
DKAS #83
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=
Siangpun datang dengan mentari terlihat cerah.
Terbukti dengan panasnya cuaca hingga di teras rumah.
Ku tiduran diri di dalam kamarnya.
Karna rasa lelah yang masih di sekujur tubuhku.
Setelah sholat zuhur tentunya.
"Tuuuut..tuuut...."
Suara ponselku di samping bantal tidur. seperti kebiasaananku selama ini.
Mataku melirik nama yang tertera pada layar ponsel.
Tak perlu keranguan untuku menerima pangilan dari ponselku..
"Hallo...assallamuaaallaikum" ucapku dengan suara masih lemah.
"............"
"Baiklah.. uci kesana sekarang" jawabku dan memutus sambung panggilannya.
bergegas bergerak merapikan sedikit rambut serta pakaiaku.
Melangkah menuju keluar menuju pintu utama.
Meraih kunci motor yang selalu berada pada beja ruang tamu.
__ADS_1
Kakiku telah berada pada pintu utama.
Menuju motor metik bibi ku yang selalu terparkir disana di saat libur weekend seperti saat ini.
Aku kembali ke arah pintu utama, berdiri disana, wajah ke arah dalam rumah.
"Bi.. uci keluar sebentar" teriakku pada bibi yang tak terlihat di dalam rumah.
"Kamu kemana ci?. Kamu belum sehat betul" suara bibi dari arah ruang makan bernada khawatri.
"Uci ada perlu bentar dan uci udah sehat kok bi!!" Jawabku membuat seceria mungkin.
"Baiklah.. hati-hati ya?!" Ucap bibi pasrah tetapi tersirat kecemasan diwajah.
namun tak mungkin bisa melarang ku.
"Siiiap boss" ucapku dengan menyunggingkan senyuman di bibirku.
walau sebenarnya tenaga yang masih kupaksakan.
Aku melirik bibi sekilas yang tersenyum namun masih menyiratkan wajah khawatir akan diriku..
"tenanglah bi.. uci akan baik-baik saja" ucapku lagi agar bibi tenang.
hanya anggukan jawaban yang kuberikan.
Aku abaikan wajah bibi.
Janji untuk menemui seseorang adalah kewajibanku saat ini.
kunaiki sepeda motor milik bibi yang terparkir di pekarangan rumah.
tak lupa helem agar aman saat berkendara.
akupun mulai meninggalkan pekarangan rumah bibi menuju tempat yang di janjikan.
20 menit perjalanan dengan sepeda motorku.
Di perempatan lampu merah di jalan besar Bay pass.
Laju motorku terpaksa berhenti karna lampu merah.
__ADS_1
"Tuuut..tuuut..."
Suara poselku yang sengaja ku tarok di bagasi depan motor.
"Hallo.." suaraku.
tak sampai aku melanjutkan salam terlebih dahulu.
"............" suara di seberang mendahului ucapku.
inti dari suara yang terdwngar ditelinggaku ,menyuruhku menunggunya di tempat ku berhenti saat ini.
" baiklah" jawabku singkat.
dan memutus sambung panggilan.
"kenapa dia malah menukar tempat pertemuan?!" batinku meletakkan kembali ponsel pada bagasi depan motor.
Selagi lampu yang berwarna masih menunjukkan warna merahnya.
Aku menghidupkan motorku kembali yang memang berdiri dibagian depan. sehingga memudahkanku memutar stangnya untuk menepi.
Lebih 10 menit aku menunggu di bawah teriknya mentari siang ini.
Tak ada pepohonan di tempatku berhenti.
Aku takut berpindah walau beberapa meter.
Karna disinilah aku saat mengSharelok sesaat memutus sambunganku.
Sebuah motor sport berhenti di dekat ku berdiri.
dengar tergesa- gesa memarkirkan motornya dan membuka dengan kasar helem yang di pakainya.
Aku melirik wajah pria yang membuka helemnya saat turun.
Aku memberi senyumku padanya tanda akan keramahanku.
Balasannya Lirikan mata elang menatap tajam tanda tak bersahabat.
"Deg.." jantungku berdengup sangat kuat.
__ADS_1
Senyumku hilang berubah rasa cemas seakan aku memiliki kesalahan padanya.