
Raihan dan rafqy saat ini sedang duduk dengan ardian dan kalandra di depan sebuah poli klinik penyakit dalam.
''Saya gak sangka, kalau nak kalandra telah menjalin kerjasama dengan putra saya rafqy. ''
ucap raihan dan ardian mengangguk.
''Om bicara nya santai jangan formal dong, kita bukan sedang di ruang meeting. ''
ucap kalandra dan membuat semua tersenyum.
''Pak raihan sedang apa di rumah sakit?? ''
ucap ardian dan raihan langsung tersadar.
''Hampir sajah saya lupa pak ardian, saya sedang menunggu putri saya yang di rawat di rumah sakit ini karena kecelakaan, pak ardian sendiri sedang apa??
''Saya sedang menunggu pengecekan kesehatan putri bungsu saya, nanti saya akan menjenguk ke ruangan putrinya pak raihan dan semoga putri bapa segera pulih yah. ''
''Terimakasih atas doanya pak ardian dan saya akan sangat senang karena bapak mau menjenguk putri saya dan semoga hasil pengecekan medis putri bapak semua baik, kalau begitu saya permisi pak ardian, nak kalandra. ''
ucap raihan dan ardian juga kalandra mengangguk.
Setelah raihan dan rafqy pergi, kayla keluar ruangan diikuti oleh bunga dan keizha.
''Bagaimana hasilnya kak?? ''
ucap ardian dan kayla tersenyum.
''Rekam medis akan keluar dua jam lagi, ayah, ibu, kei dan kak kal pulang ajah, biar nanti hasil medisnya kayla yang akan bawa ke rumah. ''
jawab kayla dan ardian mengangguk.
''Kalandra bawa keizha pulang ajah, ayah mau ajak ibu untuk menjenguk anaknya pak raihan dulu. ''
ucap ardian dan membuat semua mengerutkan dahinya kecuali kalandra.
''Gak mau, kei mau nunggu hasil rekam medisnya kan nunggu hanya dua jam gak masalah tuh, ayah dan ibu pergi ajah yah, kei mau ajak kak kal ke kantin untuk menunggu kalian.
ucap keizha dan kalandra hanya bisa menghembuskan nafasnya.
''Kakak mau ke kantor kei, kamu ikut ayah dan ibu ajah yah, gak apa apa kan?? ''
''Benar kei, kak kal kan harus ke kantor, lebih baik kei ikut dengan ayah dan ibu menjenguk putrinya pak raihan atau kamu ke kantin ajah nunggu, kakak juga sama gak bisa menemani karena pagi ini hasil leb pasien kakak keluar dan kakak harus menjelaskan ke keluarga pasien. ''
ucap kayla dan membuat keizha terdiam.
''Yaudah kei mau ke kantin ajah, tapi kak kal antarkan kei yah ke kantin. ''
ucap keizha dan kalandra mengangguk.
Kalandra dan keizha langsung menuju kantin, kayla pamit menuju ruangan pasien yang di tanganinya, ardian dan bunga keluar dari rumah sakit untuk membelikan buah tangan agar bisa di berikan pada keluarga raihan.
Kayla berjalan ke arah ruangannya dan memakai jas kebanggannya, suster mendekat dan memberikan hasil medis milik raisa.
Kayla membacanya dan langsung terdiam, hasilnya begitu membuat kayla sedih dan harus melakukan tindakan agar raisa bisa tetap stabil keadaannya dan menerima kenyataannya.
''Suster kamu ikut saya dan sebelumnya tolong siapkan semua kebutuhan saya. ''
ucap kayla dan suster mengangguk.
Suster keluar dan kayla langsung mempersiapkan hatinya untuk menjawab semua pertanyaan dan menerima resiko nya.
Kayla keluar ruangannya dan berjalan menuju ruangan raisa dengan penuh keyakinan dan harus bisa untuk menjelaskan hasilnya.
Kayla dan suster sampai di depan pintu ruangan dan suster langsung mengetuk pintunya, pintu terbuka dan kayla langsung masuk diikuti oleh susternya.
Kayla tersentak saat melihat ayah dan ibunya ada di dalam ruangan raisa dan kayla tersenyum saat ayahnya tersenyum menggelengkan kepalanya.
