
Saat ini kehamilan bunga sudah memasuki HpL dan hanya menunggu satu minggu untuk melahirkan babby nya, bunga juga sudah di sarankan untuk operasi karena salah satu bayinya sungsang dan bunga menyetujui untuk operasi.
''Neng udah packing pakaian bayi sama pakaian neng belum?? kan minggu depan neng akan melahirkan ke rumah sakit. ''
tanya nenek saat bunga sedang duduk dan mengelus perut buncitnya.
Tiba tiba perut bunga sakit dan bunga merasakannya begitu sakit.
''Nenek kenapa perut bunga sakit sekali. ''
ucap bunga sambil memegang perutnya dan nenek langsung memegang perutnya dan benar kalau bunga kontraksi.
''Kita ke bidan sekarang neng, sepertinya neng kontraksi sekarang. ''
ucap nenek dan bunga mengangguk.
Nenek langsung memanggil kakek dan nenek langsung membawa tas peralatan bayi nanti, kakek memapah bunga menuju keluar dan bunga akan di bawa ke bidan yang gak jauh dari rumah nenek.
Bunga langsung di tangani dan ternyata sudah pembukaan lima, bunga pun diminta untuk berjalan jalan sebentar menunggu pembukaan full.
''Ya tuhan, aku di desa ini hannya dengan nenek dan kakek, doa ku dalam kesendirian ku ini, hanya ingin melahirkan selamat dan tidak merepotkan kakek dan nenek. ''
ucap bunga sambil menitikan air matanya.
Tiga jam kemudian perut bunga sakit dan langsung di tangani kembali, pembukaan sudah full setelah bidan memeriksanya dan bunga siap melahirkan.
Beberapa saat kemudian babby pertama launching berjenis kelamin laki laki dan lima menit kemudian berjenis kelamin perempuan.
Tubuh bunga langsung tak sadarkan diri karena memang sangat lelah dan bunga tidak mau di infus.
Bunga langsung di tangani bidan dan kedua bayinya di tangani oleh asisten bidan.
Tepat pukul tujuh malam bunga baru membuka matanya dan membuat nenek juga kakek senang melihatnya.
''Neng sudah sadar syukurlah neng. ''
ucap nenek dan bunga mengangguk.
''Anak naura mana nenek??
''Itu di box bayi, kedua bayinya anteng neng, anak pertama laki laki dan kedua perempuan. ''
ucap nenek dan bunga mengangguk.
Bunga di bantu untuk duduk dan box bayi di dorong kehadapannya oleh nenek.
''Bayiku cantik dan tampan yah nek. ''
ucap bunga dan nenek mengangguk.
''Neng sudah siapkan nama untuk si kembar?? ''
tanya nenek dan bunga mengangguk tersenyum.
''Syukurlah kalau neng sudah menyiapkan nama. ''
''Kakek mana?? ''
''Kakek pulang dan besok pagi datang lagi kesini untuk menjemput kita. ''
''Neng makan dulu yah biar ASI nya lancar. ''
__ADS_1
ucap nenek sambil memberikan nampan berisi makanan dan bunga mengangguk menerima nampannya.
Nenek duduk sambil menatap kedua anaknya bunga, bayi mungil yang akan dia rawat seperti cucunya sendiri.
Bayi bunga yang perempuan menangis, nenek dengan sigap memberikan pada bunga dan langsung di berikan ASI, karena ASI nya bunga sudah keluar.
''Nikmatnya menjadi seorang ibu, saat awal kehamilan mual dan membuatku kesusahan, saat hamil menginjak sembilan bulan sangat sulit untuk berjalan karena perut sangat buncit, saat akan melahirkan kontraksi begitu sakit dan aku terus berjuang demi bertemu malaikat kecilku dan saat sudah lahir, aku memberikannya ASI untuk kehidupannya, semoga kelak kalian menjadi anak anak yang membanggakan dan kalian jadi anak anak yang memberi kebahagian untuk mamah. ''
ucap bunga sambil mencium kening babby girl nya.
Selesai memberikan ASI untuk bayi perempuannya, nenek langsung menidurkan di box dan memberikan bayi laki laki nya.
''Kamu mirip sekali dengan papah kamu sayang dan sangat mirip, bagaimana mamah bisa melupakan papag kamu kalau di hadapan mamah, ada ardian junior yang mirip sekali. ''
ucap bunga sambil menangis melihat bayi laki laki yang mirip.dengan ardian.
Setelah babby nya di berikan ASI, bunga kembali istirahat dan kedua bayi nya begitu tenang dan gak membangunkan tengah malam.
