
Dua minggu sudah bunga benar benar seperti orang sakit, ardian benar benar memperlakukannya sangat berlebihan, ardian benar benar menjaga bunga di rumah selama dua minggu, ardian sampai kerjaannya di bawa ke rumah dan dengan terpaksa rama yang bulak balik kantor dan kediaman bagaskara.
Hari ini adalah jadwal bunga untuk medical cek up setelah dua minggu bedrest total, saat ini bunga sedang duduk manis di dalam mobil menuju rumah sakit.
''Mas ardian, aku merasa sedang sakit parah loh sekarang, padahal aku baik baik ajah dan udah normal kan. ''
keluh bunga dan ardian hanya tersenyum.
''Kamu lupa yah kalau dokter bilang kamu di larang aktifitas yang berat dan harus diam di ranjang, mas hanya menjalankan semua perintah dokter, semua demi kebaikan kamu dan calon anak kita, kamu ngerti kan sayang?? ''
ucap ardian dan alana hanya bisa menggerutu kesal di hatinya.
''Mas tau gak dua minggu aku sangat penuh kebosanan tau, dieum di kamar terus dan paling lihat pemandangan ajah dari balkon, ke kamar mandi mau pipis ajah di gendong, mandi di mandikan loh sama kamu, aku seperti sedang sakit parah. ''
ucap bunga kembali dan ardian hanya mengelus kepala bunga.
''Kamu bosan melihat suami kamu selama dua minggu full terus menemani kamu, begitu kah?? ''
''Bukan bosan melihat kamu mas, tapi bosan karena setiap hari di kurung di kamar, mamah kan bilang bisa keluar kamar dengan menggunakan kursi roda, tapi kamu malah melarang dan beralasan gak baik untuk kesehatan aku. ''
''Udah jangan protes terus, sekarang kamu sudah keluar rumah dan kita akan memeriksa kehamilan kamu, kalau hasilnya baik semuanya, kamu boleh beraktifitas di luar kamar dengan catatan gak boleh cape. ''
''Iya mas ardian, aku hanya bisa patuh. ''
''Pintar sekali istrinya ardian bagaskara ini. ''
ucap ardian sambil mencium kepala bunga yang bersandar di bahunya.
Bunga saat ini sedang memainkan dasi ardian sambil bersandar di bahunya, jalanan sedikit macet dan membuat bunga hanya bisa bermain main dengan dasi ardian dan ardian sedang melakukan sambungan telphone nya entah dengan siapa ardian berbicara, bunga hanya asik dengan kegiatannya saat ini.
Ardian tersenyum setelah menutup panggilan telphone nya dan melihat bunga sedang bermain main dengan dasinya.
''Bosan yah kamu....?? ''
ucap ardian sambil merangkul bunga dan bunga hanya menggelengkan kepalanya.
''Selama di sisinya mas ardian, aku gak akan pernah bosan mas. ''
jawab bunga dan ardian mengacak rambut bunga.
Setelah hampir satu jam di dalam mobil dengan kemacetannya, mobil ahirnya sampai di rumah sakit dan rama sudah mengatur pertemuan dengan dokter jadi saat ini bunga dan ardian tinggal masuk kedalam ruangan pemeriksaan.
''Selamat siang tuan, semua sudah selesai di atur dan saat ini anda dan juga nyonya tinggal masuk kedalam ruangan dokter spesialis, karena dokter sudah menunggu kedatangan anda dan nyonya. ''
ucap rama dan ardian mengangguk.
Bunga keluar dari mobil dan ardian langsung merangkul pinggangnya bunga, bunga tersenyum sedikit menunduk pada rama dan rama membalas dengan tersenyum dan mengangguk.
Ardian begitu posesif dengan merangkul pinggang bunga, namun bunga sudah enjoy dengan semua perlakuan ardian.
__ADS_1
Di dalam ruangan seorang dokter spesialis kandungan menyambut kedatangan bunga dan ardian, bunga langsung di ajak menuju brangkar dekat alat untuk USG, suster langsung membimbing bunga dan ardian membantu merebahkan tubuh bunga.
Setelah suster mengoleskan cairan gel untuk USG dokter langsung melakukan USG dengan menggerakan alat di bagian bawah perut bunga.
''Lihat ini adalah janinnya yah, usianya memasuki minggu ke delapan dan sudah terlihat gak seperti saat USG enam minggu. ''
ucap dokter dan bunga langsung menatap layar, bunga tersenyum melihatnya, sedangkan semua ini pengalaman pertama ardian mengantar bunga dan ardian begitu tidak percaya, ada janin di perut bunga dan itu adalah darah dagingnya.
Bunga langsung di bantu untuk merapihkan kembali bekas USG dan di bantu berjalan menuju meja dokter untuk berkonsultasi.
''Keadaan janinnya sudah kuat yah ibu saat ini, saya hanya menyarankan agar tetap menjaga aktivitasnya, karena riwayat pendarahan ibu untuk kehamilan saat ini, saya akan menjadwalkan rutin setiap bulannya untuk pemeriksaan kehamilannya, peran suami akan sangat membantu kelangsungan kehamilan nya, sampai usia kandungan enam belas minggu, kondisi ibu harus benar benar di jaga yah, karena masih sedikit rentan walaupun janin saat ini sudah baik baik ajah. ''
ucap dokter dan bunga mengangguk.
