Doa Dalam Kesendirian

Doa Dalam Kesendirian
pencarian bunga


__ADS_3

Dua bulan dari kekacauan perusahaan, ardian semakin dingin dan dia semakin tidak bisa mengontrol emosinya ketika ada yang melakukan kesalahan, rama sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari bunga namun hasilnya tidak ada dan bunga begitu hebat menutup keberadaannya.


''Bagaimana rama, apa kamu belum bisa menemukan dimana bunga saat ini?? ''


tanya ardian saat rama sedang memberikan laporan padanya.


''Belum tuan dan semua kekuasaan dan semua pengawal setiap hari mencari, namun hasilnya tetap sama tuan, bunga belum di temukan. ''


jawab rama dan ardian langsung menggebrak meja.


''Kerja kamu memang gak becus rama, mencari satu wanita sajah tidak bisa. ''


ucap ardian dengan nada tegasnya dan membuat rama menunduk.


''Besok kita lakukan pencarian bunga, saya menemukan transaksi di sebuah ATM dan itu pasti bunga dan dia lupa menutup akses nya. ''


ucap ardian dan rama mengangguk.


Ardian beranjak meninggalkan ruangannya dan di susul oleh rama, ardian memutuskan untuk pulang ke rumah karena hari ini kedua orang tuanya akan pergi ke kampung halaman mamahnya ardian.


''Ardian, mamah kira kamu gak akan pulang. ''


ucap mamahnya ardian saat ardian duduk di sofa samping mamahnya.


''Mamah dan papah akan pergi, masa ardian gak pulang lebih awal. ''


jawab ardin dan mamahnya mengangguk.


''Ardian lebih baik kamu melupakan bunga dan mau yah mamah jodohkan dengan anak teman mamah. ''


ucap mamahnya ardian dan seketika ardian langsung menatap mamahnya dan memalingkannya kembali.


''Berani mamah dan papah menjodohkan ardian, ardian pastikan kalau kalian gak akan bertemu ardian lagi untuk selamanya. ''


ucap ardian dingin dan langsung pergi ke kamarnya meninggalkan mamahnya.


Mamahnya ardian hanya bisa mengelus dadanya dan sedih melihat putranya begitu dingin dan sangat berbeda dari ardian yang dahulu.


Ardian saat ini sedang menatap jalanan dari balkon kamarnya, ardian begitu kalut dan bingung dengan jalan hidupnya saat ini, dia hanya ingin bunga dan enggan untuk menerima wanita lain.


Setelah kedua orang tuanya pergi ke kampung halaman mamahnya, ardian bersiap dan akan menuju kota uang terahir bunga datangi untuk menarik uang.


Rama tidak ikut karena putranya di rawat dan ardian berangkat di antar supir kantor.


''Semoga bisa dapat petunjuk untuk menemukan kamu bunga. ''


gumam ardian sambil menatap jalan di sampingnya.

__ADS_1


Lima jam kemudian mobil sampai dan ardian langsung menatap sekelilingnya dan ternyata dia menemukan GERAI ATM, ardian langsung masuk dan melihat ada cctv dan nomernya.


Ardian mengeluarkan leptopnya dan duduk di luar gerai nya dan hanya butuh sepuluh menit ardian bisa membuka cctv di dalam gerainya.


Ardian tersentak kaget melihat seorang perempuan dengan perutnya yang buncit, namun ardian masih mencari rekaman dari arah depan dan benar sajah dia adalah bunga.


''Ternyata kamu memang bunga dan kamu sedang hamil bunga. ''


gumam ardian sambil menatap rekaman nya dan langsung di simpan di file oleh ardian.


Ardian langsung menghampiri seorang petugas dan menanyakan bunga.


''Permisi pak, apa bapak pernah melihat wanita di dalam foto ini yang mengambil uang di gerai ATM?? ''


tanya ardian sambil memperlihatkan foto pada petugas yang jaga.


