobil memasuki pekarang rumah.


Aku berjalan menuju depan rumah.Yona dengan perutnya yang sudah membesar keluar dari dalam mobil tersebut.


"Ini sudah malam yon" ucapku dengan terkejut melihat yona mendekatiku bersama suaminya si supir yang setia dan selalu ada buat yona.


"Aku kesini karna khawatir akan loe ci?!" Ucapnya ketus


"Dih.. bumil sensi amat" goda ku kearah yona.


Yona nampak memberikan senyuman di bibirnya.


Berbeda ku lihat di matanya yang memancarkan hal lain,


Dan aku binggung untuk mengartikannya.


Sepasang suami istri itu tersenyum melihat ku.


Dengan jelas aku melihat air mata yona juga ikut mengalir di dalam senyumannya itu.


"Loe kenapa yon?" Tanyaku yang khawatir akan sikap yona


"Gue ngak kenapa-kenapa. hanya loe kan tadi bilang kalau ibu hamil tu sensitif." Jawabnya yang menurut ku ambigu.


Menatap lekat wajah yona.


"Masuk dulu yon dan abag " ucapku pada yona yang telah berada di teras rumah tempatku berdiri.


"Disini aja ci.. gue capek baget" ucap yona yang tlah duduk pada salah satu kursi yang tersedia di sana.


"Tau capek..masih aja kelayapan malam-malam begini" ku coba mengoda yona lagi


"Loe ngak suka gue kesini?" Jawaban ketus yona kembali membuatku tertawa.

__ADS_1


"Ternyata benar.. orang hamil tu sensitifnya kebangeeetan" jawabku dengan tersenyum.


Sudahlah.. gue kesini cuma mau lihat loe. Sepertinya loe lumayan sehat" jawab yona mengalihkan pandangannya dariku.


" ya.. sepertinya begitu?!" Jawabku mengalah.


" kapan loe balik kementawai?" Tanya yona


"Selasa ini" jawabku


"Masih ada waktu sehari lagi loe disini" jawab yona.


"Iya.. mungkin bisa buat gue tidur nyenyak" jawabku asal.


"Tenang.. gue bakalan jadi pengangu tidur loe nanti" balasnya tersenyum


" silahkan" balasku menatap yona.


"Kapan prosesi pernikahan loe?" Tanya yona lagi.


"Hari senin minggu depan acara 'biliak ketek' atau kumpul keluarga besar emak dan juga keluarga besar ayah serta niniak mamak suku dari amak dan juga niniak mamak dari ayah.


Sesuai adat. Mereka menentukan tugas dan kerja meraka disana.


Baik untuk mengundang masyarakat maupun menunjuk untuk kegiatan lainnya." Aku berhenti memperhatikan yona yang juga menatapku karna berhenti bicara.


"Selasa siang kegiatan ibu-ibu memasak buat malamnya acara ' kumpua niniak mamak' atau kumpul semua ninik mamak dari semua suku dan juga mengumpulkan orang kampung buat memberikan kabar dan prosesi pernikahan. Karna menurut adat kita orang minang 'alek baik di himbaukan, alek buruak di hambaukan' jadi kalau pernikahan harus di beritakan agar orang mau datang sementara jika itu seperti alek buruk atau musibah tak perlu di beritakan masyarakat pasti akan datang sendiri.


Di sana juga ada pembagian tugas buat 'tangak pondok' pembuatan tempat acara pernikahan atau persiapan lainnya di hari rabu pagi.


Aku melihat kesedihan di matanya saat aku bercerita.


"Loe kenapa yon?" Tanyaku menatap yona


" gue sedih.. ngak bisa datang di prosesi pernikahan loe" jawabnya lirih.


" gue butuh doa loe yon" jawabku memaksakan senyumanku.


"Jadi hari pernihannya kapan?" Tannya yona. Tapi entah kenapa tatapnya beralih ke arah jalan depan rumahku


"Kamis pagi. Mungki pukul sepuluh atau sebelasan, malamnya acara dekorasi muda-mudi dan kenduri atau resepsi di hari jum'at dari jam 10 pagi hingga sore" jawabku dengan mengembuskan nafas berat


"Jika............" yona bersuara lirih namun bisa ku dengar


"Jika?" Tanyaku menatap yona


"Ngak.. gue berfikir.. jika gue berubah fikiran. Gue akan paksain buat pergi ke sana" jawab yona terdengar ambigu


"Kamis pagi ada kapal cepat yon. Sampai di sana paling cepat pukul 10 pagi. Loe bisa datang kok?!" Jawabku meraih tangan yona dan menatap lekat kearahnya.


"Gue akan coba konsul sama dokter akan kandungan gue.. kalau aman gue akan datang" jawab yona


"Boleh.. asal jangan loe paksain?!!" Jawabku tersenyum membuat yona juga tersenyum.


"Proses pernikahan selasa seminggu full ya ci?.. 'alek gadang' donk " ucap suami yona yang sedari tadi hanya menjasi pendengar

__ADS_1


"Insyaaallah iya abag. Di sana acara pernikahan tak mengenal katering dan sewa tempat atau gedung. Semua kegiatan gotong royong masyarakat" jawab ku


"Waah.. hidup di sana benar-benar bermasyarakat banget ci" jawab suami yona yang memang terbiasa hidup di kota.


"Iya bag.. adat-istiadat masih kental juga" jawabku


"Kita akan usahakan datang" jawab yona


Membuat mata ku dan juga suaminya beralih ke arah yona


" itu sebuah kebagian buat gue" jawabku.


Mata yona yang menatap sendu ke arahku memberikan senyum penuh arti.


"Baiklah.. yon.. ini sudah malam. Sebaiknya kita pulang.. suci juga harus istirahat. Lihatlah matanya sudah merah meminta di istirahatkan" suara suami yona lembut menatap istrinya


"Iya.. " jawabnya dan langsung bersori dari duduknya


"Hati- hati yon" ucapku yang melihat yona memulai langkahnya.


" iya.. gue pulang.." pamitnya


"Iya.." jawabku mengikuti yona dari belakang.


"Perasaan. Semakin dekat acara pernikahan loe semakin pelit ya ci?!" Ucap yona berhenti sejenak dan berbalik menatap kearahku.


"Maksud loe?" Ucapku binggung


"Loe ngak menawari kami minum sedikitpun" jawabnya kembali berbalik menuju suaminya yang telah membukakan pintu mobil.


" hahaha... maaf gue lupa.. loe sih.. datang dengan wajah tegang begitu?!" Jawabku asal menutupi sara malu.


"Ngak usah malu.." balas yona yang akan memasuki mobil.


Aku hanya bisa tersenyum dan melambaikan tangan pada yona yang telah duduk di samping suaminya.


Aku beranjak menujupagar rumahku..


Membuka pintu pagar mempermudah jalananya mobil yona.


Bunyi dua kali klakson yona menandakan mobil telah meninggalkan rumahku.


Akupun menutup kembali pagar depan rumah dan kembali menuju rumah.


" siapa tadi ci?" Tanya bibi dari arah dalam kamarnya


"Yona bi" jawabku.


"Oooh.." suara bibi dalam kamarnya


"Bi.. uci ke kamar ya" jawabku kembali.


"Iya.. jangan lupa tutup pintu utama" jawab bibi


"Siaaap bi" jawabku yang langaung melaksanakan titah bibi dan menuju kamarku.

__ADS_1


__ADS_2