
DKAS #84
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=
Sebuah motor sport berhenti dekat ku berdiri.
Aku meliruk wajah pria yang membuka helemnya saat turun.
Aku memberi senyumku padanya tanda akan keramahanku.
Balasannya Lirikan mata elang menatap tajam tanda tak bersahabat.
"Deg.." jantungku berdengup sangat kuat.
Senyumku hilang berubah rasa cemas seakan aku memiliki kesalahan padanya.
"Kenapa?. bukankah biasa bagi wanita tak berprasaan sepertimu. tetap bisa tersenyum bahagia?" Ucapnya mendekati ku
"Ada apa bag Alvi?" Tanyaku yang binggung akan sikapnya.
" ngak usah sok polos" ucapnya mendorong kedua bahuku.
__ADS_1
Aku terhayun 2 langkah kebelakang.
"Kenapa?" Tanyaku yang entah kenapa pipi ini sudah di banjiri air mata.
"Tak usah berakting begitu. Kamu memang hanya akan mau bersama pada sesuatu yang buat kamu bahagia saja. Saat susah dan membutuhkanmu kau akan pergi." Ucapnya menunguk-nunjuk tubuhku
Aku hanya tentunduk tak mampu menatapnya apalagi sekelilingku saat ini.
"Apa salahku?" Tanyaku lirih serasa tak ada tenaga lagi.
"Kau tak pulang di pemakaman yang katanya sahabat baikmu dan malah sibuk mempercantik diri. yang tentunya bagiku semua tak berguna " ucapnya yang menekan beberapa kalimat.
"Apa maksud abag?" Tanyaku lagi dengan berurai air mata
" cih.. sebegitu cintakah kau padaku?. Sehingga kau lebih memilih mempercantik diri untuk persiapan pernikahan denganku ketimbang menghadiri pemakaman yang katanya sahabat sejatimu" ucapnya lagi dengan nada cemo'h.
Aku hanya diam melangkah menaiki motor yang tadi di parkirnya tak jauh dari mereka berdiri saat ini.
"Aku belum selesai.. aku tau, kau sangat mengginginkan pernikahan ini?!. Karna aku cinta pertamamu bukan?!.. dan kau bahkan mau bertahan sendiri selama lebih dari 6 tahun ini menunggu lamaran dariku?!.. ciiih.. kalau tidak desakkan keluargaku. Aku pastikan aku tak akan mau menikah denganmu" ucap alvi dengan nada mencemoohku lagi..
Tubuhku semakin bergetar ingin sekali berucap.
Aku tak sanggup membalas dan Tenagaku bagai lenyap.
Alvi yang akhirnya menjauh mendahuiku menaiki motir sportnya meninggalku yang masih mematung di atas jok motor.
Alu berusaha mengidupkan motorku.
Meninggalkan tempat itu dengan sisa tenagaku.
__ADS_1
Setelah melaju tak tau arah..
Aku terhenti pada mesjid indah tempat yang pernah aku datapngi bersama bayu dulu.
Aku melangkah memasuki bagunan mesjid menuju bagian yang sunyi dengan pepohon yang rindang.
Aku sangat hafal tempat tempat ini..
Karna ini tak jauh dari perumahan ku dan aku sering keaini saat joging sore maupun pagi hari.
Aku dusuk sendiei menumpahkan semua keperihan di hati dwngan tangisku.
Hingga aku berfikir bagaimana kalau aku mendatangi semua tempat yang pernah iukunjungi bersama bayu dulu.
Denga langkah sigap aku kembali menuju motorku dan mengendarainya menuju tempat yang ada di difiranku.
Setelah beberapa lama berkendaraan dan beberapa tempat yang kununggi.
Di taman siti nurbaya ini aku duduk di dekat ayunan yang pernah di pakai siti nurbaya dahulunya.
Aku teeingat ucapan alvi
" ucapnya ada benarnya. Saat bayu di makamkan aku tak hadir. Saat evinpum begitu. Alvi tak salah. Aku lah yang salah.. aku orang yang tak baik" batinku dengan air mata kembali mengalir.
"Eh..diak.. jan mamanuang di siko ( dek. Jangan bermenung disini)" suara penjaga wisata sitinurbaya mengagetkanku.
"Maaf uda (maaf bag)" balasku mengahapus sisa air mataku dan melirik sekilas jam di layar ponselku menunjukan hari sudah menjelamg sore. Aku beranjak hendak turun melewati kembali jalan berjenjang menuju arah parkiran motorku.
"Kenapa aku seolah-olah tadi melihatnya sekilas" batinku yang serasa melihat seseorang saat si abag tadi menegurku
__ADS_1
"Tapi.. sudahlah.. mungkin karna aku masih mengharapkanya" batinku lagi dan melanjutkan langkahku meninggalakan tempat wisata makam dan taman siti nurbaya. Menuju kembali kerumah bibi ku.