''Maaf pak, yang suka ambil uang bukan hanya satu setiap hari dan saya gak mengingat wajah tiap orangnya, sekali lagi saya minta maaf pak. ''


ucap petugas yang menjaga dan ardian memutuskan untuk kembali menuju kota karena besok ada pekerjaan sangat penting.


Di desa saat ini.....


Saat ini kehamilan bunga memasuki bulan ke delapan dan sudah sangat besar menonjol, bunga juga sudah kesusahan untuk berjalan, namun bunga tetap memaksakan berjalan agar dia bisa melahirkan normal.


''Neng naura benar gak apa apa kalau nenek dan kakek tinggal sendiri?? ''


ucap nenek dan bunga langsung meyakinkan nenek.


jawab bunga dan nenek langsng mengangguk.


''Semoga anaknya mila baik baik ajah, maafkan aku mila karena gak bisa datang untuk menjenguk, aku takut bertemu kak rama dan nanti akan panjang masalahnya, semoga kamu mengerti mila. ''


gumam bunga saat nenek dan kakek menaiki angkot menuju ke kota.


Di kota saat ini.....


Nenek dan kakek sudah sampai di rumah sakit dan menghampiri anaknya mila yang sedang di rawat.


''Nenek dan kakek, kenapa memaksakan datang, anaknya mila udah baikan kok. ''


ucap mila saat nenek dan kakek nya masuk kedalam ruangan.


''Nenek dan kakek pengen ketemu sama cicit kami, gak apa apa kok mila. ''


jawab kakek.


''Syukur lah kalau kalian gak apa apa, mila takut ajah loh, perjalanan sangat lama dari desa kesini. ''

__ADS_1


ucap mila dan nenek mengangguk.


''Naura gak bisa datang dan dia menitip doa untuk anak kamu dan titip salam untuk kamu. ''


ucap nenek dan mila mengangguk.


''Kamu tahu mila kalau naura hamil anak kembar loh sekarang, perutnya sudah sangat besar sekarang, dia tapi masih bisa aktifitas. ''


ucap kakek dan mila langsung kaget mendengarnya.


''Serius kakek, naura hamil anak kembar saat ini, mila jadi pengen ketemu deh sama naura. ''


ucap mila dan kakek mwngangguk.


''Nanti kalau anak kamu sehat, baru kamu main ke desa lagi yah. ''


ucap nenek dan mila mengangguk.


Nenek dan kakek di bawa pulang ke rumah oleh mila dan rama saat ini yang menjaga anaknya.


Di kediaman ardian saat ini....


Ardian baru sampai tepat tengah malam dan langsung membersihkan tubuhnya dan ardian juga segera istirahat, rasa kantuk ardian tiba tiba hilang dan dia terus kefikiran bunga yang sedang hamil dengan perut nya yang sangat buncit.


''Aku yakin saat ini bunga sedang hamil anak aku, dia mendengar obrolan itu, makanya bunga langsung pergi dan dia gak mau bertemu lagi dengan aku, bunga aku mohon padamu, cepat kembali dan aku akan menikahi kamu langsung, cukup menyiksaku sekarang bunga dan kamu memangnya gak kasihan sama anak di kandungan kamu itu, pasti ingin bertemu ayahnya. ''


ucap ardian sambil mengusap layar leptopnya yang berisi rekaman bunga yang sedang di dalam gerai AtM.


Ardian begitu susah melacak keberadaan bunga, ardian mencoba ilmunya di dunia digitalpun tetap tidak tembus ke digitalnya bunga, data perusahaan tiap bulan selalu di perbaharui dan ardian tidak bisa mencari jejaknya dan ardian yakin kalau bunga yang memperbaharui data perusahaan nya.


''Bunga aku menyesal saat kamu tak ada, kenapa aku gak menikahi kamu langsung bunga dan malah mengabaikan kamu, aku sadar bunga kalau kamu wanita yang aku cintai saat ini dan gak ada wanita lain selain kamu di hatiku. ''


gumam ardian sambil menutup matanya dan tak lama ardian terlelap.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


...............


__ADS_2