Doa Dalam Kesendirian

Doa Dalam Kesendirian
Kesedihan Dalam Kesendirian Bunga


__ADS_3

Tiga jam sudh perjalanan menuju rumah sakit internasional, ardian langsung di bawa menuju ruang perawatan vvip yang super mewah, tuan tama sengaja menyiapkannya agar ardian bisa nyaman dan yang mendamping ardian pun nyaman.


''Anak anak mau di bawa pulang ajah yah, gak baik kalau anak anak tetap di rumah sakit. ''


ucap nyonya rania saat sampai di rumah sakit.


''Iya mamah, bawa anak anak yah dan kamu bunga lebih baik kamu pulang dulu yah, biar ardian papah yang jaga dulu. ''


ucap tuan tama dan bunga menggelengkan kepalanya.


''Udahlah papah, biarkan bunga menemani ardian, lagian saat ini ruangan rawat ardian sangat lengkap fasilitasnya dan akan membuat bunga nyaman. ''


ucap nyonya rania karena melihat bunga seperti tidak ingin meninggalkan ardian dan tuan tama ahirnya menyetujuinya.


''Yasudah mah, papah mau mengurus sebentar semua medisnya ardian, mamah duluan bawa anak anak, papah nanti pulang setelah selesai semuanya. ''


ucap tuan tama dan nyonya rania langsung pamit dan masuk kedalam mobil karena kedua cucunya sedang tidur pulas.


Tuan tama dan bunga masuk kedalam rumah sakit menuju ruang rawat ardian, rama ternyata baru selesai mengurus semuanya saat tuan tama dan bunga masuk kedalam ruangan ardian.


''Semua telah selesai di urus tuan dan nanti di luar ruangan ini sudah ada suster yang siap dua puluh empat jam untuk menjaga tuan ardian dan mengecek keadaan tuan ardian. ''


ucap rama dan tuan tama mengangguk.


Bunga sedikit lega karena fasilitas kamar ardian begitu mewah, berangkar nya pun lebih luas dan ruangannya sangat komplit dengan semua fasilitasnya.


''Kamu yakin bunga akan disini untuk menemani ardian selama koma?? ''


tanya tuan tama saat menghampiri bunga.


''Iya papah, biar bunga yang mendampingi dan merawat mas ardian disini, paling bunga minta pakaian ganti ajah setiap hari untuk bunga. ''


''Baik sayang, nanti akan ada bibi yang datang kemari mengantar pakaian dan makanan untuk kamu, saat ini kamu sedang hamil besar bunga dan sangat memerlukan asupan makanan juga dan bukan pakaian sajah. ''


''Iya papah, bunga menurut ajah selama semua demi kebaikan bunga dan janin di perut bunga. ''


''Yasudah, papah pulang yah sayang dan ingat kalau ada apa apa kamu tekan tombol merah itu, nanti suster akan masuk dan kabarin papah atau mamah di rumah kalau ada apa apa yah. ''


''Iya papah pasti bunga kabarin selalu keadaan mas ardian dan bunga juga titip kal dan kay yah papah, maaf karena merepotkan kalian lagi. ''


''Kamu itu bunga, kal dan kay cucu mamah dan papah, sudah sepatutnya papah dan mamah menjaga mereka, kamu tahu sendiri kan gimana mamah menjaga kedua anak itu, lebih mirip menjaga anaknya dan bukan cucunya. ''

__ADS_1


ucap tuan tama dan bunga mengangguk tersenyum.


Tuan tama pamit pulang dengan rama dan bunga langsung menghampiri ardian yang betah dengan mata terpejam.


''Mas ardian, ahirnya kamu melewati masa kritis tapi kamu jadi koma dan gak sadar, mas ardian kamu kan pernah bilang kalau kamu berjanji akan selalu menemani kehamilanku, tapi sekarang kamu malah gak sadarkan diri, aku rindu perhatian kamu mas, aku rindu semua yang kita lalui berdua selama kita bersama. ''


ucap bunga sambil menggenggam tangan ardian dan menangis.


Bunga menangis dengan sendunya sambil menatap ardian yang tertidur pulas dan seperti jauh dari kehidupan, bunga begitu sedih dengan nasib nya saat ini.