Kayla masuk dan menghampiri berangkar raisa, kayla langsung merubah posisi raisa agak sedikit tinggi di bagian kepalanya untuk membenahi posisinya.
''Pagi raisa, saya dokter yang bertanggung jawab merawat kamu, gimana keadaan kamu dan apa yang kamu rasakan saat ini?? ''
ucap kayla dengan nada lembut dan tersenyum.
__ADS_1
''Sakiiit dokter. ''
ucap raisa dengan suara yang begitu lirih dan membuat kayla mengrutkan dahinya.
Kayla berbalik dan semua menatap kearah kayla termasuk ayah dan ibunya.
''Kenapa kalian semua menatap saya seperti itu, saya seperti penjahat tertangkap basah. ''
ucap kayla dan membuat semua tersenyum.
''Gimana keadaan putri saya dokter?? ''
ucap aira dan membuat kayla tersenyum.
''Bisa gak, semua yang ada di ruangan ini keluar dulu, saya dan suster mau menangani raisa?? ''
ucap kayla dan semua mengangguk lalu keluar dari ruangan.
''Selamatkan hidupnya kay, ibu percaya sama tindakan kamu sayang. ''
ucap bunga saat keluar ruangan paling terahir dan kayla mengangguk.
''Lepas semua alat yang menempel di tubuh raisa, termasuk infusnya. ''
ucap kayla dan suter mengangguk dan segera bertindak.
Kayla sedang mempersiapkan sesuatu untuk di berikan pada raisa, kayla senyum menghampiri raisa dan raisa pun membalas senyumnya.
Kayla menyuntikan obat di telapak kakinya raisa dan tak lama kaki raisa bergerak.
''Raisa dengarkan saya, kamu kecelakaan karena sengaja kan dan bukan kebetulan. ''
ucap kayla dan raisa langsung terdiam.
''Kamu hari ini di perbolehkan pulang, kondisi kamu sudah stabil dan kalau kamu masih berpura pura tidak bisa bicara, saya akan memberitahukan orang tua kamu loh. ''
''Jangan dokter, iya saya memang bisa berbicara tapi kenapa kaki saya gak bisa di gerakan dan seperti mati rasa yah. ''
ucap kayla dan raisa mengangguk.
''suster tolong panggilkan pihak keluarga masuk semuanya yah, siapkan berkas berkas kepulangan raisa hari ini. ''
''Baik dokter, saya permisi kalau gitu. ''
ucap dokter dan kayla mengangguk.
Kayla membantu raisa untuk duduk dan raisa berjongkok untuk melihat telapak kaki raisa, entah apa yang sedang kayla kerjakan di kaki raisa, tapi sedikit sedikit raisa bisa merasakan sesuatu.
Keluarga semua masuk dan tersentak saat melihat kayla berjongkok, rafqy langsung menghampiri dan ikut berjongkok di samping kayla dan membuat kayla tersentak kaget.
''Ya ampun, anda sedang apa disini, bikin kaget. ''
ucap kayla sambil memegang dadanya dan berdiri.
''Saya mengikuti dokter berjongkok. ''
ucap polos rafqy dan membuat kayla melototkan matanya, sedangkan orang tuanya menggelengkan kepalanya.
''Laki laki aneh, jadi takut sendiri akunya. ''
gumam kayla sambil berjalan dan menghampiri keluarga raisa.
''Bagaimana hasilnya pemeriksaan putri saya dokter?? ''
ucap raihan dan kayla meminta semua duduk, kayla langsung duduk di samping ardian dan rafqy segera mengikutinya duduk.
''Saya akan menjelaskan sedikit mengenai keadaan raisa, kondisi raisa sangat baik dan sudah pulih, tapi dia hasil dari keseluruhan pemeriksaannya, raisa dinyatakan lumpuh sementara. ''
ucap kayla dan membuat aira langsung menangis dan raihan meminta kayla melanjutkan kembali penjelasannya.
