Doa Dalam Kesendirian

Doa Dalam Kesendirian
Pertemuan tak sengaja ( part 2 )


__ADS_3

Tuan tama terus menatap bunga yang hanya diam dan menangis, tuan tama memijat keningngnya karena bingung dengan sikap bunga saat ini yang terlihat keras kepala.


''Cukup kamu menghukum ardian selama delapan tahun bunga, itu waktu yang sangat lama dan bukan waktu yang sebentar, kamu harus menerima semua penjelasan ardian, tuhan ajah memaafkan umatnya yang melakukan dosa, masa kamu hambanya gak meberikan maaf pada sesama hambanya, ardian hanya bisa di rubah oleh kamu bunga dan kedua anaknya, kasihanilah ibunya bunga dan kamu juga seorang ibu kan, sakit kan melihat seorang anak seperti manusia mati dan gak melihat keadaan sekitar, delapan tahun senyum di wajah ardian musnah. ''


ucap tuan tama dan bunga semakin terisak menangis.


Dari arah pintu masuk restoran ardian masuk dan melihat papahnya mengobrol dengan wanita, ardian tidak bisa melihat siapa wanita dengan papahnya, ardian juga melihat rama mengobrol dengan kedua anak yang sedang memakan ice cream.


Ardian langsung berjalan menghampiri papahnya karena penasaran dengan apa yang di lihatnya saat ini.


''Papah sedang apa disini?? ''


ucap ardian yang menghampiri papahnya namun tidak melihat ke arah bunga dan membelakanginya.


Bunga langsung diam mematung dan menatap kedua anaknya yang sedang asik memakan ice cream nya di temani rama.


''Jawab papah, dan kenapa papah hanya diam, papah malu karena ardian melihat semua perselingkuhan papah saat ini. ''


ucap kembali ardian dengan tatapan tajamnya yang mengira papahnya berselingkuh.


''Kamu kalau bicara jangan sembarangan ardian, lihat sendiri siapa wanita yang kamu belakangi itu, asal nuduh ajah. ''


jawab tuan tama dengan nada kesalnya.


Kayla langsung berdiri dan berlari kecil menghampiri bunga dan memeluknya.


''Ibu mereka semua ini siapa sih, kay takut bu. ''


ucap kayla dan memeluk bunga erat dan bunga membalas pelukannya.


Kalandra pun ikut menghampiri dan memeluk ibunya dan adiknya, ardian langsung memutar tubuhnya dan betapa kagetnya saat melihat wanita di hadapannya dan melihat dua anak yang memeluknya erat.


''Bunga......''


ucap ardian dengan nada lemah dan meneteskan air matanya.


Bunga mengeratkan pelukan pada kedua anaknya dan anaknya membalas pelukan bunga.


Tanpa di duga ardian mendekat dan langsung bersimpuh di hadapan bunga, ardian menatap bunga dan kedua anak yang saat ini di pelukan bunga.


''Bunga kamu kemana ajah dan apa kedua anak ini adalah anak kita?? ''


ucap ardian dengan tangisannya dan memberanikan diri mengelus kepalanya kalandra, karena kalandra saat ini dekat dengannya.


''Iya ardian, mereka berdua anak kamu dan bunga, tapi bunga bilang itu anak bunga ajah dan gak ada anak kamunya. ''


ucap tuan tama dengan senyumannya dan ardian langsung memeluk mereka bertiga sambil menangis dan bunga pun ikut menangis,


''Terimakasih bunga, ahirnya kamu menampakan diri kamu dengan kedua anak kita, maafkan saya bunga maafkan saya. ''


ucap ardian di sela tangisannya.


Tuan tama menghampiri ardian dan bunga, lalu melepaskan pelukan ardian, ardian tetap menatap wajah bunga yang terlihat memalingkan arah, tuan tama membawa kedua cucunya menuju meja nya rama, agar ardian dan bunga bisa berbicara dengan serius.


