Doa Dalam Kesendirian

Doa Dalam Kesendirian
Nenek dan Kakek


__ADS_3

Bunga dan semua keluarga sudah sampai di kediaman bagaskara, kedua anaknya bunga langsung tidur setelah makan siang, bunga dengan setia mendampingi kedua anaknya untuk tidur.


Ardian mengetuk pintu kamar bunga dan masuk setelah bunga mempersilahkannya.


''Anak anak sudah tidur?? ''


tanya ardian saat menghampiri bunga yang sedang duduk di sisi ranjangnya.


''Sudah mas, lihat mereka berdua pulas tidurnya. ''


jawab bunga dan ardian hanya mengangguk dan langsung duduk di samping bunga.


''Kamu tahu bunga, selama delapan tahun ini saya sulit untuk terlelap tidur, bahkan harus minum obat tidur baru bisa pulas dan itu hanya tiga jam setiap malamnya, tapi saya merasakan tidur pulas lagi dan sangat nyenyak saat tidur di hotel dengan anak anak dan kamu, itu alami dan tanpa minum obat tidur, saat malam itu hati saya begitu tenang dan ringan sekali, gak seperti hari hari sebelumnya sebelum kalian datang, terimakasih banyak bunga untuk semua nya. ''


ucap ardian dan bunga mengangguk.


''Maafkan saya mas ardian karena gak mendengarkan penjelasan kamu, saat itu saya sangat sakit hati sekali, makanya langsung pergi tanpa mendengarkan obrolan kalian sampai tamat, maafkan saya mas. ''


ucap bunga dan ardian tersenyum dan mengiyakannya.


''Apa kamu sudah melupakan rasa untuk mencintai saya bunga, setelah delapan tahun kita terpisah?? ''


''Bagaimana saya bisa melupakan kamu mas, setiap hari bayangan kamu selalu ada di wajahnya kalandra, dia nempel terus ke saya. ''


''Apalagi saya bunga, malah setiap hari rasa sayang saya bertambah untuk kamu dan bodohnya saya saat itu, baru menyadari saat kamu pergi dari saya, betapa rasa cinta ini sangat besar terhadap kamu bunga. ''


Ardian langsung mencium kening bunga dan mengecup bibir bunga.


''Jangan tinggalkan saya lagi dan jangan bawa kedua anak saya pergi lagi, cukup delapan tahun kamu menyiksa saya. ''


ucap ardian dan bunga mengangguk.


''Kita ikut tidur siang yah, saya ngantuk banget soalnya bunga. ''


ucap ardian dan bunga mengiyakannya.


Ranjang saat ini berukuran besar dan sangat cukup di pakai berempat, ardian menghalangi sisi sebelahnya kalandra dengan guling dan ardian membawa bunga tidur dalam dekapannya.


Tak lama menunggu bunga dan ardian tertidur dengan saling memeluk, ardian begitu pulas tidurnya dengan memeluk tubuh bunga.


Handphone bunga berdering dan bunga langsung melihatnya, ternyata mila yang menghubungi.


Dalam panggilan telphone saat ini.....


''Hallo bunga....''


''Mila kamu kenapa dan kenapa kamu menangis?? ''


''Bunga maafkan aku yah baru mengabari, ini aku sama mas rama lagi di jalan menuju desa, kata pembantu rumah dia menghubungi kamu tapi gak ada jawaban terus dan dia menghubungi nomer aku, kakek dan nenek sekarang dalam keadaan yang kritis di rumah dan gak mau di bawa ke rumah sakit, kamu segera susul yah bunga dan maaf aku gak jemput kamu untuk barengan ke desa, mas rama bilang kamu pasti di antar tuan ardian, bunga cepat yah takut kita gak bertemu kakek dan nenek lagi. ''


''Baik mila aku akan segera pergi sekarang. ''


Panggilan berahir dan bunga kaget saat ardian sudah membuka matanya dan menatap bunga.


''Ada apa?? ''

__ADS_1


tanya ardian karena melihat raut wajah bunga yang berbeda.


''Aku harus ke desa sekarang, kakek dan nenek sakit dan mereka gak mau di bawa ke rumah sakit, mila dan kak rama sudah di perjalanan menuju desa. ''


jawab bunga dan ardian langsung duduk.


''Ayo siap siap, mas akan antar kamu ke desa. ''


''Tapi anak anak gimana mas, masa harus di bangunin sih kan kasihan lagi tidur pulas. ''


''Jangan bawa anak anak, ada mamah dan papah yang akan menjaganya, kamu siap siap yah mas tunggu di bawah dan mas mau bicara dengan mamah dan papah dulu. ''


ucap ardian dan bunga mengangguk.