''Ini bukan lumpuh total, lumpuh raisa ini karena trauma pada tubuhnya, sugesti raisa sehingga membuat raisa lumpuh, saya akan melakukan therapy nantinya, terserah ibu dan bapa mau therapy pada dokter lain silahkan, mau dengan saya juga boleh, raisa butuh psikiater sebenarnya tapi itu tidak akan mudah untuk raisa terima, saya sarankan kepada ibu dan bapak, untuk lebih memberikan perhatian dan sesering mungkin melakukan interaksi pada raisa, mengajak mengobrol salah satunya, jangan biarkan raisa melamun. ''
ucap kayla dan membuat semua terdiam.
__ADS_1
''Kenapa jangan membiarkan raisa melamun?? ''
ucap rafqy sambil menatap kayla lalu tersenyum padanya, kayla pun tersenyum dan menjelaskan kembali penjelasannya.
''Karena raisa sedang patah hati, dia ini mencoba untuk bunuh diri dengan menabrakkan kendaraan yang di kendarainya, ini bukan kecelakaan murni, tapi saya meminta tolong, jangan menekan raisa dan jangan memarahi raisa, ini akan membuat dia lebih nekad lagi, jalan satu satunya saat ini adalah, memberikan perhatian dan ajak raisa berbicara secara kekeluargaan, tanyakan apa yang membuat raisa nekad dan masalah apa yang di pendamnya, usia raisa masih labil saat ini dan saya harap semua orang terdekatnya selalu mendampingnya, kepulihan raisa tergantung orang sekitarnya. ''
Semua terdiam dengan penjelasan kayla, ardian mengusap lengan kayla dan kayla menatapnya lalu tersenyum.
''Sayang, ayah yakin kamu bisa memulihkannya, seperti saat kamu memulihkan kondisi ibu kamu, bantulah raisa karena ayah pernah merasakan sakit kehilangan seorang putri, jangan ada yang merasakan sakit seperti ayah dan ibu rasakan saat itu. ''
ucap ardian dan semua tersentak kaget.
''Maksudnya pak ardian, dokter kayla ini putrinya bapak gitu?? ''
ucap raihan dan ardian mengangguk.
''Dokter kayla adalah putri saya pak, dia ini saudara kembarnya kalandra. ''
jawab ardian dan raihan tersenyum mengangguk, jangan di tanya rafqy saat ini, dia begitu senang dan bahagia dengan kenyataan ini.
Suster masuk dengan membawa kursi roda dan surat surat yang harus di uruskan administrasinya.
''Raisa sudah di perbolehkan pulang hari ini, ini surat surat untuk segera di urus ke administrasi, untuk kedepannya raisa harus menggunakan kursi roda dulu, silahkan pilihkan therapy nya yang terbaik. ''
ucap kayla sambil memberikan kertas administrasi dan beranjak menghampiri raisa.
''Kalau dokter kayla bisa melakukan therapy ke aku, aku mau dokter yang melakukan therapy itu. ''
ucap raisa dan kayla tersenyum mengelus pipi raisa.
''Semua tergantung keluarga raisa, saya sebagai hanya dokter bukan yang memutuskannya. ''
ucap kayla dan membantu raisa duduk di kursi roda, rafqy langsung reflek menghampiri dan membantu raisa.
''Memangnya kalau kami meminta dokter kayla yang melakukan therapy pada raisa, dokter mau?? ''
ucap aira dan kayla mengangguk.
''Yasudah, dokter kayla sajah yang menjadi therapis nya putri kami, kalau memang dokter bersedia. ''
ucap raihan dan kayla mengiyakannya.
''Saya bersedia dan nanti saya akan jadwalkan semuanya, karena saya harus mengatur dengan jadwal di rumah sakit. ''
''Baik dokter, saya berterimakasih dengan semuanya, karena dokter mau membantu memulihkan raisa. ''
ucap aira dan kayla mengangguk.
''Aku senang sekali, semua ini adalah kebetulan yang sangat menguntungkan, aku bisa mendekati dokter kayla kalau dia membantu raisa. ''
gumam rafqy dalam hatinya sambil tersenyum.
Kayla langsung mengerutkan keningnya saat melihat rafqy malah senyum senyum saat kayla meminta rafqy minggir karena menghalangi jalannya.
''Rafqy..... ''
suara raihan memanggil dan membuat rafqy tersadar dan langsung minggir dan membiarkan kayla keluar ruangan.
.
.
.
.
.
.
.
...........................
__ADS_1