
Saat ini di kediaman rumah bagaskara sedang sibuk setelah suster menghubungi kalau bunga akan melahirkan.
''Mamah siapkan perlengkapan bayinya yah, papah mau membangunkan kal dan kay dulu. ''
ucap tuan tama dan nyonya rania langsung menuju kamar bunga.
Kalandra dan kayla akan di bawa menuju rumah sakit, karena mereka berdua akan mengamuk kalau di tinggalkan di rumah oleh opah dan omah nya.
Kalandra dan kayla langsung terbangun saat tuan tama membangunkannya.
''Ayo ganti pakaiannya yah dan pakai jacket nya juga, opah tunggu di bawah. ''
ucap tuan tama dan keua cucunya mengangguk.
Setelah semua selesai bersiap, tuan tama langsung membawa istri dan kedua cucunya menaiki mobil yang sudah di siapkan oleh supir.
Di rumah sakit saat ini bunga sedang berjalan jalan kaki sambil merasakan sakit di perutnya yang terus terusan sakitnya bertambah.
Di ruangan perawatan ardian saat ini, tangan ardian mulai bergerak dan membuat suster langsung memanggil dokter hari yang kebetulan sedang praktek malam ini.
Dokter hari langsung memeriksa ardian dan dokter hari bernafas lega karena ardian merespon semua tindakannya.
''Ceptlah bangun ardian, istrimu sedang kesakitan saat ini, om yakin kamu tidak akan membiarkan istri kamu merasakan kesakitannya sendiri, bangunlah dan buka mata kamu, jangan sampai laki laki lain yang mendampingi bunga melahirkan.''
ucap dokter hari dengan lantangnya dan membuat tangan ardian bergerak gerak dan tak lama mata ardian mengerjap.
Dokter hari langsung memeriksa kembali dan ahirnya ardian sudah sadar sepenuhnya.
Ardian menatap sekeliling ruangannya saat ini dan tersenyum saat dokter hari senyum terhadapnya.
''Bangun ardian, cepat pulih karena saat ini bunga sedang kesakitan dan butuh kamu. ''
ucap dokter hari dan ardian langsung terbangun dan duduk.
''Dimana bunga om sekarang, ardian mau menemuinya sekarang dan apa yang terjadi dengan bunga?? ''
ucap ardian dan dokter hari membuka selang oksigen di hidung ardian.
Dokter hari tidak menjawab, dia memerintahkan suster membawa kursi roda untuk ardian dan suster langsung mengambil kursi roda.
Ardian langsung di bantu untuk duduk di kursi roda, suster langsung membantu mendorongnya untuk menghampiri bunga.
Bunga saat ini sedang berdiri dan berpegangan pada pegangan berangkar, bunga terus menangis menahan sakit perutnya, saat melahirkan pertama, nenek selalu mengurut punggung bunga dan menenangkan bunga, namun saat ini bunga hanya bisa menangis merasakan sakitnya akan melahirkan sendiri.
Ardian menangis sendu melihat bunda sedang kesakitan, infus di tangannya di lepas oleh dokter hari dan ardian berusaha bangkit untuk menghampiri bunga.
Ardian berhasil berjalan menghampiri bunga yang memunggunginya dan bunga belum sadar ada ardian di belakangnya, saking fokus merasakan sakit di perutnya, bunga tidak menyadari sekitarnya.
__ADS_1
Ardian memegang pundak bunga dan bunga langsung terdiam, ardian memutar tubuh bunga dan saat bunga berhadapan dengannya, bunga langsung terdiam dan tak lama bunga menangis dan ardian membawanya kedalam pelukannya.
''Maafkan mas yah karena baru menemani kamu di masa sulit. ''
ucap ardian sambil mencium kepala bunga dan bunga terus menangis di dadanya ardian.
''Akhhh......sakiiit......''
ringis bunga dan pas dengan air ketuban pecah ardian langsung panik dan bunga langsung di papah menuju ruang persalinan.
''Ketubannya sudah pecah dan pembukaan lahirannya sudah sempurna, ibu harus dengarkan semua yang saya ucapkan yah. ''
ucap dokter dan bunga mengangguk.