''Ayo sayang kita duduk di kursi tadi kalian duduk yah, opah akan temani kalian berdua. ''


ucap tuan tama dan kedua anaknya bunga mengangguk dan mengikuti tuan tama.


Ardian tetap bersimpuh di hadapan bunga dan rama di minta untuk mengosongkan restoran saat ini dan di tutup untuk umum, tuan tama tidak ingin anaknya di lihat oleh orang banyak.


''Bunga maafkan saya dan dengarkan semua penjelasan saya, saya menyesal bunga karena tidak memberitahukan kamu dari awal, saya mohon bunga beri saya kesempatan untuk menjelaskannya. ''


ucap ardian dan bunga hanya menunduk.


Ardian langsung menjelaskannya tanpa menunggu jawaban dari bunga.


''Saya memang salah karena awalnya saya menerima taruhan itu dengan rangga dan tio, tapi sebelum kejadian kelam itu, saya sudah membatalkannya bunga, karena saya sudah mencintai kamu, saat rangga dan tio ke kantor saat itu, kamu gak dengar dengan selesai obrolan saya, saya membatalkannya bunga karena saya mencintai kamu, saya mencari kamu tapi sulit untuk di temukan hingga delapan tahun kamu baru menampakan diri kamu, maafkan saya bunga, terima saya kembali bunga dan saya akan menikahi kamu, agar anak kita memiliki ayah dan ibu yang utuh, demi anak kita bunga saya mohon sama kamu. ''

__ADS_1


ucap ardian dengan tangisannya dan bersimpuh di hadapan bunga, bunga ikut menangis terisak dan ardian langsung memeluk bunga dan mendekap nya.


Bunga terus menangis dan tidak mengeluarkan kata kata, ardian hanya bisa mengelus kepala bunga saat ini dan memberikan kesempatan agar bunga meluapkan tangisnya dan mau berbicara kembali.


''Lihat saya bunga, maafkan saya yah dan saya janji akan memperbaiki semuanya, berikan saya kesempatan bunga, saya mohon. ''


ucap ardian sambil melepaskan pelukannya.


''Maafkan saya tuan tapi saya masih sakit sekali dan berikan saya waktu agar bisa memaafkan tuan, maafkan saya. ''


ucap bunga dan ardian mengangguk.


''Saya akan sabar menunggu waktu itu tiba, saya akan menunggu kamu tapi janji yah jangan jauhkan saya dari kedua anak saya bunga. ''


''Gak akan, mereka juga punya hak untuk bertemu dengan ayah kandungnya, silahkan. ''


''Terimakasih bunga, saya mau menghampiri kedua anak kita yah. ''


ucap ardian dan alana mengangguk.


Ardian berjalan menghampiri kedua anaknya yang sedang duduk dengan papahnya dan juga rama.


''Hay anak anaknya ayah, ayah adalah ayah kandung kalian berdua. ''


ucap ardian menghampiri kedua anaknya dan kedua anaknya menatap bunga dan bunga menganggukan kepalanya lalu tersenyum.


''Ayaaaah.....''


ucap kedua anaknya bunga dan masuk kedalam pelukan ardian, ardian langsung mencium kening kedua anaknya dan menangis bahagia.


''Ahirnya kay punya ayah, ibu bilang ayah nya kay dan ayahnya kak kal sedang pergi jauh dan gak akan kembali lagi, tapi sekarang ayah sudah kembali. ''


ucap kayla dan ardian tersenyum melihatnya.


''Ayah jangan nangis, ayah cengeng kaya kay ajah yang minta di buatkan mainan tapi kal gak mau. ''


''Ayah menangis bahagia karena bertemu dengan kedua anaknya ayah, nama kalian lengkapnya siapa, ayah boleh tahu kan?? ''


''Nama aku kayla bagaskara dan kakaknya kay, namanya kalandra bagaskara. ''


''Nama yang sangat bagus, nama ayah ardian bagaskara, seperti nama lengkap kalian berdua. ''


ucap ardian sambil tersenyum melihat kedua anaknya.


