DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)

DKAS (Dulu Kini Ataupun Slamanya)
dkas 52


__ADS_3

DKAS #52


Hai..hai..


Ini novel pertama ku di sini..


Smoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Suara azan subuh membangunkanku...


Seperti kebiasaanku yang selalu menyempatkan diri untuk sholat subuh berjama'ah di mushola kompleks ku.


Namun saat bagun pagi ini.


Kepalaku begitu berat.


Tubuh terasa lemah dan aku seperti tak bertenaga.


Aku berusaha untuk bangkit menunaikan kewajibanku pada sang ilahi.


Karna rubuhku yang lelah aku memutuskan untuk sholat subuh di rumah.


Sesampai di kamar mandi aku menggosok gigi dan mencuci wajah dengan pencuci muka terlebih dahulu sebelum memulai ritual whuduk ku..


Di saat membersihkan telinga..aku merasa salah satu antingku hilang..


"Sebaiknya aku sholat dulu..setelahnya baru antingnya aku cari" batinku yang melanjutkan wudhuk ku.


Selesai melaksanakn sholat aku kembali ke kamar dan mencari antingku..


Namun tak dapat kutemukan.


"Suci...ayo sarapn dulu" ucap bibiku membuka pintu kamarku


"Eeh...kenapa kamarmu bisa seperti ini" lanjut bibi yang melihat tempat tidurku berantakan


"Bi..sedari selesai subuh tadi.. uci nyariin anting uci yang hilang..


Ngak ketemu juga" ucapku putus asa.


"Ya..sudah..mana yang satu lagi..hari ini bibi mau ke pasar dengan paman.


Beli perlengkapan dapur..ntar bibi singgah buat beli anting baru..dan jual yang tersisanya" ucap bibi menenangkanku

__ADS_1


"Tapi..kan uangnya..." ucapku di potong bibi


"Bibi saja yang nambah kekurangannya" ucapnya yang sudah pasti mengetahui keuanganku yang telah menipis karna sudah sebulan ini di kota padang.


"Uci..ngak sanggup minta ke emak..untuk nanti kuliah, walaupun dapat beasiswa pasti akan ada kebutuhan yang lainnya" lirihku kembali ke arah bibi


"Bibi tau..kan bibi udah bilang..bibi yang akan nambah uangnya nanti" ucap bibi menekan di kaliamat akhir.


"Baiklah...terimakasih bi" ucapku pasrah.


"Baiklah..mari sarapan dulu..setelahnya..baru bereskan kembali kapal pecah ini" titah bibi


Akupun menggangguk dan melangkah mengikiluti bibi ke arah meja makan yang sudah di isi paman menunggu kami sedari tadi.


Kamipun mulai dengan sarapan yang telah si sediakan bibi di pagi ini.


Malam ini...


Adalah malam yang kami sepakati bersama.


Sehabis sholat isya aku langsung menuju rumah yona.


Rumah yona kembali menjadi Tempat yang selalu kami datangi untuk berkumpul selama seminggu terakhir ini.


Saat ini pukul 8.10 menit


Jamil,ical,yodi telah berada di sana..


"Gimana kabarnya bayu dion dan donie?" Tanya yodi ke arah jamil


"Gue ngak tau dion dan bayu..kalu donie lagi di perjalanan" jawab jamil santai


"Baiklah kita tunggu 20 menit lagi" jawab yodi lagi


Tak lama terdengar sebuah mobil berparkir di depan jalan rumah yona


" itu donie"ucap jamil menyibakkan tirai si jendela dekat pintu rumah.


"Malam... sorry..gue telad" ucap donie pada depan pintu


"Santai bro..dion dan bayu juga belum datang" jawab ical


"Gue cari mereka bentar..kalau di tunggu bakal lama" ical berdiri dan berjalan meninggalkan kami menuju salah satu motor yang terparkir di luar rumah.


Kami hanya bisa melihat kepergian ical


Selang 10 menit menunggu, ical kembali

__ADS_1


"Mana mereka?" Tanya jamil menoleh kearah belakang ical


Berharap suara motor mengikuti ical


" mereka tidak ada di rumahnya" jawab ical


"Kamu sudah kerumah mereka? Dan bertanya kepada keluarga mereka?" Suara yona


"Sudah..dan jawaban yang sama.. sudah meninggalkan rumah selepas isya tadi" ucapnya


Seketika yona melirik jamil yang hanya diam mendengar penuturan ical.


"Udah coba hubunggi dion atau bayu lagi?" Tanya yona menatap jamil


"Udah..telpon dion ngak aktiv" ucap jamil


"Bayu juga " jawab donie yang masih terus mencoba menghubungi bayu


Aku melirik jam di layar hp ku pukul 8.50 menit.


Tanpa pamit pada semua teman-teman yang ada..


Aku melangkah pergi meninggalkan mereka.


"Ci..loe mau kemana?..kita tetap bisa pergi tanpa mereka kok?" Suara keras yona yang melirik kepergianku.


Aku terus melangkah tak menghiraukan teriakan yona.


Mungkin, Karna sedikit rasa jengkel


yona tak sedikitpun berniat mencoba menghentikan lagi langkahku.


Sesampai di rumah.


Aku langsung menuju kamar dan membaringkan tubuhku.


Aku mencoba memejamkan mataku namun bertolak dengan dikiranku yang bekecamuk.


"Ada apa?..kenapa?.. kok bisa??" Pertanyaan itu bermain-main di kepalaku.


Hingga pukul 02.57 aku melirik layar hp ku berharap ada satu saja notife darinya..


"Kenapa ngak ada?" Lirihku menandakan kekecewan.


"Apa yang ku pikirkan?" Gumamku


"Berharap..apa yang kuharapkan?" Fikirku yang berperang dengan batinku.

__ADS_1


Aku pun mengambil kembali hp yang telah ku buang asal di sampingku dan membokar semua isi termasuk batrainya.


Dan membiarkanya tak terangkai lagi..


__ADS_2