Doa Dalam Kesendirian

Doa Dalam Kesendirian
S2 - Pasrah Dengan Keadaan


__ADS_3

Setelah satu hari di rawat, kayla diijinkan pulang dan kayla pun diminta cuti sementara oleh ardian, karena ardian tidak mau melihat kayla sampai kesusahan saat praktek.


''Jangan cemberut gitu yah, semua ayah lakukan untuk kebaikan kamu dan kandungan kamu, ayah gak mau ada korban lagi seperti adik kamu karena ibu kamu yang gak mau berhenti dari aktivitasnya. ''


ucap ardian saat kaylakayla cemberut.


''Iya terserah ayah ajah, kan ayah pemilik rumah sakitnya dan kay juga akan menurut. ''


ucap kayla sambil bersiap untuk kepulangannya.


''Tuhan, aku hanya bisa pasrah untuk semua keputusan yang ayah ucapkan, pasrah juga dengan semua keadaan aku. ''


gumam kayla saat berjalan di gandeng oleh ardian karena rafqy tiba tiba ada meeting yang mendesak dan tidak bisa di wakilkan.


''Ayah aku mau ke pulau hayalan, boleh gak?? ''


''Gak bisa sayang, kandungan kamu masih rawan dan perjalanan menuju pulau hayalan memakan waktu yang sangat lama, itu gak baik untuk janin kamu, jangan egois yah sayang kamu harus memikirkan bayi yang ada di dalam kandungan kamu juga. ''


''Baik ayah kay nurut. ''


jawab kayla pasrah karena kalau ardian berkata tidak itu harus di turuti mau tidak mau suka atau tidak suka.


Kayla hanya diam dan bersandar di bahu ayahnya, ardian hanya tersenyum dan mengelus kepala kayla.


''Ayah akan menjaga kamu dan kandungan kamu sayang, ini adalah keturunan kedua keluaga bagaskara, walaupun ada rafqy tapi tetap semua belum sempurna. ''


gumam ardian sambil mengelus kepala kayla.


Dua puluh menit kemudian mobil sampai di kediaman kayla dan rumah begitu ramai dengan sambutan meriah dari kedua keluarga, kayla tak henti hentinya tersenyum dan bahagia dengan semua nya.


''Rafqy sedang di perjalanan, ayo kita masuk yah karena mamah dan ibu kamu sudah menyiapkan makanan kesukaan kamu. ''


ucap aira yang melihat wajah sendu kayla karena mencari suaminya.


Kayla di gandeng ibu dan mertuanya masuk kedalam rumah, di rumah begitu ramai, hanya kalandra dan kahfi yang tidak terlihat.


Kayla berbinar saat melihat makanan kesukaannya dan semua langsung makan karena kayla langsung mengajak makan, makan pun tidak di meja makan tapi lesehan di ruang keluarga dan untuk saat ini ardian membebaskan mengobrol saat makan karena saat ini keluarga begitu ramai.


Kayla begitu lahap memakan makanannya dan sesekali ardian menghapus sisa makanan yang menempel di area dagu kayla.


Di toko milik eka saat ini....


Satu hari setelah kejadian fasha yang mengaku kekasihnya eka, mamahnya eka menteror setiap hari menanyakan tentang fasha.


''Tuhan dosa apa yang aku perbuat di masa lalu, sampai aku harus berurusan dengan orang licik bernama fasha, apa mungkin aku harus pasrah dengan semua keadaan saat ini, karena berontak pun aku gak mampu. ''


ucap eka sambil bersandar pada sandaran kursi kerjanya.


Pintu di ketuk dan salah satu pegawai toko masuk lalu memberitahukan kalau di luar ada tamu untuk eka.


Eka langsung keluar dari ruangannya menuju area toko, eka langsung menangis dalam diam saat melihat fasha datang dengan mamahnya.


''Ya ampun, aku harus sabar menghadapi semua permainan laki laki gila itu. ''


gumam eka sambil berjalan menghampiri mamahnya.


''Loh kok kamu cemberut sih mamah sama calon suami kamu datang. ''

__ADS_1


ucap mamahnya eka dan eka hanya diam.


''Mamah udah berapa kali eka bilang, dia bukan siapa siapa eka, kenal ajah engga. ''


ucap eka protes dengan ucapan mamahnya.


''Ayo kamu siap siap karena calon suami kamu mau ajak kamu makan siang. ''


''Iya sebentar, eka ambil tas dulu. ''


jawab eka pasrah dan membuat fasha senang dengan permainannya.