Ardian memegang tangan bunga dan terus mencium kening bunga, memberikan bunga kekuatan untuk melahirkan anaknya kedunia.
''Ayo sayang kamu bisa, mas ada disini menemani kamu, sesuai keinginan kamu. ''
''Sakiit mas, akhhh.....''
ucap bunga sambil mencengkram tangan ardian dan dengan satu kali mengejen lahirlah bayi yang cantik.
Bunga langsung lemas dan terdiam, dokter langsung menidurkan bayi bunga di dadanya dan tak lama bayi nya sampai ke area dada bunga, setelah selesai bayi nya bunga di bawa untuk di bersihkan, suster menjahit luka robek pada bagian inti bunga, ardian dengan setia menemani bunga.
Ardian keluar dari ruangan bunga dan membuat kedua orang tuanya kaget saat melihat ardian sudah sadar, ardian langsung menghampiri kedua orang tuanya.
''Ahirnya kamu sadar ardian, mamah takut sekali karena kamu koma nya sangat lama. ''
ucap nyonya rania dan tuan tama hanya bisa menangis bahagia dan mengelus punggung ardian.
Ardian tersenyum menatap kedua anaknya yang sedang menatap ke arahnya, ardian melepaskan pelukan mamahnya dan ardian langsung berlutut lalu merentangkan tangannya, kalandra dan kayla langsung memeluk ardian dan menangis.
''Ayah, jangan pergi lagi dan jangan meninggalkan kay lagi yah. ''
ucap kayla dengan sesegukan dan membuat ardian melepaskan pelukannya dan menghapus air mata kayla.
''Iya sayang, ayah janji gak akan pergi lagi dan ayah akan menemani kalian semuanya, terutama anak ayah yang paling cantik ini. ''
ucap ardian sambil menggendong kayla dan kayla langsung mengalungkan tangannya di leher ardian.
Tuan tama dan nyonya rania langsung masuk kedalam ruangan persalinan bunga dan tersenyum saat bunga sedang berbaring dan melihat bayinya tertidur di box bayi.
''Bayi nya laki laki atau perempuan?? ''
ucap tuan tama saat ikut masuk ke ruangan bunga.
''Bayinya perempuan tuan, kami permisi karena harus menyiapkan ruangan untuk nyonya bunga dan bayi nya. ''
__ADS_1
ucap suster dan tuan tama mengangguk.
Nyonya rania tersenyum dan menggendong bayi mungil di hadapannya, bunga masih tertidur karena kelelahan dan tangannya terpasang infusan.
''Cantik yah bayinya papah dan mirip ardian. ''
ucap nyonya rania sambil menatap cucu ketiganya yang terlelap.
Ardian masuk kedalam ruangan bunga dengan menuntun dua anaknya, kayla begitu senang karena adiknya perempuan sedangkan kalandra biasa ajah karena dia memang gak terlalu suka kehebohan.
bunga langsung di pindahkan ke ruangan rawat ardian karena berangkar tidur ardian besar dan cukup di pakai tidur berdua.
''Kamu sudah menyiapkan nama untuk putri kecil kamu ardian?? ''
ucap nyonya rania dan ardian menggelengkan kepalanya.
''Mamah ajah yang memberikan nama untuk putri ketiga ardian dan bunga. ''
ucap ardian dan nyonya rania langsung tersenyum senang.
Ardian langsung masuk kedalam kamar mandi dan menyegarkan tubuhnya, dokter hari sudah mengambil sample darah ardian untuk di cek di laboraturium, hasil pemeriksaan medis ardian semua bagus dan ardian dinyatakan sembuh, ardian akan keluar dari rumah sakit bersama dengan bunga nantinya.
Kayla dan kalandra saat ini tertidur di berangkarnya ardian dan tertidur di samping bunga yang sedang tertidur.
Ardian keluar dari kamar mandi dengan keadaan tubuh yang sudah segar dan ardian langsung memakan makanan yang di siapkan rumah sakit untuknya.
''Makanlah ardian, nanti saat di rumah mamah akan masakkan makanan kesukaan kamu yah. ''
ucap nyonya rania dan ardian mengangguk lalu memakan makanannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
....................
__ADS_1