''Mas ardian, apa ini yang kamu rasakan saat dulu aku meninggalkan kamu dengan janin yang ada di dalam kandungan aku, baru empat hari kamu meninggalkan aku, bahkan kamu ada saat ini di hadapan aku mas, tapi kamu gak sadar dan mata kamu terpejam, aku merasakan sakit sekali, apalagi kamu saat dulu delapan tahun aku tinggal, tanpa bisa melihat wajah aku, maafkan aku mas ardian, mungkin ini cara tuhan agar aku semakin menyayangi kamu mas dan semakin kuat ikatan cinta kita, aku sangat mencintai kamu. ''


ucap bunga sambil menangis sesegukan sambil menatap ardian yang tak sadarkan diri.


Bunga merapihkan tasnya dan menyimpannya di lemari penyimpanan, bunga ke kamar mandi untuk mencuci muka agar lebih segar.


Bunga naik ke ranjang ardian dan ikut merebahkan tubuhnya karena saat ini tubuhnya sangat lelah dan tak butuh lama bunga tertidur dengan memegang tangan ardian.


Suster masuk kedalam ruangan ardian untuk mengecek kondisi ardian dan tidak mengganggu bunga yang sedang tertidur.


Suster mengecek nadi dan memeriksa tensi darah ardian dan hasilnya semua normal, suster keluar kembali setelahnya.


Bunga terbangun karena mendengar ada yang memanggilnya dan bunga membuka matanya.


ucap bibi sambil menunduk saat bunga membuka matanya.


''Gak apa apa bibi, bangunkan sajah kalau bibi kesini dan saya sedang tidur, karena saya juga harusnya fokus dengan mas ardian, ada apa bibi kesini?? ''


ucap bunga sambil turun dari ranjang dan menghampiri bibi.


''Ini ada pakaian nyonya bunga untuk tidur dan untuk besok juga, makanan ini juga di bawa untuk nyonya, bibi di tugaskan nyonya rania untuk mengantarkan dan menunggu sampai nyonya bunga menghabiskan makanannya, baru bibi boleh pulang. ''


ucap bibi dan bunga tersenyum karena mamah mertuanya begitu memperhatikannya.


''Yasudah, bibi tunggu mas ardian dulu yah, saya mau mandi dulu, setelah itu baru makan. ''


ucap bunga dan bibi mengangguk.


Bunga membawa daster tidurnya dan segera masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang terasa lengket dan bibi menunggu ardian.


Sepuluh menit kemudian bunga keluar kamar mandi dengan tubuh segar dan sudah menggunakan daster tidurnya.

__ADS_1


Bibi langsung menata makanan di meja dan bunga langsung menghampiri bibi, lalu duduk dan memakan makananannya.


''Nyonya bunga, bibi sedih sekali melihat keadaan tuan ardian saat ini, sabar yah nyonya, semoga tuan ardian segera sadar dan membuka matanya. ''


ucap bibi dan bunga mengaminkannya.


''Terimakasih doanya bibi, semoga mas ardian bisa segera sadar dari koma nya. ''


jawab bunga dan bibi mengangguk tersenyum.


Bunga selesai makan dan menghabiskan makanannya, bibi langsung membawa pakaian kotor bunga dan bekas tempat makan bunga.


''Terimakasih yah bibi sudah mau mengantarkan pakaian dan makanan juga, bilang terimakasih juga sama mamah yah bibi. ''


ucap bunga saat bibi pamit dan keluar dari ruang rawat ardian.


Bunga menghampiri ardian dan mengajak nya mengobrol kembali dan membawa tangan ardian untuk menyentuh perut bunga seperti yang sering ardian lakukan kalau di rumah bersama nya.


''Mas ardian sadarlah segera, aku merasakan kesedihan yang begitu dalam mas tanpa kamu mendampingi aku, aku merasakan kesendirian tanpa kamu mas ardian, ayo lah mas cepat sadar dan kita kumpul kembali. ''


ucap bunga sambil mencium kening ardian.


Bunga beranjak dari ranjang dan melihat keluar jendela, melihat bintang terang walau hanya satu dua bintang tapi bunga merasa senang.


''Tuhan saat ini aku hanya bisa berdoa dan bersabar untuk menunggu mas ardian sadar dari koma nya, karena kekuatan doa menjadikan sesuatu yang mustahil jadi berhasil, maka aku akan berdoa terus saat ini untuk menjemput terkabulnya doa, sebab tuhan tidak akan merubah nasib hambanya, hingga hambanya merubah dirinya sendiri, maka hanya berdoa dan berusahalah saat ini yang bisa aku lakukan serta tawakal dengan cobaan darimu ini tuhan. ''


ucap bunga sambil menatap langit malam ini yang di hiasi bintang walaupun tidak banyak namun ada cahaya yang menemani langit malam dan cahaya bulan.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


......................


__ADS_2