Ternyata mamahnya eka meminta eka dan fasha yang pergi makan, eka langsung kesal dengan semua ide mamahnya yang sangat merugikan untuk eka.


''Kita makan di kantorku sajah, aku lagi banyak kerjaan dan gak bisa di tinggal. ''


ucap fasha dengan nada dingin.


''Kenapa kalau sibuk malah ngajak makan siang?? ''


''Karena mamah kamu yang hubungi nomer saya dan mengajak makan siang, sebagai calon menantu yang baik yah aku harus nurut. ''


''Ngaca ngaca dong, siapa yang calon suami enak ajah kalau bicara. ''


ucap kesal eka dan membuat fasha langsung menatap tajam.


''Oh, kamu menolak saya begitu?? gak ada yang bisa menolak semua keputusan saya, kamu atau yang lainnya yah, kalau begini aku jadi semakin tertarik dengan permainan ini dan aku pastikan kita akan sampai ke pernikahan. ''


''Ogah, males banget menikah dengan laki laki sperti kamu dan cari wanita lain sana. ''


''Oh tidak bisa, permainan baru dimulai wanita aneh, kamu harus menerimanya, suka atau tidak suka. ''


ucap kesal eka dan beberapa saat kemudian mobil sampai di perusahaan fasha.


Fasha langsung meminta eka keluar mobil dan mengikutinya, eka langsung mengikuti dan malas untuk berdebat.


''Duduklah karena saya ada meeting, selesai meeting kita makan siang di ruangan ini. ''


ucap fasha saat masuk kedalam ruangannya, eka hanya menurut dan tidak berdebat.


Fasha langsung menuju ruang meeting dan jangan di tanya lagi tentang eka, dia tertidur pulas di kursi di dalam ruangan fasha.


Dua jam kemudian fasha baru selesai meeting dan makanan yang di pesan sudah ada di meja, betapa terkejutnya fasha melihat eka tertidur pulas di kursi di dalam ruangannya.


''Anak ini, bisa bisanya tertidur di ruangan saya dan sangat pulas lagi. ''


ucap fasha sambil memperhatikan eka dan fasha terdiam saat menatap wajah eka.


''Manis juga wanita aneh ini dan luu sekali kalau tertidur begini. ''


ucap fasha sambil menyelimuti bagian atas eka dengan jas nya dan fasha melanjutkan kerjaannya.


Selama mengerjakan kerjaannya fasha terus melihat ke arah eka dan eka masih tertidur pulas.


Satu jam kemudian eka duduk dan menatap sekitarnya, fasha belum ngeuh kalau eka sudah terbangun.


''Tuaan.... ''

__ADS_1


ucap eka memanggil pasha.


''Heummm.... ''


jawab fasha yang tetap fokus dengan kerjaannya.


''Saya lapar tuan, boleh saya pulang ajah ke toko. ''


ucap eka dan fasha menghentikan kerjaannya lalu menghampiri eka.


''Cuci muka sana dan kita makan disini karena saya sudah membelikan makanan untuk kita makan. ''


ucap fasha dan eka mengangguk lalu menuju sebuah ruangan yang di tunjuk oleh fasha.


Eka kembali menghampiri fasha dengan wajah yang lebih segar karena sudah mencuci mukanya, eka langsung memakan makanannya setelah fasha selesai membuka bungkusannya.


Eka makan begitu lahap dan tidak memperdulikan fasha yang memperhatikannya, sungguh perut eka sangat lapar dan tidak memperdulikan pandangan dari fasha.


''Kamu siap kalau saya menikahi kamu dalam waktu dekat ini?? ''


ucap fasha dan berhasil membuat eka tersedang dan fasha langsung memberikan air minumnya.


''Bisa gak kalau bicara itu di saring, aku gak mau menikah dengan kamu. ''


''Gak ada pilihan eka, mamah kamu sudah memamerkan aku pada setiap orang dan tetangga sekitar rumah kamu, mau mempermalukan mamah kamu dengan menolak lamaran saya?? ''


''Tuan yang namanya menikah itu satu kali seumur hidup dan saya mau menikah dengan laki laki yang saya cintai bukan dengan terpaksa. ''


''Saya juga sama lah, ingin menikah dengan wanita yang saya cintai tapi kamu harus memikirkan perasaan mamah kamu dan kamu siap siap jadi gunjingan seluruh tetangga dan mamah kamu akan menanggung malu kalau kamu menolak nya, fikirkan dan saya kasih waktu satu minggu yah buat kamu berfikir. ''


ucap fasha dan kembali melanjutkan makannya sedangkan eka langsung terdiam dan memikirkan masalahnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.........................


__ADS_2