''Ada yang di tanyakan lagi?? silahkan tanyakan sajah jangan sungkan. ''
ucap dokter dan alana menggelengkan kepalanya.
''Cukup dokter dan terimakasih. ''
ucap bunga dan dokter langsung memberikan resep obat untuk di konsumsi oleh bunga.
Bunga dan ardian langsung pamit keluar dari ruangan dokter dan ardian langsung menggandeng bunga menuju apotek untuk menebus obatnya bunga.
Setelah obat sudah di tangan ardian, ardian langsung membawa bunga untuk keluar dari rumah sakit.
''Kita ke kantor mas dulu yah sayang, gak apa apa kan kamu ikut?? ''
Ardian dan bunga langsung keluar dari rumah sakit menuju lobi utama rumah sakit, rama sudah siap dan membuka kan pintu mobil agar ardian dan bunga langsung masuk.
''Kita ke kantor sajah langsung rama. ''
ucap ardian saat rama memasuki mobil dan rama mengangguk lalu menjalankan mobilnya menuju perusahaan.
Bunga hanya bisa menatap jalanan saat ini, bunga begitu senang dan sedikit sedih hatinya, saat ini dia akan di ajak menuju perusahaan tempat dia bekerja dahulu sebagai sekertaris presiden direktur, namun saat ini dia malah menjadi istri dari presdir.
Dua puluh menit kemudian mobil sampai di lobi utama perusahaan, ardian langsung menggandeng bunga dan membawanya masuk untuk menuju perusahaannya.
Di kediaman bagaskara saat ini....
Saat ini kedua anak bunga dan ardian sedang membuat penemuan yang sangat menarik, kedua anak itu bersatu dan membuat sebuah penemuan untuk membuat tanaman yang di buat kecil namun berbuah lebat.
Kayla membuat sebuah cairan untuk menyiramnya setelah tanaman di cangkok dengan alat yang di buatkan oleh kalandra.
''Omah, tanaman ini setelah selesai di cangkok hanya menunggu dua bulan untuk berbuah, nanti kita bisa mencoba rasa dari buahnya yah. ''
ucap kayla dan nyonya rania tersenyum senang.
Tuan tama menghampiri dan memberikan sebuah hadiah untuk kalandra dan kalandra langsung menerimanya.
__ADS_1
''Ini hadiah untuk kal yah opah?? ''
tanya kalandra saat menerima kado nya dan tuan tama mengangguk.
Kalandra dengan semangat dan senangnya langsung membuka hadiahnya dan kalandra senang saat melihat sebuah leptop di dalam kotak hadiahnya, kalandra langsung memeluk tuan tama dan berterimakasih.
''Makasih opah, kal sangat senang sekali dan kal akan menggunakannya dengan sangat baik. ''
ucap kalandra dan tuan tama mengangguk.
''Maaf yah sayang, kemarin opah hanya membelikan hadiah nya kayla dan kamu gak opah belikan, karena kata kayla kamu mau leptop tapi ibu melarang, makanya opah merayu ibu kamu dulu, setelah dapat ijin dari ibu kamu, baru opah belikan, manfaatkan sesuai kebutuhan kamu dan sesuai keperluan yah, jangan macam macam kal dan jangan buat opah kecewa karena menuruti keinginan kamu. ''
ucap tuan tama dan kalandra langsung mengangguk senang.
Kayla menghampiri dengan membawa sebuah tanaman di tangannya, tuan tama langsung menerimanya dan menyimpan di dekat kursi taman.
''Bunga di taman rumah kita jadi tumbuh dengan lebat dan semua karena kayla, anak itu hebat sekali. ''
ucap tuan tama sambil menatap kayla yang sedang melukis dengan cat air di tangannya setelah memberikan tanaman pada tuan tama.
''Benar papah, kedua cucu kita hebat sekali, sekarang kalandra sudah di belikan leptop nya dan bunga bilang kalau kalandra menguasai dunia hacker karena kalandra sering membuka catatan di leptop bunga secara diam diam, padahal bunga selalu mengubah sandinya tapi kalandra bisa membuka sandi itu. ''
ucap nyonya rania dan tuan tama tersenyum.
''Mamah kan tahu sendiri, kalau kedua cucu kita hanya dengan membaca, mereka akan langsung mengerti dan menguasai, kemarin ardian memberikan buku tentang bisnis dan kalandra membacanya, entah apa yang di perbuat kalandra, ardian sampai tercengang dengan semua tindakan kalandra. ''
''Oh iya papah, bulan depan kedua cucu kita ulang tahun ke delapan, mamah udah memberitahukannya pada bunga, kalau mamah akan merayakan pesta untuk kedua cucu kita dan sekalian penyambutan calon cucu kita yang ada di dalam kandungan bunga. ''
''Atur semua sama kamu mah dan ingat jangan libatkan bunga, papah gak mau bunga pendarahan lagi, dia sangat rentan saat ini dan ardian menjaganya dengan sangat ketat. ''
''Baik papah, mamah juga sudah bilang pada bunga dan mamah akan mengatur semua tanpa melibatkan bunga, ardian sudah mewanti wanti soalnya, dia gak mau kalau bunga kelelahan. ''
ucap nyonya rania dan tuan tama hanya mengangguk dan tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.............................