
DKAS #05
Hai..hai..
Ini novel pertama ku di sini..
Smoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
Matahari tersenyum merekah di pagi ini..
Musim panas memang sanggat cocok untuk yang suka menghabisakan waktunya di luar ruangan...
Saat ini..jadwal berkunjungnya suci ke rumah keluargayang ada di bukit gado-gado..
Daerah yang masih kesatuan kota padang.
Butuh 1 jam 30 menit perjalanan dengan sepeda motor dari daerah kuranji...
Bukit gado-gado bertetanga dengan gunung padang tempat kuburannya "siti nurbaya"
Untuk sampai di sana kita juga harus melewati "Jembatan SITI NURBAYA"..
Di kaki bukit kita di suguhi pemakaman dan tempat pembakaran penduduk TIONGHOA yang berda di kota padang..
Di atas bukit sebelah kanan kita di suguhi lautan yang biru dan sebelah kanan kita di suguhi pemandangan bagunan-bagunan yang ada di kota padang..
Bukit gado-gado juga merupakan lintasan yang cepat menuju ketempat pantai air manis di mana objek wisata "BATU MALIN KUNDANG" si anak durhaka berada..
Aku kesana, untuk silaturahmi dengan saudara pihak dari ibuku..
"Assallamuaallaikum...." salam ku tepat di depan rumah yang ingin ku kunjungi..
"Waallaikumsalam..." terdengar jawaban dari dalam rumah
" suciiiiiii....kapan datang dari pulau mentawai??" Pertanyaan yang ditujukan padaku disaat pintu rumah di buka..
__ADS_1
"Sudah 4 hari yang lalu ma?!" Jawabku sambil mencium tangannya..
"Ayo masuk" ucap ama..namun belum sempat aku menjawab
" antaaaaaa.... susiiiiiii... suci dataaaaang" teriak ama memanggil ke dua kakak sepupuku..
Aku hanya duduk di sofa ruang tamu ama..
Tak lama 2 kakak sepupuku pun datang menghampiriku..
Aku yang melihat kedatangan mereka..
Langsung mengambil tangan mereka bergantian dan mencium tangannya..
"Waaah...liburan ya ci?!.. tahun depan sudah kuliah mau kuliah ya ci?" Ucap kak susi memulai cerita..
"Iya uni ( pangilan kakak perempuan dalam bahasa minang)..tapi uci masih ragu masuk universitas mana!"
"Kok ragu sih ci?" Tanya uni anita
"Uci masih binggung mau masuk bagian pendidikan atau kesehatan !"
"Kita ini wanita tak usah kerja seharian penuh ci..karna suatu saat kita punya kewajiban"
Uni anita melanjutkan..
"Nanti uci filirkan uni-uni sayang" jawab ku dentan senyuman..
"Mau main-main dulu ke kuburan siti nurbaya ci??..atau ke pantai air manis tempat malin kundang??"
Tanya uni anita
"Kali ini ngak dulu uni..karna uci lagi searcing universitas dulu" jawabku
"Kenapa harus searcing dulu ci?" Tanya uni anita lagi..
"Kalaupun uci ambil kependidikan..uci harus pintar-pintar memilih universitas dan jurusan yang pas buat uci" panjelasanku..
__ADS_1
"Kalian hanya bisa kasih saran saja..tapi..minuman buat suci saja tak ada kalian suguhkan?!" Suara ama memecahkan cerita kami...
"Hahahah... kami lupa" jawap uni susi dengan ketawa mereka serempak...
Di susul berdirinya uni anita ke dapur dan tak perlu menunggu lama..uni anita datang dengan segelas teh hangat dan cemilan dalam piring...
Kami pun larut dengan cerita saling bertukar kabar saudara yang ada di pulau dan yang ada di kota padang....
Sorenya pun aku langsung kembali ke kuranji..
Pukul 17.50 aku tlah sampai depan rumah..
Bibi yang duduk di teras rumah. melihat ke arahku yang memakirkan motor pada halaman..
"Gima kabar ama mu di sana ci??"
Ucapnya dengan setengah berteriak..
Aku yang mendengar langsung menjawab ucapan bibi..
"Alhmdullilah di sana semua baik-baik saja bi"..
"Alhmdullilah..bibi kira kamu akan bermalam di sana" ucap bibi kembali..
"Hmm..ngak lah bi..ci lagi kerasan ja disini"jawabku dengan sedikit jengegesan..
Melihat tingkahku buat bibiku menarik bibirnya ke atas sambil memgelengkan kepalanya dan melangkah meninggalkanku..
Aku yang sedari tadi sudah dekat degan bibipun mengikutinya kedalam..
Bibi yang tau di ikuti langsung bertanya " kamu sudah makan ci?" Tampa menoleh..
"Belum bi" jawabku singkat.
"Apa perlu bibi siapkan makan untuk mu?" Bibi berhenti dari langkahnya..
menunggu jawabanku..
__ADS_1
"Ngak usah bi..suci makannya nanti malam saja,bersama bibi" jawabku yang berdiri tepat didepan pintu kamar ku..
"Ya sudah..bibi istirahat dulu " sambil meninggalkanku yang sudah membuka pintu sebelumnya telah menangguk kan kepalaku pada bibi..