Doa Dalam Kesendirian

Doa Dalam Kesendirian
Malam panjang


__ADS_3

Setelah selesai makan malamnya bunga langsung merapihkan bekas makannya dan mendorong troli kembali ke arah dekat pintu.


''Sayang, kamu nyaman dengan handuk di tubuh kamu, kalau gak nyaman, mas akan meminta rama mengirimkan pakaian tidur kesini untuk kamu. ''


ucap ardian saat bunga duduk di sampingnya dengan menggunakan handuk kimono di tubuhnya.


''Gak apa apa mas, aku nyaman dan ini semua sudah di siapkan mamah juga, nanti mamah kecewa dan lebih baik kita menjalani semua keinginan mamah, aku udah pakai lingeri yang di siapkan mamah dan ini sengaja pakai handuk lagi, soalnya aku malu sama kamu. ''


''Kenapa malu, mas ini suami kamu dan mas sudah tahu semua yang ada di tubuh kamu, paling perbedaannya sekarang tubuh kamu lebih padat dan berisi tidak kurus seperti dulu saat mas sentuh kamu. ''


ucap ardian dan berhasil membuat bunga malu.


''Mas kalau bicara kenapa gak di saring, sekarang tubuh aku udah jelek karena sudah melahirkan dua anak. ''


''Siapa yang bilang tubuh kamu jelek, sekarang tubuh kamu sangat indah dan berbentuk loh, mas ajah pangling saat bertemu pertama dan membuat mas semakin sayang sama kamu dan ingin secepatnya memiliki kamu, takut kamu di ambil orang. ''


''Gak akan mas ardian, aku juga gak bisa melupakan kamu, aku sangat mencintai kamu mas, gak tau kenapa aku susah melupakan kamu, padahal dulu aku mudah melupakan mantanku tapi melupakan kamu sangat susah sekali. ''


''Bagus dong, tuhan membuat mas itu melekat di hidup kamu, mas akan menjaga kamu dan anak anak kita dengan semua kekuatan mas, janji yah jangan kabur lagi dan mas pastikan kamu gak akan bisa pergi kembali dari mas. ''


ucap ardian sambil mendekat pada bunga dan mencium bibir bunga dan bunga membalasnya, ciuman begitu lama dan mereka menikmatinya, tangan ardian bergerak dan melepas ikatan handuk di pinggang bunga.


Bunga menerima semua yang di lakukan oleh ardian dan menikmati setiap sentuhan ardian, karena saat dulu di sentuh bunga dalam keadaan mabuk dan di bawah alam sadar obat perangsang.


Ardian melepas handuk nya dan ardian langsung melepas ciumamnya.


Bunga tersenyum saat ardian menatapnya dengan pandangan yang begitu mengharapkan lebih dari ciuman.


''Kita tidur yah ini sudah malam sayang, kamu pakai selimbut ajah untuk menutupi tubuh kamu, mas gak akan sanggup kalau harus melanjutkannya. ''


ucap ardian sambil melepas handuk di tubuh bunga karena handuknya basah dan akan membuat bunga kedinginan.


''Maksud mas ardian gak sanggup apa?? ''


tanya bunga dan ardian mencium kening bunga.

__ADS_1


''Kamu lagi datang bulan kan sayang, mas ga bisa nyentuh kamu dan itu akan membuat mas tersiksa, pas kamu memakai piyama tidur ajah mas udah gak tahan dan tersiksa, sekarang kamu memakai lingeri yang sangat transparan dan tercetak jelas tubuh kamu semuanya, mas gak sanggup. ''


ucap ardian sambil bersandar di sofa dan menetralkan nafasnya yang begitu cepat karena menahan hasratnya yang begitu mendamba.


Bunga tersenyum dan menyentuh dada telanjang nya ardian dan ardian langsung menatap bunga karena dia merasakan hasratnya naik karena bunga memainkan dadanya ardian dengan sentuhan lembutnya.


''Kamu jangan nakal sayang, mas gak sanggup loh menahannya. ''


ucap ardian sambil memegang kedua tangan bunga yang sedang menyentuhnya.


