Doa Dalam Kesendirian

Doa Dalam Kesendirian
Kasih sayang dan kehangatan keluarga


__ADS_3

Bunga memutuskan membuat makan siang dan cemilan untuk seluruh keluarganya, ardian masih anteng bermain dengan keizha, sedangkan kalandra dan kayla sedang bermain di area kebun sayuran.


''Mas panggil kal dan kay dong di belakang, kita makan siang dulu, mumpung masih hangat. ''


ucap bunga yang menghampiri ardiam ke ayunan dan ardian mengangguk lalu menggendong keizha untuk mencari kalandra dan kayla.


Bunga menyiapkan makanannya dan beberapa saat kemudian suami dan ketiga anaknya memasuki rumah.


''Kalian semua masuk ke kamar mandi, cuci tangan, cuci kaki dan cuci mukanya, baru kesini dan makan. ''


ucap bunga saat anaknya akan menghampiri ke ruang makan dan ardian langsung membawa ketiga anaknya menuju kamar mandi.


Semua sudah selesai bersih bersih, bunga langsung menghidangkan makanan untuk ketiga anaknya dan untuk suaminya juga.


''Sayang, kayanya punya anak satu lagi akan seru deh, kamu mau gak melahirkan sekali lagi?? ''


ucap ardian sepontan dan membuat bunga melototkan matanya.


''Mas ngaco, keizha ajah baru delapan belas bulan, masa udah mau punya adik lagi, nanti nunggu gede dulu. ''


protes bunga dan ardian mengangguk.


''Gak ibu, gak ayah, kal gak mau punya adik lagi yah, cukup kay dan kei ajah, nanti kalau adiknya kal perempuan lagi gimana?? ''


ucap kalandra dan bunga langsung mengelus kepala kalandra.


''Tenang sayang, ibu gak berniat kasih kamu adik lagi kok, lagian tiga udah cukup untuk ibu. ''


ucap bunga yang menenangkan kalandra dan kalandra mengangguk.


Semua melanjutkan makan siang nya dan ardian begitu senang dengan keharmonisan keluarganya saat ini, sungguh nikmat yang sangat besar yang di berikan tuhan untuk mempercayai ardian menjadi suami dan menjadi ayah untuk ketiga anaknya.


''Mau pulang siang ini atau besok pagi?? ''


ucap ardian saat telah menyelesaikan makan siangnya.


''Pulang sekarang ajah ayah, besok lusa ada olimpiade di sekolah dan kal yang jadi perwakilannya. ''


ucap kalandra dan ardian mengangguk.


''Sayang, kamu hubungi pekerja rumah untuk merapihkan rumah ini sekarang, biar bisa sekalian kita menitipkan rumah nya. ''


ucap ardian saat bunga akan merapihkan meja makan dan bunga mengiyakannya.


Ardian langsung membawa ketiga anaknya untuk ke kebun memetik sayuran untuk di bawa pulang ke kota.


Semua peninggalan nenek dan kakek, di beli oleh ardian dan uangnya di berikan pada mila, karena mila satu satunya keturunan kakek dan nenek, bunga sudah mengetahuinya dan gak masalah bagi bunga.


''Ibu, saya dan keluarga akan balik lagi ke kota sore ini, titip rumah dan sisa bahan makanan silahkan di bawa ajah, titip rumah dan rawat rumah ini yah. ''


ucap bunga saat bibi yang merawat rumah datang.


''Baik neng bunga, bibi akan menjaga rumah ini dan merawatnya. ''


ucap bibi dan bunga mengangguk.


Bunga langsung merapihkan pakaian dan mengeluarkan pakaian ganti untuk ketiga anak dan suaminya.


Ardian datang ke rumah dan memberitahukan, kalau dia dan anak anak sudah menyimpan berbagai macam sayuran di bagasi belakang dan bunga hanya bisa tersenyum dan mengiyakannya.

__ADS_1


''Semua langsung mandi dan pakaian sudah di siapkan oleh ibu. ''


ucap bunga dan anak anaknya mengangguk.


Bunga memandikan keizha di halaman belakang rumah karena keizha masih kecil dan kayla malah ikut mandi dan bunga mengiyakannya agar cepat selesai bersiapnya, sedangkan kalandra mandi barengan dengan ardian.


Beberapa menit kemudian semua selesai bersiap, ardian merapihkan barang barang di kursi belakang mobil karena bagasi penuh dengan sayuran.


Bunga pamit pada bibi yang menjaga rumah, di mobil saat ini formasi berubah, ardian duduk di kursi pengemudi dan di sampinya di dampingi bunga, ketiga anaknya duduk di kursi belakang karena kalandra membawa mainannya yang dulu sempat dia buat dan saat ini dia bawa menuju rumahnya, kayla dan keizha bermain dengan mainannya dan kalandra juga sibuk dengan mainannya.


Bunga dan ardian senang karena ketiga anaknya saat ini kompak, keizha di jaga oleh kedua kakanya.


''Mas emangnya beneran kamu mau nambah anak satu lagi?? ''


''Iya sayang, mas serius banget dan mas ingin nambah satu lagi, kayanya bakalan nambah seru keluarga kita, mudah mudahan anaknya kembar lagi dan jadi kan semakin ramai. ''


ucap ardian dan bunga hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya sajah, karena dia gak mungkin menolak keinginan suaminya.