''Ayah harus potong kumis sama janggutnya, kay geli kalau ayah cium, lihat opah seperti anak muda dan ayah kaya kakek kakek. ''


ucap kayla dan membuat ardian tertawa dan kembali mencium kayla yang terus kegelian oleh kumisnya ardian.


''Baik baik ayah akan potong kumis dan jenggotnya yah, biar gak di bilang kakek kakek sama anak gadisnya ayah yang cantik. ''


ucap ardian dan kayla mencium pipinya ardian.


''Sudah malam sekarang, lebih baik kamu bawa anak anak untuk istirahat, kasihan bunga tuh dari tadi diam terus, mungkin dia cape. ''


ucap tuan tama dan ardian mengangguk.


''Rama kamu siapkan pakaian ganti untuk saya, saya mau menginap dengan kedua anak saya di hotel ini. ''


ucap ardian dan rama mengangguk.


Kedua anak ardian mencium tangan nya tuan tama sebelum tuan tama pulang dan pamit pada bunga, ardian langsung menghampiri bunga dan menuntun kedua anaknya.


''Bunga Ayo kita istirahat, ini sudah malam dan gak baik untuk anak anak. ''


ucap ardian dan bunga mengangguk.


Kayla merengek karena kaki nya sakit dan ardian langsung menggendong kayla seperti bayi koala dan bunga tersenyum melihatnya, kayla yang gak manja tapi sekarang manja pada ardian.

__ADS_1


''Kal kaki kamu sakit gak sayang?? ''


tanya bunga karena melihat kalandra hanya diam dan mengikuti bunga yang menuntun tangannya kalandra.


''Kal bukan anak perempuan yang manja seperti kayla ibu dan jangan samakan kal dan kay. ''


jawab kalandra dan bunga mengacak rambut anaknya dan merangkul bahu kalandra.


Setelah lift terbuka, bunga berjalan terlebih dahulu dan membuka pintunya, ardian dan kayla juga ikut masuk.


''Kay, kal, kalian harus ke kamar mandi, cuci muka dan gosok gigi yah, ibu siapkan susu untuk kalian. ''


ucap bunga dan kedua anaknya langsung mengangguk dan menuju kamar mandi.


Ardian tersenyum melihat kedua anaknya yang begitu penurut dan di siplin.


''Jadi anak kita kembar yah bunga?? ''


tanya ardian yang menghampiri bunga yang sedang membuat susu untuk kedua anaknya.


''Iya tuan, kalandra lahir pertama dan selang lima menit kayla lahir. ''


jawab bunga dan ardian mengangguk.


Pintu kamar bunga di ketuk dan ardian membukanya, ternyata rama yang mengantarkan pakaian ganti untuk ardian.


''Emang muat yah tidur berempat di ranjang itu?? ''


ucap ardian dan bunga mengerutkan kepalanya.


''Siapa yang berempat, tuan pesan kamar lain jangan tidur dengan saya dan anak anak. ''


ucap bunga dan ardian langsung sedih mendengarnya.


Saat ardian pamit keluar kamar, kayla memanggil dan bertanya pada ardian.


''Ayah mau kemana, kenapa pergi lagi dan ninggalin kayla?? ''


ucap kayla sambil menangis dan bunga menghela nafasnya.


''Ayah gak pergi sayang, ayah mau tidur di kamar sebelah dan gak tidur disini. ''


jawab ardian sambil menggendong kayla dan membawanya duduk di sofa.


''Ayah tidur disini dengan kay, dengan kak kal dan ibu, ayah jangan pergi, bolehkan ibu kalau ayah tidur dengan kita disini??. ''


ucap kayla dan dengan terpaksa bunga mengangguk dan menyetujuinya, kayla langsung tersenyum senang dan memeluk ardian.


''Ayo minum dulu susunya kay, ayahnya mau bersih bersih dan ganti pakaian dulu. ''


ucap bunga dan kay langsung menghampiri kalandra dan meminum susunya, ardian langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


...............................


__ADS_2