
DKAS #93
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Awalnya. Aku hanya berniat mencari alasan agar aku bisa memberimu hadiah saat kembali ke mentawai. Tapi, Aku tak tau akan akibat yang sangat fatal ku timbulkan." Bayu memulai cerita.
Duduk bersandarkan pada kepala tempat tidur.
"Dua hari sebelumnya. Aku telah menyiapkan motor sport yang akan ku gunakan. Namun pangilan ponselku dari orang tuaku membuatku harus ke jakarta hari itu juga." Lanjutnya menatapku duduk selonsoran di tepi tempat tidur dengan kaki masih menyentuh lantai kamar tepat di depan bayu.
#flas back on
"Tut..tut..."
Bunyi pangilan pada posel bayu di saat asyik mengutak-atik motor sportnya bareng dion.
"Asslammuaallaikum pa" ucap bayu menggangkat panggilan ponselnya.
"......."
" baiklah pa. Bayu berangkat hari ini juga" jawabnya.
"........"...
"Iya pa..waallaikumsalam" balas bayu lagi d
Yang mengakhiri pangilannya.
"Ada apa bay?" Tanya dion yang penasaran karna melihat raut dari wajah bayu sesat setelah mengagakat panggilannya.
"Papa nyuruh gue balik jakarta hari ini. Bagaimana dengan suci ya?" Tanya nya pada dion gundah
"Kan suci balik 2 hari lagi..masih ada waktu jika loe selesaikan urusan dengan bokap loe lebih cepat dari dua hari" balasnya.
__ADS_1
" gue ngak bakalan bisa datang di acara perpisahan dengannya nanti malam.. dan ini masalah yang menyangkut akan wahyu. yon?!" Balas bayu yang lemah menyandarkan tubuhnya pada body motornya.
"Loe ngak bakalan tau apa yang bisa loe lakuin kalau ngak datang langsung kesana. Dan suci akan faham jika loe bicarakan baik-baik denganya" ucap dion.
" ya..loe benar. Gue pesan tiket sekaran. Biar kita bisa berangkat lebih cepat" balas bayu
"Kita?.. gue harus ikut?" Tanya dion menunjuk pada dirinya
"Tentu. Loe harus ikut..titik" jawab bayu.
"Baiklah. Loe bossnya. Kita siap-siap sekarang" balas dion yang tak mungkin menentang ke inginan bayu.
Merekapun meninggalakan pekerjaanya dan bersiap2 berangkat ke jakarta di siang itu juga.
........
Sesuai yang telah di rencanakan.. saat ini bayu dan dion telah sampai di jakarta.
"Bagaimana perjalananmu nak?" Tanya seorang pria setelah baya menghampiri bayu yang baru sampai pada salah satu rumah sakit ternama di jakarta
"Baik pa.. bagaimana ke adaan wahyu?" Tanya bayu
"Semakin drop, Pap....." wajah papa bayu menekuk wajahnya menandakan kegundahan.
"Iya" jawab sang papa menatap lekat wajah putranya.
Dengan tersenyum bayu memasuki salah satu ruang inap di rumah sakit tersebut.
"Hai.. brot.. loe udah bangun?!" Sapa bayu pada seorang yang tengah berbaring pada bangkar rumah sakit.
"Iya.. loe kenapa kesini?.. bagaimana acara wisudah loe?.. daaaan......." dengan mengedipkan matanya di akhir pertanyaan membuat bayu yang telah duduk di dekatnya juga ikut tersenyum.
"Tenanglah.. semuanya beres..." balas bayu yang telah duduk di samping ranjang di ruang inap tersebut
"Dan.. gue akan secepatnya mengenalkan dia pada loe" bisik bayu pada telingga seseorang yang berwajah mirip dengannya namun berkulit lebih putih dan berwajah pucat.
"Gue menunggu akan hal itu" senyum smirtnya melirik bayu.
"Cepatlah sembuh.. gue kan buat dia binggung melihat 2 wajah yang sama nantinya" kedip mata bayu ke arah kembarannya.
"Tentu..aku akan mencoba tes rasa cintanya pada mu" ucap si kembar.
__ADS_1
"Sudahlah.. wahyu, sebaiknya sekarang kamu istirahat lagi. Biarkan bayu balik ke sematera-barat buat ngurusin wisudanya" ucap sang papa tegas yang sedari tadi mendengar ocehan si anak kembarnya.
Dengan berat hati wahyu mengikuti ucapan orang tuanya.
Dan begitupun bayu juga ingin cepat kembali ke sumatera-barat.
Setelah di rasa kembaranya baik2 saja. Bayu mengajak dion menyempatkan diri mencari buah tangan buat suci.
"Kenapa harus ini?" Yanya dion
Si sebuah tempat perbelanjaan.
"Kenapa?" Bayu malah balik nanya
"Loe taukan,ribet bawanya. Beli di padang saja?!" Celotehan dion membuat bayu tersenyum
"Karna itu!.. ini gitar yang di sukai suci dan gue sengaja bawa dari sini. Biar lebih Dapet prosesnya" ucap bayu dengan sumbringan
Dion tak sanggup berbicara hanya geleng kepala menanggapi kelakuan sahabat dari kecilnya itu.
Setelah semua selesai..
Bayupun pulang kerumahnya buat istirahat dan mengambil penerbangan di pagi untuk kembali ke sumatera-barat.
#flash back off..
AUTHOR POV
Bayu masih menatap suci di akhir cerita tentang kepergiannya.
"Gitarnya aku titip ke dion. Aku berencana kasih ke kamu sesaat mau berangkat kembali ke mentawai" lanjutnya..
"Kalau begitu, bagaimana caranya kamu ngirimin surat ke aku?.. dan siapa cewek yang telpon aku dan marah-marah padaku saat itu?!" Tanya suci
Membuat bayu merubah posisinya mendekatiku dan menyentuh lembut kedua tangan suci yang berada di atas pahanya.
"Dion yang mengirimkannya. Karna dia rasa punya ke wajiban memberikan surat yang terdapat pada saku depan sarung gitar yang kutitipkan. Kalau wanita, kemungkinannya itu qeensyah adik sepupu aku yang sempat aku ajak buat supir aku dan dion saat beli gitar di jakarta." Jawab bayu tersenyum.
Aku menatap lekat mata bayu yang masih sendu dan penuh kejujuran.
"Apa aku boleh tanya lagi?" Tanya suci menatap bayu.
__ADS_1
Dengan masih tersenyum bayu menggangguk..