''Pantesan sepi mas, anak anak tiga tiganya tidur loh, keizha paling enak tidurnya, kakinya di kal dan kepalanya di pangkuan keizha. ''


''Udah jangan ganggu, biarkan mereka tertidur pulas, ini juga sudah malam dan mereka kelelahan kayanya. ''


ucap ardian dan bunga mengangguk.


''Lelah yah sayang?? kamu menyetir sendiri gak di gantikan supir soalnya. ''


ucap bunga sambil mengelus lengan suaminya yang sedang menyetir mobil.


''Kalau di bilang lelah pasti dong sayang, tapi semua lelah hilang saat mas merasakan kehangatan kelurga, keributan anak anak, tertawa anak anak, semua membuat mas senang dan sangat bersyukur karena tuhan memberikan harta yang paling berharga yang harus mas jaga dan mas harus memberikan yang terbaik untuk harta ini, ketiga anak mas dan kamu sebagai istri yang sempurna untuk mas, kalian adalah harta berharga saat ini, terimakasih sudah menjadi istri dan ibu terbaik untuk ketiga anak kita, mas sangat menyayangi kamu dan mencintai kamu, kita tidak akan terpisahkan sampai maut yang memisahkan kita, tetap di samping mas apapun keadaan mas nantinya. ''


ucap ardian dan bunga menangis lalu mengangguk.


ucap bunga dan ardian menganggukan kepalanya.


Selama perjalanan menuju rumah, anak anak tertidur pulas, ardian dan bunga mengobrol sepanjang perjalanan, banyak yang mereka bicarakan, dari pertama kenal dan sampai memiliki tiga anak.


Tepat pukul sebelas malam mobil yang di kemudikan ardian sampai di kediaman bagaskara, nyonya rania belum tidur karena bunga memberitahukan sedang di perjalanan pulang.


Setelah mendengar keributan di teras, tuan tama dan nyonya rania langsung keluar kamar dan menghampiri keluar rumah.


''Malam sekali sampai nya, bukannya besok lagi ajah pulangnya. ''


ucap tuan tama saat menghampiri ke depan rumah.


''Udah papah, yang penting anak anak kita dan cucu kita selamat sampai tujuan, mana cucu cucu mamah?? ''


ucap nyonya rania yang gak sabar untuk melihat cucu cucu nya yang super aktif dan baru sehari gak bertemu sudah kangen sekali.


Ardian tidak menjawab, dia malah membuka pintu mobil belakangnya dan terpampang pemandangan indah yang terlihat.


''Mereka sering ribut, tapi mereka saling menyayangi, kelak akan menjadi anak anak yang membanggakan kita dan membuat kita bangga sebagai orang tua yang mendampingi pertumbuhan mereka dan menyaksikan kesuksesan ketiganya. ''


ucap tuan tama dan ardian mengangguk.


Nyonya rania menangis bahagia dengan semuanya dan memeluk bunga dengan erat.


''Semua kebahagiaan di bawa oleh kamu bunga, terimakasih sudah hadir di tengah tengah keuarga bagaskara, mamah sayang kamu. ''


ucap nyonya rania dan bunga mengangguk.

__ADS_1


Tuan tama mengelus kepala bunga penuh kasih sayang, ardian sangat bersyukur memiliki bunga yang di terima baik di tengah tengah keluarga bagaskara.


''Mamah langsung gendong kei dan di bawa kekamar yah, kalian istirahat yah, ini sudah malam soalnya. ''


ucap nyonya rania yang menggendong keizha.


Tuan tama menggendong kayla dan ardian menggendong kalandra, bunga menutup pintu mobil dan segera menuju kamar untuk istirahat karena tubuhnya juga sangat lelah.


''Mas segarkan tubuhnya yah, aku mau buatkan teh hangat buat kamu. ''


ucap bunga saat ardian masuk kedalam kamar dan ardian mengangguk.


Beberapa menit kemudian ardian selesai menyegarkan tubuhnya dan bunga sudah duduk menunggu dengan teh di hadapannya untuk ardian.


Bunga memberikan teh hangatnya dan ardian langsung menerima teh nya dan meminumnya.


''Besok kayanya bakalan siang kita bangunnya, mas lelah sekali sekarang tubuhnya. ''


ucap ardian saat setelah meminum teh hangatnya.


''Iya gak apa apa mas, yaudah kita istirahat yu sekarang, tubuh aku udah sangat lelah soalnya. ''


ucap bunga dan ardian mengangguk.


Ardian dan bunga merebahkan tubuhnya di ranjang dan tak lama mereka terlelap karena memang tubuhnya lelah setelah kurang lebih enam jam berada di dalam mobil tanpa istirahat karena memang sudah malam dan ardian ingin cepat sampai rumah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..........................


***Hai kakak kakak semuanya yang selalu setia mendukung ceritanya '' DOA DALAM KESENDIRIAN '' , untuk season ini di tamatkan yah dan akan berlanjut season kedua yang menceritakan anak anaknya bunga dan ardian, keromantisan bunga dan ardian walaupun anak anaknya sudah dewasa, yuk ikuti ceritanya di season kedua, apakah bunga akan menambah anaknya kembali atau tidak, semua akan di ceritakan di season kedua.


Selalu mendukung ceritanya yah, like dan komentarnya sangat di tunggu sekali, season kedua tetap di lanjut di judul cerita ini yah kakak kakak, semoga besok bisa langsung UP.


TERIMAKASIH.


🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘***

__ADS_1


__ADS_2