Bunga langsung duduk di pangkuan ardian, sesungguhnya bunga sangat menginginkan lebih pada ardian, bunga memberanikan diri menggoda ardian dan menghafus semua fikiran malunya.


''Mas aku gak nakal, aku cuma meminta lebih sama suami aku emangnya gak boleh yah, saat malam kelabu itu aku hanya bisa kesakitan dan tidak merasakan indahnya memadu kasih, sekarang aku mau merasakan itu mas ardian, aku sudah selesai dua yang hari lalu datang bulannya. ''


ucap bunga dan langsung mencium bibir ardian.


Ardian melepas ciumannya dan tersenyum pada bunga, ardian menggendong tubuh bunga dan membawanya menuju ranjang, dengan perlahan ardian merebahkan tubuh bunga di ranjang.


Ardian langsung mencium bibir bunga dan tangannya menyusuri lekuk tubuh bunga dan ardian merasakan berbeda dengan tubuh bunga.


Ardian melepas celananya dan bersiap memulai penyatuannya, saat memulainya ardian merasakan sedikit susah menerobosnya dan seperti pertama kali menyentuh bunga, dengan satu kali hentakan ardian berhasil melakukan penyatuannya dan membuat bunga menjerit karena ardian memaksa langsung dan tidak perlahan.


Ardian mencium bibir bunga agar bunga lebih santai dan tidak melepaskan ciuman nya, perlahan rasa sakit itu menjadi rasa yang terasa nikmat untuk bunga dan ardian memainkannya dengan sedikit cepat, bunga terus menerus merancu dan menikmatinya.


Satu jam kemudian bunga dan ardian merasakan pelepasan pertamanya dan ardian langsung ambruk di sisi bunga.


Ardian melihat bagian inti bunga yang berdarah dan terlihat robek, ardian mencium kening bunga dan mengelus rambutnya.


''Sakit sekali yah sayang?? ''


ucap ardian saat melepaskan ciuman pada kening bunga.


''Sakit sekali tapi sekarang terasa berbeda mas, dulu sakit banget dan gak merasakan seperti sekarang, tapi sekarang begitu nikmat loh. ''


jawab bunga dengan senyumannya dan ardian mengecup bibir bunga.

__ADS_1


''Kenapa berdarah kembali sayang??, padahal dulu saat pertama juga berdarah. ''


''Dulu setelah melahirkan kayla dan kalandra, aku di jahit bekasnya karena robeknya bagitu banyak, mungkin karena itu jadi berdarah lagi dan aku kan belum pernah lagi main setelah malam mencekam itu mas. ''


''Oh begitu yah, tapi sekarang begitu berbeda loh, karena respon kamu nya menggairahkan, tidak seperti saat dulu, kamu begitu bernafsu dan seperti kesetanan loh, sekarang berbeda sekali. ''


''Mas jahat, masa aku kesetana berarti aku kemasukan setan dong. ''


''Bukan itu maksudnya, kamu mudah sekali tersinggung yah sayang, dulu kamu sangat di penuhi dengan nafsu dari obat perangsang, kalau sekarang kan semua alami makanya sekarang terasa berbeda, tubuh kamu juga begitu pas, kencang dan berisi. ''


ucap ardian dan bunga lansung tersenyum dan memeluk tubuh ardian.


Ardian meminta kembali permainan panasnya dan bunga tidak menolaknya, karena bunga pun sama meinginginkannya.


''Tuhan terimakasih engkau hadirkan ardian di kehidupanku, aku akan menjaganya dan mencintainya dengan seluruh hidupku. ''


gumam bunga di saat percintaannya dengan ardian dan bunga memeluk erat tubuh ardian dan ardian merasakan semuanya begitu indah.


Malam panjang tanpa gangguan dan membuat keduanya begitu menikmati malam pengantinnya, lagi dan lagi ardian meminta penyatuannya dan bunga tidak pernah menolaknya.


Ardian tersenyum setelah melihat bunga sudah terkulai lemah karena sudah melayani kebutuhan biologisnya, bunga begitu melayani dengan semua keinginannya, ardian sampai kuat semalaman bermain dengan bunga, hingga pagi hari ardian menyelesaikannya karena bunga sudah terkulai lemah.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.........................


__ADS_2