
Sebuah jet pribadi mewah mendarat tepat di bandar udara internasional di kota, seorang pria yang gagah dan tampan di usianya yang memasuki dua puluh delapan tahun, Rafasha Prayoga seorang presiden direktur di sebuah perusahaan besar di kota ini, Fasha berjalan dengan penuh wibawa dan diikuti oleh asisten pribadinya dan juga sekertarisnya.
''Kayla, kakak datang dan sudah sukses sekarang, sesuai keinginan kamu dahulu. ''
gumam fasha sambil menatap jalanan yang dulu dia tinggalkan selama sepuluh tahun.
''Maaf bos, kita menuju rumah atau kantor?? ''
ucap yoga saat melihat fasha melamun sambil menatap jalanan di luar.
''Kita menuju rumah saja yoga, besok kamu siapkan orang orang untuk pengenalan saya di perusahaan. ''
jawab fasha dan yoga mengangguk.
Sebuah rumah mewah di kawasan elit tengah kota, menjadi hunian nyaman untuk fasha, fasha langsung menuju kamarnya dan segera mengistirahatkan tubuh lelahnya, walaupun di pesawat fasha hanya tiduran namun tetap tubuhnya terasa sangat lelah.
Di kediaman kayla.....
Selesai membantu menyiapkan makan malam, kayla langsung masuk kedalam kamarnya dan menyegarkan tubuhnya sebelum suaminya datang.
''Tubuhku kenapa masih kerempeng yah, gimana kalau mas rafqy naksir cewek yang berbody gitar sepanyol dan gak sekerempeng aku. ''
gumam kayla sambil menatap dirinya di cermin.
''Kata siapa suami kamu naksir wanita lain, bagi mas kamu adalah wanita satu satunya untuk mas, gak akan ada wanita lain selain kamu. ''
ucap rafqy yang tiba tiba membuka pintu dan kayla terdiam melihat rafqy menghampirinya.
''Jangan pernah berfikir kalau mas akan mencari wanita lain yah, mas sangat mencintai kamu. ''
ucap kembali rafqy dan kayla mengangguk.
Rafqy langsung menuju kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya.
Di kediaman bagaskara....
''Ayah, ada pengajuan tiga kali berturut turut dari perusahaan asal kanada, kal selalu menolaknya tapi mereka terus memberikan pengajuan proposal kerja sama. ''
ucap kalandra di sela sela sedang mengobrol dengan ayahnya di halaman rumah belakang.
''Bagus kal, jangan sembarangan menerima kerjasama, ayah masih takut ada yang berniat jahat lagi seperti dulu, biarkan ajah yah. ''
jawab ardian dan kalandra mengangguk.
''Loh keizha pulang, emang kak kayla ijinkan kamu pulang gitu?? ''
ucap ardian saat keizha mencium tangan ayahnya dan tangan kalandra.
''Malas ahh tinggal di rumah kak kayla, setiap hari berasa nonton live adegan hot. ''
ucap sewot keizha dan kalandra langsung mengusap wajah keizha.
''Masih kecil udah bicara ngawur yah kamu, belajar yang benar dulu kei. ''
ucap kalandra dan keizha memanunkan bibirnya.
''Terus raisa gimana, dia tetap di rumah kak kayla atau ikut pulang juga?? ''
__ADS_1
''Ikut pulang ayah, raisa yang kepanasan melihat kemesraan kakak kayla dan kak rafqy, kei jadi ikutan deh pulang kan itu gak baik untuk kesehatan kami loh ayah, aku sama raisa kan masih polos. ''
''Polos apanya, kamu bunuh diri kemarin karena cowok, itu namanya bukan polos yah. ''
ucap kalandra dan keizha malas membalas ucapan kakaknya.
Keizha langsung menghampiri ibunya dan membantu menata makanan di meja makan.
''Kak kayla memangnya ijinkan kamu pulang kei?? ''
ucap bunga saat keizha menghampirinya.
''Iya ibu, habisnya aku sama raisa bosan melihat kak kayla dan kak rafqy mempertontonkan kemesraan dan mereka itu menodai mata suci kei. ''
jawab keizha dengan penuh penghayatan dan membuat bunga memukul lengan anaknya itu.
''Ibu kenapa mirip raisa sih selalu mukul lengan. ''
ucap keizha cemberut dan bunga tersenyum.
''Habisnya kamu lebay kei dan sangat dramatis banget yah kamu. ''
ucap bunga dan keizha langsung cemberut.
''Besok kamu mulai sekolah lagi kei, ingat semua janji yang kamu ucapkan untuk melupakan basket, ibu akan membuat kamu lebih kalem dan lemah lembut, biar gak ke kanak kanakan lagi. ''
''Siap ibu suri. ''
ucap keizha dan bunga hanya geleng geleng melihat kelakuan putri bungsunya yang sangat berbeda dari kayla.
Kembali ke kediaman fasha.....