Ardian menuju lantai satu menghampiri kedua orang tuanya dan bunga langsung bersiap siap.


Ardian mengetuk pintu kamar orang tuanya dan tuan tama membuka pintunya.


''Ada apa sih, ganggu ajah kamu itu ardian. ''


ucap tuan tama saat membuka pintu.


''Papah ini, ardian dan bunga mau ke desa, titip anak anak yah, kasihan kalau harus di ajak juga, mereka tidur pulas soalnya. ''


ucap ardian dan saat tuan tama akan menjawab nyonya rania muncul dan memotong ucapan suaminya.


''Kamu jangan bawa anak anak pergi, biarkan anak anak sama mamah ajah. ''


ucap nyonya rania dan ardian hanya menghela nafasnya.


jawab ardian karena bunga menghampirinya.


Bunga dan ardian langsung pamit dan mencium tangan kedua orang tuanya ardian, nyonya rania langsung menuju kamar bunga untuk menemani kedua cucunya yang sedang tidur.


Wajah bunga begitu terlihat cemas dan sangat ketakutan, ardian terus menggenggam tangan bunga untuk memberikan kekuatan dan agar bunga tetap tenang dan gak panik.


Lima jam kemudian mobil sampai di rumah kediaman kakek dan nenek, bunga langsung terdiam saat melihat kediaman nenek begitu ramai, bunga masuk dan langsung pingsan karena melihat dua jenazah, ardian dengan sigap menggendong bunga dan rama langsung membuka pintu kamar untuk membaringkan tubuh bunga.


''Kamu sudah mengurus pemakamannya?? ''


tanya ardian saat rama berdiri di hadapannya.


''Sudah tuan dan besok pagi pemakamannya, karena sekarang sudah terlalu malam. ''


jawab rama dan ardian mengangguk.


Rama pamit keluar kamar dan ardian mengiyakannya, ardian terus menghirupkan aromatherapi di hidungnya bunga, agar bunga secepatnya sadar.


Di kediaman bagaskara.....


Kalandra dan kayla tidak rewel saat bunga dan ardian pergi tanpa pamit pada kedua anaknya, kedua anak itu sibuk bermain dengan opah dan omahnya, saat ini kayla sedang di kepang oleh omahnya dan membuat kayla senang.


''Omah besok kay mau melukis omah dan opah yah, nanti omah dan opah pakai pakaian bagus dan cople yah, biar lukisannya bagus. ''


ucap kayla di sela sela nyonya rania mengepang rambut kayla.

__ADS_1


''Oke sayangnya omah, sudah selesai kepangnya dan sekarang kay bobo yah, ini sudah sangat malam soalnya, ajak kak kal nya yah. ''


ucap nyonya rania dan kayla langsung menghampiri kalandra untuk mengajaknya tidur dan kalandra mengiyakannya juga.


Nyonya rania dengan sabar menunggu kedua cucunya tertidur lelap dan hingga tiga puluh menit kemudian kedua cucunya tertidur pulas dan nyonya rania keluar kamar dan menuju kamarnya untuk istirahat.


Di desa saat ini bunga sudah sadar dan sedang duduk dengan mila sambil menunduk dan menangis, mila terus mengusap punggung bunga agar bunga lebih tenang dan tidak menangis terus.


Warga sebagian ikut bergadang menunggu jenazah yang akan di makam kan esok hari, mila memutuskan untuk tidur karena tubuhnya sangat lelah dan bunga tetap bertahan duduk, ardian menghampiri dan merangkul bahu alana.


''Makan dulu yah bunga, kamu dari siang belum makan, nanti kamu sakit loh. ''


ucap ardian namun bunga menggelengkan kepalanya dan ardian gak memaksanya karena takut bunga akan marah dan mengikuti kemauan bunga.


.


Pagi hari menjelang.....


Nenek dan kakek bersiap untuk di makamkan, ardian terus merangkul bahu bunga yang terus terusan menangis sampai pemakaman selesai.


''Nenek dan kakek jahat sekali, meninggalkan naura dan kedua cucu kalian, naura harus menjawab bagaimana kalau anak anak menanyakan kakek dan nenek, kalian benar benar menepati janji, kalau kedua anak naura sudah bertemu ayahnya, nenek dan kakek akan pergi dengan tenang dan benarkan ini terjadi, semoga nenek dan kakek tenang di sisinya, terimakasih delapan tahun ini sudah menjaga naura dan kedua anak naura, mendampingi dan menyayangi kami, naura sangat sayang nenek dan kakek. ''


ucap bunga sambil menangis dan ardian langsung mengajak bunga pulang karena hari sudah semakin siang dan bunga belum makan dari kemarin siang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


....................


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


....................


__ADS_2