Di kediaman ardian saat ini......
Ardian selama tiga jam merasakan perut nya begitu sakit dan sekarang lebih nyaman karena sakitnya menghilang, ardian begitu lemas setelahnya dan tak lama ardian tertidur pulas.
Pagi hari menjelang.......
Tepat pukul tujuh pagi, ardian membuka matanya dan langsung membersihkan tubuhnya, karena dia akan ke perusahaan untuk meeting pagi.
''Pagi ardian, ayo sarapan dulu yah. ''
ucap mamahnya ardian saat ardian menghampirinya.
''Pagi juga mamah, mana papah?? tumben belum ada di meja makan. ''
''Papah kamu lagi olah raga di halaman belakang, sekalian pengen berjemur pagi katanya. ''
jawab mamahnya ardian dan ardian hanya mengangguk.
Ardian sarapan terlebih dahulu dan setelahnya ardian langsung pamit menuju perusahaan karena rama sudah datang menjemputnya.
''Rama, bagaimana pencariannya, apa masih berlanjut atau di berhentikan?? ''
tanya ardian saat rama masuk kedalam mobil dan menghidupkan mesin mobilnya.
''Setiap hari di cari tuan, tapi belum ada titik hasilnya sampai sekarang. ''
jawab rama dan ardian langsung menghela nafasnya.
''Kalian bekerja emang gak benar semua, selalu gak ada hasilnya. ''
''Maaf tuan, memang sulit menemukan bunga karena semua akses sekarang tertutup juga. ''
''Terserah kamu rama, pokonya jangan berhenti dan lanjutkan pencarian nya. ''
''Baik tuan. ''
Ucap rama patuh dan ardian hanya mengangguk dan menatap jalanan menuju perusahaan.
Di desa saat ini.....
''Kedua bayiku memang mirip dengan papahnya, tapi yang perempuan mirip siapa yah, kalian jahat sama mamah, mamah yang mengandung kalian, melahirkan kalian dan memberikan susu untuk kalian tapi kenapa wajah kalian gak ada mirip miripnya dengan mamah. ''
__ADS_1
ucap bunga saat melihat kedua bayinya tertidur setelah di berikan ASI oleh bunga.
''Neng kedua bayinya sangat tampan dan cantik, selamat yah neng naura. ''
ucap kakek yang baru tiba ke tempat bidan.
''Terimakasih kakek dan maaf naura merepotkan kalian lagi. ''
''Neng bilang apa sih, neng gak merepotkan kakek atau nenek, malah kami senang karena mendapatkan cicit baru dan langsung dua. ''
ucap kakek dan bunga hanya mengangguk tersenyum.
Bunga sudah di ijinkan pulang, babby yang laki laki di gendong nenek dan perempuan di gendong bunga, kakek kebagian membawa barang barang.
Setelah sampai rumah bunga dan nenek menidurkan bayinya di kasur tanpa ranjang, karena bunga takut kalau terlalu tinggi, bunga sengaja tidak membeli box bayi dan lebih nyaman satu kasur dengan kedua bayinya.
Handphone bunga berdering dan mila yang menelphone nya.
Panggilan terhubung....
''Hay naura.....''
''Hay mila, bagaimana keadaan doni sekarang?? ''
''Doni sudah sangat baik sekarang, aku mau kesitu dengan doni, mas rama ada perjalanan ke luar negeri dengan bos nya satu minggu, jadi aku mau kesitu sekalian pengen ketemu keponakan kembarku naura, kamu tunggu yah. ''
''Iya mila aku tunggu kamu, mila kalau bisa belikan aku susu menyusui terserah rasa apa, aku belum bisa ke kota, jahitan masih sakit. ''
''Beres itu nanti aku belikan banyak sekalian stock kamu juga yah, mau di belikan apa lagi?? ''
''Udah cuma itu ajah, peralatan babby ku sudah sangat kumplit ko. ''
''Yasudah aku tutup telphone nya naura, mas rama sudah datang, daah naura. ''
Panggilan terputus dan bunga menyimpan handphone nya di meja samping kasurnya, bunga tersenyum melihat kedua bayinya yang tertidur pulas setelah di berikan ASI.
''Lebih baik aku nyetok ASI deh, kan sudah menyiapkan freezer juga khusus ASI. ''
ucap bunga sambil beranjak dan menyiapkan botolnya.
ASI bunga begitu banyak setelah melahirkan dan membuat bunga tenang, karena dia bisa memberikan yang terbaik untuk kedua bayinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...............
__ADS_1