DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
pulang 02


__ADS_3

DKAS #15


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hanya memakai waktu 40 untuk sampai di dermaga pelabuhan bunggus,padang (pelabuhan yang tak seberapa jauh dari pelabuhan telur bayur,padang).


Kami pun turun dari motor.


Aku pergi ke loket untuk membeli tiket keberangkatan.


"Satu Tiket ranjang pak" ucapku pada penjual tiket sambil menyerahkan identitasku yang masih berbentuk kartu pelajar..


"Sendirian aja deck?" Goda si panjual yang selalu bersikap sok kenal sok dekat..


Tentu saja,sikap si abag penjual tiket adalah hal yang telah biasa bagi kami pelanggan tiket..


"Hehehe..iya bag..belum ada yang mau buat di bawa pulang kementawai nih?!" Candaku balik


"Kayaknya abag masih punya kesempatan nih?!" Candanya sambil mengetik dataku pada komputernya.


"Barapa bag?" Ucapku pada si abag yang lain yang telah menyodorkan tiket dengan coretan nomor ranjang yang akan ku tempati nanti.


"155.000 rupiah" kawabnya dingin karna memang si abag yang satu ini memang super dingin.


Tugasnya hanya mencatat no ranjang atau tempat duduk yang di beli dan menerima uang pembelian tiket..


Sebelum aku mengeluarkan uang dari kantong celana yang telah dari tadi kusiapkan.


" ini pak!" Ucap seseorang memberikan uang 200.000 sambil mengambil tiket dan identitasku


"Ngak usah..aku bisa......" tanganku di tarik meninggalkan loket pembelian tiket


"Gue tau loe bisa bayarnya,tapi gue mau yang mau membayarnya"


Ucap seseorang yang tadi menarikku.


Kemudian menyodorkan tiket serta kartu identitasku..


"Lagian,kalau loe mau bawa teman buat pulang..gue juga mau..ngak usah ajak-ajak cowok lain!!" Ucapnya kembali penuh penekanan


"Loe kenapa??" Tanyaku ngak faham dengan sifatnya barusan.

__ADS_1


"Loe ngak usah tanya gue kenapa?.yang pasti,loe catat ucapan gue barusan di kepala loe tu" ucapnya sedikit menahan emosi serta meniggalkanku yang masih bengong melihat tingkahnya..


"Sudahlah" gumamku.


Juga mengikuti langkahnya mendekati teman-teman yang masih setia berdiri di gerbang memasuki kapal.


"Gima bay..dah jadi dapat tiket suci?" Tanya jamil sesaat melihat bayu yang terlebih dahulu menghampirinya


"Loe kesambet?" Tanya dion yang melihat bayu tak merespon ucapan jamil namun terlihat sedikit uring-uringan.


Aku yang menyempatkan diri singgah ke kantin pelabuhan


"Nih minum" ucapku sambil menyodorkan tiga minuman kaleng dingin ke arah bayu,dion dan jamil.


"Terimakasih" ucap jamil yang kubalas dengan senyuman


"Loe tau aja kerongkongaN gue dah kering" celoteh dion


"Jelas baget dari wajah loe" jawabku asal


Alhasil buat dion tertawa..


Kami semua saling bercanda sambil menikmati minuman yang ku bawa tadi..


Dalam santainya dion dan jamil duduk di tepi trotoal depan motor kami di parkir dan aku yang duduk manis di motor metik milik jamil,bayu dengan asiknya yandar di belakang motor yang aku duduki.


Tak terasa tepat pukul 5.40 terdengar bunyi peringatan pertama dari kapal menandakan 20 menit lagi kapal akan berangkat..


"Baiklah,kita cuma bisa antar loe sampai disini aja" dion mengambil bawaanku di motornya


"Makasih dion"ucapku meraih bawaan dion


"Sini" ucap bayu mengambil bawaanku dari dion yang mau aku jangkau tadi..


Dan melangkah masuk ke dalam kapal,yang sebelumnya telah mendapatkan izin dari penjaga pelabuhan dengan alasan mengantar penumpang dan memberikan KTP sebagai jaminannya.


Aku belihat ke arah dion..


Dion memberikan aku isyarat agar membiarkan bayu dengan sikapnya


"Cepatlah ikuti dia" ucap dion dan akupun mengikutinya ke dalam kapal..


Aku menoleh kebelakang sejenak melihat dion dan jamil masih setia di tempatnya melambahkan tangan perpisahan padaku..


Aku yang telah berada di dalam kapal memberi tahu bayu nomor ranjangku.


"Ni ranjang loe?" Tanya bayu sambil mengecek kembali no ranjang dan mencocokkan kembali dengan no yang ada pada tiket


"Iya..bener..ni lihat!" Ucapku sambil menyodorkan tiket padanya

__ADS_1


"Ni barang tarok di mana?" Tanya lagi


"Di atas ranjang aja dulu" jawabku


"Lho?..kok di atas ranjang?" Tanya lagi


"Karna itu sebagai penanda..kalau di rancang ntu ada yang punya" aku mencoba menjelas


"Oh..baiklah" ucapnya sambil meletakkan ransel yang sedari tadi di punggungnya dan kardus air mineral di tangannya.


tepat setelah sumua barangku terletak di tanjang..


Suara peringatan kedua kapal pun berbunyi menandakan 10 menit lagi kapal akan berangkat.


"Biar gue antar loe sampai bawah?" Ucapku


"Ngak usah..loe istirahat saja" ucapnya.


"Baiklah" jawabku singkat


Dan bayupun membalikan badannya..


Baru dua langkah meninggalkanku


Dan aku masih setia berdiri melihat dia pergi..


Tiba-tiba bayu berbalik


"Maaf..boleh gue peluk loe?" Tanyanya penuh harap


"Boleh" jawabku spontan yang aku ngak tau kenapa aku mengiyakan langsung permintaan bayu


Bayu langsung memelukku sangat erat dan aku merasakan betapa hangat pelukan itu..


jantungku berdetak sangat kuat..


membuat aku takut bayu bisa merasakan kecepatan detak jantungku..


"Bay.." ucapku menyadarkan bayu takut terbawa kapal.


"Hmm..gue pergi dulu,hati-hati di jalan.jaga diri..kalau dah nyampenya jangan lupa hubungi gue dan jangan lupain gue" titahnya yang seperti tak mau di bantah


Akupun hanya mengganguklan kepala tanda faham akan ucapannya..


Dan bayupun pergi tanpa sekalipun berbalik melirik ke arahku..


Tak lama kepergian bayu..


kapalpun berangkat berlayar ke arah tujuannya.

__ADS_1


Aku yang telah duduk di ranjangku bisa melihat dengan jelas dari jendela samping kapal.. kapal yang telah meninggalkan dermaga.


__ADS_2