Doa Dalam Kesendirian

Doa Dalam Kesendirian
S2 - Kekesalan Kayla


__ADS_3

Saat ini kayla selesai dengan mengecek seluruh pasien yang di tanganinya dan kayla melihat jam di tangannya.


''Tinggal tiga puluh menit lagi waktu makan siang, kak kal jadi jemput gak yah. ''


ucap kayla yang langsung masuk ke ruang keja dan melihat handphone nya.


💬 Kakak gak jadi jemput, langsung ke restoran biasa ajah karena kakak meeting di restoran yang sama.


''Kebiasan kak kal yang selalu berbuat seenaknya. ''


gerutu kayla yang baru membaca pesan dari kakaknya.


Saat kayla akan keluar dari ruangannya, suster memberitahukan kalau pasien penanganan kayla sudah di ruang rawat.


''Setelah makan siang saya akan menghampirinya, tolong suster katakan pada keluarganya dan tolong ganti infus kedua dengan cairan antibiotik yah suster, saya sudah siapkan di meja saya, ada nama pasiennya biar gak tertukar. ''


ucap kayla dan suster mengangguk.


Kayla berjalan dengan hanya membawa dompet dan handphone nya menuju restoran yang sudah di pesan oleh kalandra.


Kayla seperti biasa menggunakan taksi dan hanya sepuluh menit kayla sudah sampai di restoran.


Kayla masuk dan memperhatikan semua area restoran dan terlihat kakaknya sedang mengobrol dengan orang orang lainnya.


''Mungkin kakak sedang meeting kayanya. ''


ucap kayla yang melihat kakaknya sedang sibuk mengobrol di sebuah meja makan.


Kalandra melihat kayla di pintu masuk dan melambaikan tangannya agar kayla mendekat, kayla mengangguk dan menghampiri kalandra.


''Tunggu sebentar yah kay, kamu duduk kursi meja nomer sepuluh, sebentar lagi selesai kok. ''


ucap kalandra sambil mengelus kepala kayla dan kayla mengangguk lalu menghampiri meja yang di siapkan oleh kalandra.


Interaksi kalandra dan kayla ternyata di perhatikan oleh rekan bisnis nya kalandra yang sedang meeting dengannya.


''Maaf jadi terganggu, kita lanjutkan kembali pembahasannya. ''


ucap kalandra saat duduk kembali dan semua mengangguk.


Sepuluh menit kemudian meeting selesai dan semua langsung pamit, namun sebelum semua meninggalkan meja kalandra mengajak untuk makan siang bersama.


''Bagaimana kalau kita makan siang bersama tuan rafqy, kebetulan ini sudah jam makan siang. ''


ucap kalandra namun dengan halus rafqy menolaknya.


''Maaf tuan kalandra, saya harus segera ke rumah sakit soalnya, lain kali kita bisa makan siang bersama. ''


''Oh begitu yah, siapa yang sedang sakit emangnya?? ''


''Adik saya tuan, dia mengalami kecelakaan dan orang tua saya mengabari, dokter yang menanganinya akan datang setelah makan siang, makanya saya harus segera kesana takut terlambat mendengar penjelasan dokternya, saya permisi tuan kalandra. ''


''Oke baiklah, semoga adik tuan rafqy secepatnya pulih dan tidak ada yang membahayakannya. ''


ucap kalandra dan rafqy mengangguk tersenyum.


Kalandra langsung menghampiri kayla setelah rafqy meninggalkan meja nya.


''Jangan cemberut gitu, nanti cantiknya ilang loh sayangnya kakak. ''


ucap kalandra sambil mengacak rambut kayla yang cemberut.


Perlakuan kalandra tidak luput dari pandangan rafqy yang tersenyum lalu masuk kedalam mobil nya.


''Ternyata dokter itu kekasih tuan kalandra, wajahnya sangat mirip sekali dan mereka cocok. ''


gumam rafqy dalam hatinya sambil tersenyum dan menatap jalanan yang sedikit macet karena jam makan siang.


Rafqy langsung menuju ruangan dimana adiknya di rawat dan rafqy langsung menghampiri papahnya yang duduk di sofa.


