
Setelah sarapannya selesai, tuan tama dan nyonya rania datang dengan membawa hadiah untuk kedua cucunya,
''Pagi semuanya.......''
ucap salam tuan tama saat sampai di hadapan bunga, ardian dan kedua cucunya.
''Pagi papah...... ''
jawab ardian sambil mencium tangan papah nya dan beralih mencium tangan mamahnya.
Bunga dan kedua anaknya juga mengikuti ardian mencium tangan tuan tama dan nyonya rania.
''Cucu omah cantik dan tampan sekali sih kalian, ini omah kalian sayang. ''
ucap nyonya rania yang mensejajarkan dengan kayla dan kalandra.
''Jadi kay punya omah dan punya opah juga yah?? ''
ucap kay dengan senyumnya dan nyonya rania mengangguk.
Nyonya rania langsung memeluk erat kedua cucunya dan membuat bunga tersenyum senang melihatnya, kedua anaknya begitu di sayangi oleh orang tuanya ardian dan di terima sebagai keluarganya.
''Nama kalian siapa sayang, boleh omah mengetahuinya gak?? ''
ucap nyonya rania yang melepas pelukannya dan kedua anak itu mengangguk tersenyum.
''Aku kalandra omah dan dia adik aku kayla, tapi kata ibu kami hanya beda lima menit jadi kay gak mau manggil kal kakak asalnya omah. ''
''Bohong omah kak kal aduan sekali. ''
ucap kal dan kay yang ribut dan membuat semua tersenyum termasuk nyonya rania yang langsung tertawa menyaksikan kedua cucunya ribut,
''Sudah jangan ribut lagi, kalian harus saling menyayangi dan saling menjaga yah, jangan ribut, ini omah belikan mainan buat kalian berdua. ''
ucap nyonya rania menengahi keributan kedua cucunya.
''Makasih omah......''
jawab kompak kay dan kal dengan senangnya dan nyonya rania langsung tersenyum.
Nyonya rania sekarang menatap bunga dan lngsung memeluknya dengan erat.
''Terimakasih bunga, kamu melahirkan keturunan bagaskara dan anak kamu mirip sama mamah banget yah dan kalandra mirip sekali dengan ardia, makasig bunga dan satu lagi, kamu harus segera menikah dengan ardian, kasihan kedua naka kalian belum di akui oleh negara kan, karena kalian belum menikah, mamah akan menyiapkan semuanya. ''
ucap nyonya rania dan bunga dengan terpaksa menganggukan kepalanya dan menyetujuinya karena semua demi kedua anaknya.
Mila, rama dan doni tiba di hotel dan menghampiri bunga dan yang lainnya, ketiga anak anak sedang asik bermain dengan mainannya.
Bunga dan mila juga doni memutuskan untuk ke rumah mila, kayla di bawa oleh nyonya rania dan tuan tama sedangkan kalandra ikut dengan ardian dan rama ke perusahaan.
''Bunga, emangnya gak apa apa anak kamu ikut dengan nyonya rania dan ikut dengan tuan ardian?? ''
tanya mila saat bunga duduk di sampingnya yang sedang mengemudikan mobil.
''Biarkan ajah mila, mereka mungkin lagi bahagia dan aku gak mau membuat mereka sedih, lagian mas ardian tadi bilang kan, barang barang aku di hotel sudah di pindahkan ke rumah utama dan nanti aku di jemput pulang kalau urusannya sudah beres. ''
jawab bunga dan mila mengangguk.
Di rumah utama saat ini......
Kayla langsung senang di bawa ke rumah utama dan dia langsung menatap sekitarnya, pandangan pertama yaitu sebuah lukisan di bagian tengah rumah.
''Ada apa sayang, kamu melihat apa?? ''
tanya nyonya rania dan kayla langsung tersenyum.
