Doa Dalam Kesendirian

Doa Dalam Kesendirian
Menjemput bunga


__ADS_3

Satu minggu sudah bunga tinggal di rumah nenek dan kakek, bunga tidak jadi pindah ke pondok dan memutuskan tinggal di rumah nenek dan kakek, nanti setelah melahikan baru bunga akan pindah.


Di desa sangat membuat bunga nyaman namun untuk kebutuhan hamilnya begitu susah dan harus menuju kota memakan waktu satu jam.


Bunga sudah satu minggu tinggal di desa, bunga ikut dengan kakek untuk menanam sayuran kembali, dengan cekatan bunga membantu.


di perusahaan bagaskara saat ini....


Ardian terdiam dan memikirkan mengapa bunga sudah tiga hari tidak masuk dan ardian memanggil rama ke ruangannya.


''Rama, kamu tahu tidak bunga kemana, nomer nya gak aktif dan susah di hubungi. ''


ucap ardian saat rama masuk kedalam ruangannya.


''Saya kurang tahu pak, soalnya saya gak ke rumah bunga. ''


''Kita ke rukah bunga dan kita jempu bunga biar dia mau masuk kerja dan sekalian juga agar saya tahu keadaannya bagaimana. ''


ucap ardian dan rama mengangguk.


Ardian berjalan menuju lobi di ikuti oleh rama di belakangnya, mobil sudah siap di depan pintu masuk dan membuat ardian tidak menunggu lama.


Ardian mengalami ngidam namun tidak sadar, di saat bunga tenang, ardian pun akan tenang namun ketika bunga mual dan muntah, ardian akan sama mual dan muntah, sungguh hal unik yang ardian tidak sadari.


Di dalam mobil saat ini ardian hanya bisa terdiam.dan merasakan sesuatu di hatinya hilang namun ardian menepisnya dan tetap tenang.


Dua puluh menit kemudian mobil sampai dan ardian keluar mobil tanpa menunggu rama membuka kan pintunya.


''Bunga.....bunga.....''


ucap ardian sambil menggedor gedor pintu rumah bunga namun tidak ada sahutan dari dalam rumah.


''Sepertinya bunga sedang keluar tuan, lebih baik kita kembali ke perusahaan karena ada meeting penting tiga puluh menit lagi tuan. ''


ucap rama yang menghampiri ardian.


''Kamu sajah yang gantikan, saya akan menunggu bunga sampai pulang. ''


ucap tegas ardian dan membuat rama menghembuskan nafasnya.


''Tuan anda akan ada penandatanganan kontrak dan itu tidak bisa di wakilkan, bagaimana kalau istri saya yang menunggu bunga sampai datang?? ''


ucap rama dan ardian terpaksa mengiyakannya.


Ardian dengan langkah gontai meninggalkan rumah bunga dan masuk kedalam mobilnya, ardian terus berfikir dimana bunga saat ini.


Di desa saat ini.....


Bunga sedang duduk di teras rumah nenek dan kakek sambil memangku leptop di tangannya, bunga sedang mengambil pekerjaan untuk membuka data file yang terblokir dan imbalannya bunga mendapatkan uang sebagai hasilnya.


''Ahirnya harus kerja lagi begini deh. ''


ucap bunga sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


Bunga memberikan uang pada nenek untuk bekal sehari hari, awalnya nenek menolak namun saat bunga merayu dan sedikit memaksa, nenek ahirnya menerimanya.


''Nenek kalau mau ke kota, naura ikut yah. ''


ucap bunga dan nenek mengiyakannya.


''Kenapa aku pengen ice cream yah, disni mana ada yang jual ice cream. ''


gumam bunga sambil membayangkan ice cream kesukaannya, bunga mengelus perut datarnya.


Di tempat lain.....


Setelah ardian meeting dia langsung membayangkan ice cream dan langsung meminta rama memesankan untuknya.


''Kenapa tiba tiba ingin ice cream yah, aku paling anti dengan ice cream. ''


ucap ardian sambil membayangkan lelehan coklat di atas ice cream nya.


Rama datang ke ruangan dengan membawa satu cup ice cream, mata ardian berbinar seperti menemukan berlian dan langsung memakannya begitu rama menyajikannya di meja.


''Tuan ini aneh sekali, dari kemarin permintaannya sangat konyol. ''


gumam rama dalam hatinya dan rama langsung pamit keluar dari ruangan ardian.