''Pah, mamah kemana?? ''


ucap rafqy saat duduk di samping papahnya.


''Mamah kamu lagi beli makan siang dengan omah, makanya papah langsung kesini nunggu raisa. ''


''Dokter yang menangani raisa belum datang?? ''


''Suster hanya mengatakan, kalau dokter yang menangani raisa akan kesini selepas makan siang, mungkin dokternya makan siang dulu. ''

__ADS_1


ucap papahnya rafqy dan rafqy hanya mengangguk.


Pintu terbuka dan mamahnya rafqy juga omah yang masuk, rafqy langsung mencium tangan omahnya.


''Omah kok sendiri kesini, opah nya kenapa gak ikut sekalian?? ''


ucap rafqy saat setelah mencium tangan omahnya.


''Udah jangan bahas opah dulu, raihan kamu makan dulu sana sama aira, dari tadi pagi kamu gak makan loh, nanti malah kamu yang sakit. ''


''Baik bunda, raihan hanya kefikiran raisa ajah. ''


''Udah mas raihan kan raisa udah baik baik ajah, sekarang kita makan yah berdua sama aku, biar rafqy ikut makan juga. ''


ucap aira dan raihan mengangguk lalu makan satu bungkus berdua dengan aira.


''Mamah emang gak beli makan buat rafqy?? ''


''Gak sayang, mamah kira kamu gak akan kesini lagi dan kamu takut udah makan siang juga kan. ''


ucap aira dan rafqy hanya mengangguk dan melanjutkan membuka bungkusan makan siangnya.


Di restoran saat ini.....


''Udah dong cemberutnya, nanti cantiknya ilang dan gak ada yang naksir loh. ''


ucap kalandra saat melihat kayla cemberut menahan kesal.


''Nanti bahas kesalnya, aku mau makan dulu kakak karena marah marah itu butuh tenaga. ''


ucap kayla dan kalandra langsung tersenyum.


''Nanti kakak akan buatkan alat yang baru yah, maaf karena kakak gak langsung kasih ke kamu, jadinya malah di rusak sama keizha. ''


''Udah gak apa apa kak, lagian keizha begitu karena dia emang anak yang kepo. ''


ucap kayla dan kalandra hanya tersenyum dan melnjutkan makannya.


Seperti biasa setelah makan siang, kalandra mengantarkan kayla menuju rumah sakit dan setelah kayla masuk kalandra langsung pergi dan menuju ke perusahaan.


''Dokter, keluarga pasien sudah menunggu di ruang vvip lantai tiga. ''


''Iya suster, kamu siapkan semua peralatannya dan ikut saya untuk memeriksa pasiennya, dia belum sadar kan saat ini?? ''


''Belum dokter karena antibiotiknya masis sisa setengah, kalau begitu saya akan siapkan semua peralatannya dokter. ''


ucap suster dan kayla mengangguk.


Kayla langsung memakai jas kedokterannya dan menyimpan handphone di sakunya lalu keluar ruangan kkarena suster sudah bersiap menuju ruangan.


Kayla berjalan beriringan dengan suster yang di percayainya dan hanya limamenit kayla sampai di ruangan.


Kayla masuk dan tersenyum lalu mengucap salam, kayla langsung meminta suster untuk mengganti infusnya yang biasa.


''Perkenalkan nama saya kayla dan saya yang bertanggung jawab menangani pasien ini, sebentar yah saya mau cek dulu keadaannya. ''


ucap kayla dan semua mengangguk.


Kayla langsung memeriksa pasien dengan teliti dan tanpa keslahan.


''Sudah saatnya kamu sadar. ''


ucap kayla dan tak lama pasien membuka matanya.


Rafqy yang duduk sebelah mamahnya terus memperhatikan kayla yang sedang memeriksa adiknya, dokter cantik dan ramah itu bernama kayla dan membuat rafqy tersenyum namun sesaat dia langsung terdiam.


''Dia kan kekasih gak tau istrinya tuan kalandra, gak ada harapan. ''


gumam rafqy dalam hatinya dan masih terdengar jelas oleh aira yang berada dekat dengannya.