''Omah itu lukisan siapa?? ''
__ADS_1
''Itu lukisan mendiang ibunya opah, kayla suka melukis memangnya?? ''
''Suka sekali omah dan kayla punya rumah khusus lukisan kayla dan besok kayla kan menjadi pendamping penyanyi sambil melukis pasir. ''
''Apa itu benar sayang, jadi kamu yang menjadi pelukis pasirnya?? ''
''iya omah, kay kan sudah biasa jadi pengiring penyanyi dengan melukis pasir. ''
''Ya tuhan kayla benar benar mewarisi kehebatan ayah, apa kalandra punya kehebatan juga. ''
gumam nyonya rania saat mendengar ucapan kayla.
Kayla saat ini sedang bermain dengan mainannya dan nyonya rania mencoba membawa kayla menuju ruangan yang dahulu menjadi tempat pavorite mendiang ayah mertuanya.
''Waah ini kan media buat melukis pasir, boleh kay mencobanya?? ''
ucap kayla saat masuk ke sebuah ruangan khusus.
''Boleh sayang, omah akan menyalakan musiknya yah sayang. ''
jawab nyonya rania dan kayla langsung senang lalu menuju kedepan area melukis pasirnya.
Tuan tama masuk ke ruangan pavorite ayah nya dan menghidupkan monitor yang akan menghubungkan dengan lukisan pasir kayla.
Musik sudah mulai, kayla memulai melukisnya dan nyinya rania langsung menangis karena mengingat mendiang ayah mertuanya yang begitu sangat di kenang.
''Sudahlah mamah jangan nangis gitu, nanti kayla malah sedih melihat omah cantiknya menangis. ''
ucap tuan tama dan nyonya rania mengangguk.
''Mamah gak nyangka anak berusia tujuh tahun sudah pandai melukis pasir dan ini hasilnya lebih bagus dari hasil ayah. ''
ucap nyonya rania dan tuan tama hanya bisa mengelus punggung istrinya yang ada di dalam pelukannya.
Sepuluh menit kemudian kayla selesai dengan lukisan pasirnya, tuan tama dan nyonya rania langsung menghampiri dan memeluk cucunya.
ucap nyonya rania dan kayla tersenyum.
''Kak kalandra yang paling hebat, dia bisa buat robot dan mainan yang bisa telphonan loh. ''
jawab kayla dan membuat tuan tama dan nyonya rania tersentak kaget.
''Benarkah itu sayang??''
''Benar omah, ayo kay tunjukan yah tapi mainannya ada di tasnya kay. ''
ucap kayla dan langsung keluar ruangan mengambil tasnya dan benar sajah kay langsung menghubungi kakaknya dan kakaknya sedang di perjalanan menuju ke rumah dengan ibu dan ayahnya.
''Ini yang buat kak kalandra?? ''
''Iya opah, kakak sengaja membuat nya jadi boneka kan kay itu perempuan, kalau kak kal dan kak doni bentuknya mobil. ''
''Yasudah kita ke depan yah menyambut kakak kal, ayah dan ibu nya kay. ''
ucap nyonya rania dan kay langsung keluar ruangan khusus, nyonya rania dan tuan tama langsung meng off kan alat alatnya dan menyusul kay keluar ruangan.
Beberapa menit kemudian ardian datang dengan bunga dan kalandra, kayla langsung berlari menghampiri ardian dan ardian langsung menggendong kayla.
''Bunga apa benar besok kayla akan menjadi bintang tamu pelukis pasir di acara lelang amal?? ''
tanya nyonya rania saat bunga duduk di samping kalandra.
''Benar dan ini sudah seminggu lalu di rencanakannya, kayla memang mahir melukis pasir. ''
jawab bunga dan nyonya rania tersenyum.
''Besok mamah dan papah akan ikut mendampingi kayla, kamu tahu sayang, mendiang ayah mertua nya mamah itu hobinya melukis pasir dan melukis menggunakan canvas, sekarang menurun pada kayla, mamah senang sekali dengan semua kenyataan ini. ''
__ADS_1
''Ini semua sudah takdirnya mungkin, bunga juga gak mengerti dan merasa aneh ajah pertamanya, tapi setelah di jalani, bunga senang dan mendukung keingina kayla dan kalandra. ''
Keluarga bagaskara saat ini begitu ramai dengan kehadiran si kembar duo K dan membuat ardian tersenyum kembali setelah delapan tahun menghilang.