''Kota ini adalah kota dimana dulu aku di buang oleh keluargaku di sebuah panti asuhan, tapi semua masa lalu dan saat nya aku bangkit dan menikmati semua hasil kerja kerasku. ''
ucap fasha saat melihat sebuah panti asuhan dimana dia di besarkan dulu.
''Hanya kamu kayla yang tulus berteman denganku yang hanya seorang anak panti asuhan, sulit untuk melupakan kamu kayla. ''
ucap kembali fasha dan turun dari motornya untuk masuk kedalam panti asuhan.
''Selamat sore ibu... ''
ucap fasha saat menghampiri wanita paruh baya yang dulu merawatnya.
Wanita itu mengerutkan keningnya dan fasha membuka kacamata dan helmnya, ibu itu tersenyum dan langsung fasha menghampirinya.
''Fasha, akhirnya kamu datang nak, ibu fikir kamu gak akan datang. ''
ucap Ibu Sri saat fasha mencium tangannya.
''Fasha kan janji ke ibu, fasha akan pulang setelah sepuluh tahun pergi. ''
jawab fasha dengan nada yang lembut dan ibu sri langsung tersenyum.
Ibu sri langsung menggandeng lengan fasha dan membawanya masuk kedalam panti.
''Terimakasih fasha untuk semua bantuan kamu, ibu sekarang gak kesusahan dan semua menjadi mudah, anak anak di panti pun semua tercukupi, semua berkat bantuan kamu fasha. ''
__ADS_1
''Dengarkan bu, panti ini yang dulu di tempati fasha saat keluarga fasha membuang fasha, sudah sepatutnya fasha membalas kebaikan ibu dengan memberikan semua pasilitas untuk ibu dan anak anak lainnya, ibu jangan sungkan kalau membutuhkan sesuatu, katakan pada fasha yah. ''
''Semua pasilitas sudah lengkap fasha, terimakasih karena kamu memudahkan semuanya. ''
ucap ibu sri dan fasha mengangguk.
Fasha ijin untuk mengelilingi panti asuhan, fasha tersenyum melihat tempat yang dulu sering di jadikan tempat bermain dengan kayla, kayla mengajarkan tentang semua pelajaran pada fasha, karena saat itu fasha bukan anak cerdas di usia tujuh belas tahunnya, kayla kecil yang genius dan dengan segala kehebatannya dia berhasil mengajarkan fasha semua pelajaran, hingga fasha menjadi hebat dan sukses, semua adalah andil dari kayla yang mengajarinya.
''Fasha, selepas kepergian kamu untuk melanjutkan sekolah, kayla datang setiap minggu ke panti asuhan ini, bahkan dia selalu merayakan ulang tahunnya di panti ini, tapi tahun ini kayla gak datang, terakhir dia datang itu empat bulan lalu, dia menanyakan kamu dan meminta nomer yang bisa menghubungkan dengan kamu, tapi ibu juga gak mengetahui nomer kamu karena selama ini kan kamu hanya mengirim bantuan tanpa nomer atau apapun yang bisa ibu hubungi, awal bulan kemarin ibu melihat kayla di rawat di rumah sakit, sepertinya dia sakit parah soalnya dia di gendong laki laki dan botol infusnya di pegang ibunya. ''
ucap ibu sri yang menghampiri fasha di taman belakang.
''Fasha yang salah bu, kayla sudah menikah dengan laki laki lain, lima tahun kami gak pernah berhubungan lagi karena saat itu data di komputer fasha hilang dan semua kontak kayla hilang, fasha gak bisa pulang karena study fasha gak ijinkan untuk cuti. ''
jawab fasha dengan nada sendu dan wajahnya memerah hampir menangis.
''Sabar nak, ibu yakin kalau kamu akan mendapatkan wanita yang lebih dari kayla, walaupun susah sih karena kayla begitu sempurna. ''
''Makasih doa nya bu, fasha ingin bertemu kayla tapi fasha takut gak bisa menahan diri, fasha begitu mencintai kayla, fasha pergi karena fasha ingin sebanding dengan kekayaan keluarga kayla walaupun gak bisa setara. ''
''Nak, kalau kamu mencintai kayla, biarkan dia bahagia dengan kehidupannya, masih banyak wanita di dunia ini dan bukan hanya kayla. ''
''Susah bu, kayla wanita hebat dan sangat tulus. ''
''Benar juga, terakhir kayla kesini karena ada anak yang sakit dan kayla langsung menanganinya, kayla begitu cantik, periang, lemah lembut dan baik hati, pasti banyak laki laki selain kamu yang menginginkannya. ''
ucap ibu sri sambil mengingat sosok kayla dengan segala kelebihannya.
Fasha hanya bisa diam dan menatap tempat dulu yang menjadi saksi kedekatannya, fasha begitu menjaga kayla kecil, dengan ke geniusan kayla, fasha dan kayla bisa satu kelas padahal usia kayla saat itu masih sepuluh tahun.
.
.
.
.
.
.
.
..
..
.
.
.
.
.
__ADS_1
.....................................