Sebelum rama keluar ruangan ardian meminta rama mencarikan sekertaris baru sementara untuk menggantikan bunga dan dia meminta seorang laki laki, ntah kenapa ardian merasa risih melihat wanita saat ini dan rama mengiyakannya.


Di desa saat ini......


nenek ikut menemani tapi kakek memilih ke ladang melihat tanaman sayurannya.


''Neng, memangnya neng mau beli apa ke kota, di toko grosir memangnya gak ada?? ''


ucap nenek saat bunga berjalan beriringan dengannya.


''Gak lengkap nek terus harga kebutuhan sangat mahal sekali, lebih baik kita ke kota sekalian aku juga mau beli keperluan lainnya buat stock. ''


jawab bunga dan nenek menganguk.


Bunga dan nenek menaiki mobil angkutan umum yang tebuka bagian belakang, selama dalam perjalanan bunga terus tersenyum melihat pemandangan di hadapannya, seakan mengerti dengan kesenangan ibunya, janin di perut bunga anteng dan tidak membuat bunga mual.


Satu jam perjalanan ahirnya mobil berahir di kota, bunga membayar tagihan ongkosnya dan menggandeng nenek menuju toko toko di kota.


Nenek memilih barang yang di inginkannya dan meminta untuk sekalian menyetok dan untuk kakek juga, bunga langsung memilih semua kebutuhannya sampai membeli sepuluh dus susu ibu hamil dan membeli berbagai macam snack.


Setelah puas dengan belanja, bunga membawa nenek untuk makan siang namun nenek menolaknya dan meminta makannya di bungkus agar bisa di makan sekalian dengan kakek dan bunga menyetujuinya.


Bunga berbelanja dengan semuanya dengan menggunakan kartu debet nya, tapi bunga tidak menarik uang karena uang simpanan nya masih ada dan sangat cukup.


Tiga jam sudah bunga dan nenek menghabiskan berbelanja di kota dan saat ini bunga mencarter satu mobil menuju desa, karena bunga dan nenek berbelanja sangat banyak.


''Neng, makasih yah sudah membelanjakan nenek dan kakek, banyak lagi belanjaannya. ''


ucap nenek saat di perjalanan pulang di dalam mobil.

__ADS_1


''Gak apa apa nenek, naura juga kan makasih ke nenek karena nenek dan kakek mengijinkan naura tinggal di rumah nenek, ini semua hadiah buat nenek. ''


jawab bunga dan nenek tersenyum.


Satu jam perjalanan bunga dan nenek sampai di rumah, kakek langsung membantu membawa barang barang belanjaan.


''Neng naura kakek sudah bersihkan pondoknya, neng mau lihat gak?? ''


ucap kakek dan bunga langsung mengangguk dan membawa makanan yang tadi di beli untuk di makan bersama nenek dan kakek di pondok.



''Waaah pondoknya sejuk sekali kakek.....''


ucap bunga saat sampai di pondok dan langsung masuk lalu berkeliling pondok.


''Kakek suka lihat neng kalau di ladang mainin komputer kaya kebingungan, jadi kakek tadi merapihkan pondok biar neng gak usah ke ladang kalau mau main komputer, disini ajah mainnya. ''


ucap kakek dan bunga mengangguk.


''Apa naura boleh tinggal disini kek?? ''


tanya bunga dan kakek mengangguk mengiyakannya.


''Makasih kakek, naura senang banget deh. ''


ucap bunga dan kakek tersenyum melihatnya.


''Sudah sudah, kita makan siang dulu yah, biar tenang mengobrolnya dan kita bisa ada tenaga untuk membawa barang barang neng naura. ''


ucap nenek sambil menyajikan makanannya dan bunga juga kakek langsung mengangguk.


''Makan enak, tumben ibu masak makanan gini. ''


ucap kakek sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


''Bukan ibu yang masak tapi beli tadi di kota, ibu ingat bapak sangat menyukai daging bumbu jadinya di bungkus ajah biar makan sekalian. ''


ucap nenek dan kakek langsung mengangguk.


Bunga menjadi terharu melihat kakek dan nenek begitu lahap memakan daging nya, saat ini perut bunga begitu mual dan dia langsung pergi keluar pondok dan mengisyaratkan nenek dan kakek untuk melanjutkan makannya.


.


.


.


.


.


........................

__ADS_1


__ADS_2