DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
dkas 59


__ADS_3

DKAS #59


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Siang ini aku bersiap-siap buat berangkat menuju kota padang.


Karna panggilan ponselku 2 hari yang lalu..


Flas back on


Di saat menaiki jok motor metikku


yang terparkir di halaman kantor desa.


Sebelumnya pertemuan dengan ibu-ibu kelompok "Rumah desa sehat" yang merupakan kelompok yang berperan dalam kesehatan masyarakat desa..


kegiatan ini juga berpengaruh akan pemcairan anggaran di setiap desa.


"tuuut...tut..."


Bunyi panggilan di ponselku..


Membuatku menghentikan jemari untuk memutar arah 'On' pada kunci motorku.


kulirik layar ponselku ,mengeser tanda hijau pada layar.


"Hallo..assalamuallaikum bag" salamku pada pangilan seorang yang ku kenal.


"........" mendengarkan ucapan di seberang


"Capasity bulding NGO klaster se sumatera-barat di singkarak hotel tanah datar?!..uci ikut bag..pasti seru!" Ucapku bersemangat, meyakinkan pendengaranku dan mengkonfirmasi akan statusku.


"........" ucapnya lagi memberi info


"3 hari lagi?...kapal cepat ada 2 hari lagi dan sampainya maghrib di padang..paginya uci ke tempat kita berkumpul sebelum keberangkatan" ucapku memberikan info akan


"......" aku dengan seksama mendengarkan arahan dari ketua LSM ku


" baiklah..uci tutup dulu..asslaamuaallaikum" ucapku menutup panggilang setelah mendengar jawaban salam.


Flas back off


Tepat azan maghrib kapal menepi pada dermaga..

__ADS_1


Aku turun dari kapal dan menunggu koperku di tepi dermaga..


Setelah menemukan koperku..


Akupun memesan taxi online menuju rumah bibi ku di kuranji..


Pukul 19.20 taxi yang ku tumpanggi berhenti pada depan rumah bibiku.


Aku tertengun melihat halaman rumah bibiku yang terlalu banyak kenangan untukku..


"Huuuuh...." hela nafas berat seperti hatiku yang bisa lupa akan semua memory kenanggan yang ada di sini..


Walaupun sudah bertahun-tahun dan akupun sudah sering menginap lagi di sini..


Walaupun aku tak samggup untuk duduk bersantai di depan pagar rumah bibiku seperti 6 tahun yang lalu..


Aku membayar taxi online yang kupesan dan menaiki eumah bibi.


Bibi yang sudah tau akan kedatnganku..


"Assallamuaallaikum" salamku di depan pintu utaman


"Waallaikumsalam" jawab bibi


Menyambut dengan bahagia.


Aku mencium tangan bibi ku dan langsung menuju kamar meletakkan koper bawaanku.


"Alhmudulillah cuaca bagus bi" jawabku..


"Baguslah..sekarang..kamu makan dulu..baru mandi..ntar jabis sholat isya langsung istirahat aja" perintah bibiku.


"Baiklah" jawabku karna tak guna melawan bibiku yang memgetahui akan aku yang kerja selama ini kurang waktu untuk istirahat..


Sesuai titah dari bibi..


Aku merebahlan tubuhku pada tempat tidur buat istirahat..


Namun...


Tuuut....tuuuut....


Deringan ponsel mengejutkanku


"Assallammuaallaikum vin" ucapku memulai.


"Waallaikum salam..kamu sudah sampai..giman cuacanya?" Tannyanya


"Kalau belum sampai ngak bisa angkat pangilanmu sobat..dan alhmdullilah..cuaca bagus banget" balasku


"Kamu sudah makan?..jangan lupa istirahat yang cukup..besok perjalanan akan melelahkan" titahnya.

__ADS_1


"Cie..cie..sudah seperti seorang kelasih yang lagi mengkawatirkan pasangannya..hahahah" ledekku


"Terserah...BTW kamu sudah hubungi atau di hubungi sama calon suamimu ci?" Selidiknya


"Buat apa?" Tannyaku


"Ayolah ci..jangan bersikap cuek lagi..cukup kamu bersikap cuek di saat ibunya meninggal kala itu" suara evin melembut


"Hei...kenapa aku yang di salahkan..aku ngak tau ibunya meninggal kala itu..dan kamu juga ngak.mengabariku?!" Ucapku tak mau di salaahkan.


"Hei..kau gila atauvsetengah tidur?. Aku sudah nelpon kamu melalui WhatUp kala itu" ucapnya agak sedikit menggankat nada suaranya.


"Kapan?" tanyaku selidik.


"5 hari setelah ibunya masuk rumah sakit..aku telpon kamu sehabis pulang prosesi pemakaman. kira-kira pukul 2 an" jawab evin


" Di saat ngankat panggilan aku.


kamu hanya diam saja..


Aku fikir.karna shock..kamu tu dieeeem saja saat aku membicarakan perihal meninggalnya ibu si abag cinta kamu itu".


Ucap evin menggingatkan aku akan bayu


"Hari apa kamu melpon aku itu?" Tanya ku lagi


"Lima hari setelah aku memberi tahu kamu kalau ibu abag cintamu masuk sumah sakit" ucap evin


Namun nada curiganya muncul


"Hei...Kenapa?..jangan bilang kalau bukan kamu yang angkat telpon aku..siapa yang angkat?.. jangan bilang?.. mahkluk halus?" Ucap evin mulai parnoan.


"Ngak..ngaak..aku yang angkat.. cuma hari itu aku lagi ujian beasiswa di luar sumatera jadi ngak conek dengan yang lain..heheheh.." sergahku sigap walau agak gugup mencari jawaban yang tepat


"Oooh..."evin menjawab suara tenang.


Seketika fikiran ku teringat akan hari-hari yang kulalui bersama bayu.


Selalu setia menemaniku di rumah..


Aku sering tertidur saat menyelesaikan contoh-contoh soal persiapan untuk ujian beasiswa..


"Bayu tau akan hal diriku dari ketidak sengajaan menggangkat panggilan evin kala itu..namun sikapnya terhadapku tak berubah sedikitpun" batin suci.


"Ci...udah dulu ya..suami aku dah pulang tu..dah malam juga kan?!" Suara evin menyadarkan ku dari lamunan


"Eh..eh..iya..aku tutup ya..assallamuaallaikum" basa-basi ku yang masih linglung dengan kepikiran akan lamunan.


Menutup sambung panggilan.


Aku mencoba Kembali menutup mataku walau dalam kekalutan fikiran akan cerita evin..

__ADS_1


__ADS_2