...****************...
Acara Konser amal........
Bunga dan ardian memakai pakaian senada dan kayla memakai gaun yang di siapkan nyonya rania, tuan tama langsung mengisi sambutan dan mengenalkan kedua cucunya pada publik dan mengenalkan bunga sebagai menantu keluarga bagaskara, bunga hanya bisa mengucap syukur dengan semuanya, kebahagiaan kedua anaknya saat ini sangat di prioritaskan.
Acara di mulai, kayla di gendong oleh ardian menuju panggung dan kayla berdiri di depan media lukisan pasir, ardian berdiri di bawah panggung menyaksikan putrinya melukis pasir dengan di iringi lagu yang begitu indah di nyanyikan penyanyi.
Bunga tersenyum bangga melihat putri cantiknya sedang di atas pentas, terasa berbeda saat ini bagi bunga, air mata tak terasa turun membasahi pipi bunga.
''Terimakasih tuhan karena sudah memberikan anugrah yang begitu berharga pada hambamu ini, putra dan putri yang membanggakan, calon suami yang begitu mencintaiku dan kasih sayang kedua mertuaku yang tulus, jangan pernah kau ambil lagi kebahagiaanku tuhan, aku tak akan sanggup menjalaninya. ''
gumam bunga sambil menghapus air matanya dan bertepuk tangan karena kayla selesai melukisnya dan hasil lukisannya begitu nyata dan indah, tiada satu orang pun yang terlewat memuji kehebatan kayla.
Ardian langsung memeluk kayla dan mencium kening kayla, kayla langsung di gendong kembali oleh ardian turun dari panggung.
Kayla langsung memeluk ibunya dan menghapus air mata bunga, bunga mencium pipi kayla dan memberikan coklat seperti biasa, setelah kayla melukis pasir pasti bunga menghadiahi coklat.
''Sana samperin omah, opah dan kak kal yah, kasih kakak kal coklatnya. ''
ucap bunga membisikannya pada telinga kayla dan kayla langsung mengangguk dan menghampiri omah dan opahnya.
Kayla langsung di peluk oleh nyonya rania dan nyonya rania memberikan boneka lucu sekali untuk kayla.
''Sini duduk di samping kak kal yah. ''
ucap tuan tama dan kayla langsung menurut dan duduk di samping kalandra dan di himpit oleh tuan tama.
''Bunga, mamah dan papah memutuskan, satu minggu lagi kita menikah dan mereka gak mau menunda lagi, kamu siap yah. ''
ucap ardian sambil memegang tangan bunga.
''Iya mas ardian, bunga siap dan harus siap kan, semua demi kebahagiaan kedua anak kita. ''
jawab bunga dan ardian tersenyum lalu mencium kening bunga dan membawa bunga kedalam pelukannya.
''Omah lihat itu ayah sama ibu malah pelukan, kaya anak kecil ajah. ''
ucap polos kayla dan membuat tuan tama dan nyonya rania tertawa dan mengusap kepala kayla.
''Kamu sirik ajah kay, kamu dari tadi di peluk terus tapi kakak gak ada yang meluk. ''
ucap kalandra dan membuat tuan tama dan nyonya rania langsung menatap kalandra dan langsung memeluk kalandra dan kayla langsung.
''Ini omah peluk kal, omah dan opah juga sayang sekali sama kal, ayah apalagi sangat sayang kal. ''
ucap nyonya rania dan kal tersenyum senang.
Acara selesai dan kayla hanya mengisi satu lukisan karena tuan tama gak ingin cucunya di sorot terus, keluarga bagaskara langsung menuju pulang ke kediaman rumah utama.
.
.
.
.
.
.
.................
__ADS_1