''Apa maksud kamu gak ada harapan rafqy?? ''


ucap aira dan membuat semua menatap ke arah aira termasuk kayla.


''Mamah salah dengar, maksud rafqy ada harapan untuk raisa sembuh. ''


ucap rafqy dan aira mengangguk.


Kayla tersenyum karena raisa merespon semuanya dan suster langsung mengambil sample darah untuk di cek di laboraturium, lalu di minta kayla segera mengeceknya, suster langsung keluar duluan dari ruangan sedangkan kayla menghampiri keluarga pasiennya.

__ADS_1


''Bagaimana keadaan adik saya dokter?? ''


ucap rafqy tiba tiba dan bangkit menghampiri kayla.


Semua langsung tersentak karena biasanya rafqy acuh dengan wanita namun dengan dokter wanita saat ini langung menghampiri.


''Rafqy kamu sabar dulu, biar dokter kayla menjelaskannya terlebih dahulu. ''


ucap raihan dan rafqy mengangguk.


Kayla tersenyum sebelum menjelakan semuanya pada keluarga pasiennya.


''Keadaan raisa sudah membaik, dia sudah merespon dan sadar, benturan di kepalanya gak membuat dia geger otak atau hilang ingatan, hanya memar sedikit dan itu akan hilang sendiri, saya sedang melakukan pengecekan darahnya raisa karena saat ini raisa hanya merespon dengan tersenyum, raisa masih harus di rawat sampai hasil tes darahnya keluar, nanti saya akan jelaskan keseluruhannya setelah hasilnya keluar. ''


ucap kayla dan membuat semua bernafas lega.


''Terus kondisi raisa saat ini bagaimana dokter, apa ada yang serius, dari tadi raisa hanya diam?? ''


ucap aira yang khawatir dengan putrinya.


''Ibu jangan khawatir, raisa saat ini masih dalam tahap pemulihan, dia masih syok dengan kecelakaannya dan menimbulkan trauma di tubuhnya, saya akan berusaha agar diagnosa saya salah. ''


''Emang raisa kenapa dan diagnosa maksudnya apa dokter?? ''


ucap rafqy sambil menatap kayla dan membuat kayla kesal karena tatapan rafqy begitu membuat kayla risih.


''Raisa mengalami trauma dan kakinya lumpuh, itu hanya diagnosa saya dan besok hasilnya akan keluar, agar lebih cepat diketahui mengenai traumanya. ''


uap kayla dan membuat semua tersentak dan aira langsung menangis.


''Tolong jaga fsikisnya raisa yah, dia masih syok dan yang dia butuhkan saat ini adalah semangat dari orang orang sekitarnya, saya permisi. '''


ucap kayla dan menunduk dengan hormat lalu keluar dari ruangan raisa.


''Dokter yang menangani raisa cantik, murah senyum dan lemah lembut yah rafqy. ''


ucap raihan dan rafqy mengiyakannya.


''Betul papah, cantik banget malahan. ''


jawab rafqy dan sesaat kemudian dia tersadar.


''Papah jebak aku dengan pertanyaan. ''


''Siapa suruh melamun, sana kejar cintanya karena papah tau kalau kamu jatuh hati sama dokter itu. ''


ucap raihan yang tersenyum dan mengejek karena putranya baru pertama kali memperlihatkan perhatian untuk wanita.


''Dia itu pasangannya rekan bisnis kita pah, raja bisnis keluarga bagaskara, rafqy nyalinya menciut. ''


''Kamu cari tahu dulu, sapa tau dia hanya saudara atau teman, kalaupun pacar nya, sebelum janur kuning melengkung, masih bisa kamu miliki. ''


ucap raihan sambil menepuk bahu putranya.


''Mas raihan jangan komporin rafqy gitu, gak baik loh nantinya. ''


ucap aira yang tak terima karena suaminya memberikan ide yang tidak benar.


Kayla saat ini sedang bersiap untuk segera pulang, karena saat ini dia akan menghadiri pertandinganm basket keizha dan kayla berjanji akan menontonnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


...................


__ADS_2