
DKAS #28
Hai..hai...
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kami terlebih dahulu menuju tempat kami menginap. meletakkan barang-barang yang kami bawa..
Setelah membersihkan diri..
Kami semua menuju ke rumahnya fernando.
Sesampai di depan rumah fernando..
Kami di sambut dengan baik oleh keluarga fernando..
Yang telah tau akan kedatangan kami.
"Silahkan masuk buk dan anak - anak semua,saya ayahnya fernando" ucap seorang lelaki 50 an berdiri di depan rumah memperkenalkan diri dan menyambut kami
"Terimaksih pak..saya desri wali kelasnya fernando" balas buk desri membalas jabatangan ayah fernando
__ADS_1
"Saya suci bajak" ucapku.
Kemudian di ikuti teman-teman lainnya memperkenlakan diri dan berjabat tangan dengan ayah fernando.
Kami semua di persilahkan masuk ke rumah fernando.
Rumah adat mentawai (UMMA) adalah rumah panggung dengan ruang lepas nan luas di bagian depan. Setiap sisi dikelilinggi tempat duduk panjang di bagian tepi pengganti pembatas..
Di ruangan kedua pada bagian tenggah. ada jalan penghubung ruang dapur dan ruang depan di setiap bagian sisi-sisinya merupaka kamar. Bagian belakang adalah dapur yang juga ruang lepas dengan adanya tungku 4 persegi panjang memakai kayu sebagai bahan memasak..
Di tengah rumah yang luas kami menghampiri fernando.
Kami duduk di dekat fernando yang masih duduk bersandarkan dinding rumahnya di atas kasur kecil yang merupakan tempat tidurnya.
"Gimana kabar kamu nando?" Tanya bu desri ke arah feenando
"Apa kamu sudah minum obat?" Tanya bi desri lagi
"Sudah buk..obat dari si kerei" jawabnya masih dengan suara lirihnya
"Obat sikerei?" Tanya buk desri heran
"Iya buk...bambu yang berisika daun-daun di samping tempat tidur fernando itu adalah obatnya" sandro mencoba menjelaskan pertanyaan buk desri tadi..
Tak lama ayah dan ibunya fernando datang membawa air mineral berkemasan seperti gelas.
"Sandro sudah memberi tahu kami akan kedatang ibu walikelas dan teman-temannya beberapa hari yang lalu" ayah fernando memulai pembicaraan
__ADS_1
"Oh..berarti bapak tidak terkejut lagi akan kedatangan kami..
Syukurlah..kami takut bapak tidak siap dengan kedatangan kami" ucap bu desri berbasa -basi
"Kami sangat senang dengan kedatangn ibu dan teman-temannya fernando" balas berbasa-basi ibu fernando .
" sejak kapan kamu sakit fernando?" Tanya bu desri menatap ke arah fernando
"2 hari setelah ujian tepatnya di hari senin buk.
Saya sakit kepala yang terangat sangat. Tapi saya masih bisa bangun dan mengenal orang,
Kala itu saya hanya mengosumsi obat warung saja dan tetap melaksanakan kegiatan di rumah" ucap fernando
"Trus karna 4 tidak kunjung sembuh juga..saya membawanya kerumah sakit untuk berobat" ucap sadro yang memang kosnya bersebelahan dengan fernando
"Namun Setelah satu minggu tak kunjung sembuh..kami membawanya kembali pulang ke kampung. Kebetulan sudah libur juga" ucap ayah fernando..
"Saya sudah balik kampung 3 hari sebelumnya. karna ayah nando sudah datang kala itu." Balas sandro
"Setelah lima hari di kampung aku tak bisa bangun lagi" ucap fernando mengingat kejadian kala itu
" selah 5 hari di kampung sakit fernando semakin menjadi..dia tak bisa lagi bangun. Dan menangis menahan sakit..kami menjadi panik. Kamipun mencoba pengobatan si kerei" cerita ayah fernando yang nampak kesedihan diwajahnya
Di saat fernando kesakitan aku mendatangi rumah sikerei.
"Bajak sikerei mita ke rumah. anai togatta sakit ka umma (bapak sikerei mari ke rumah saya..ada anak kita yang sakit di rumah) sike" ucapku pada si kerei
__ADS_1