
Ardian saat ini begitu sibuk dengan kerjaannya, ardian masih mengira kalau bunga sedang berlibur, hingga dua minggu ardian baru menyadarinya, kalau bunga belum kembali.
''Maaf tuan, kemarin ada yang datang kesini dan memaksa masuk, katanya dia teman tuan, saya sudah larang tapi dia ngotot. ''
ucap sekertaris ardian yang menggantikan bunga.
''Kamu masih ingat ciri ciri orangnya?? ''
''Dia seorang pria bertubuh tinggi tuan. ''
''Tuan sebaiknya anda mengecek cctv sajah. ''
ucap rama memberi solusi dan ardian menyetujuinya.
Rama meminta sekertaris keluar dan ardian langsung membuka rekaman cctv dari arah pintu dan di dalam ruangan.
''Ternyata rangga yang datang kemarin. ''
ucap ardian saat melihat rekamannya namun ardian tak sengaja melihat rekaman wanita berdiri di ruangannya.
Ardian tersentak kaget karena wanita itu bunga dan itu rekaman saat bunga pulang setengah hari kerja karena tidak enak badan dan ternyata bunga mendengar percakapan nya.
''Bunga pasti mengira aku menjadikannya bahan taruhan dan mendapatkan kapal pesiar, aku gak menyetujuinya dan membatalkannya, karena memang aku benar benar tulus bunga. ''
gumam ardian dan langsung menghubungi rama untuk masuk kedalam ruangannya.
tak berselang lama rama masuk.
''Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu?? ''
ucap rama dan ardian mengangguk.
''Kita ke rumah bunga sekarang, aku curiga bunga di dalam rumah mengurung diri atau dia melarikan diri dari aku rama. ''
jawab ardian dan rama langsung mengangguk.
Ardian dan rama langsung menuju rumah bunga dan ardian berharap bunga ada di rumah, karena dia ingin menjelaskan kesalah pahaman bunga selama ini.
''Rama sepertinya bunga marah ke saya, dia menyangka saya melanjutkan taruhan itu, padahal saya bersumpah rama, saya tulus dengan bunga dan taruhan itu sudah saya batalkan, awalnya saya memang menyetujui taruhan itu tapi semua berubah setelah saya mengenal bunga dan setelah kejadian malam itu, saya sangat tidak mau kehilangan bunga. ''
ucap ardian dan rama kaget mendengarnya.
''Mudah mudahan bunga ada di rumahnya tuan. ''
ucap rama dan ardian mengangguk.
Selama dalam perjalana ardian begitu cemas dan terus memikirkan ketakutannya kalau bunga pergi dari rumah.
Tiga puluh menit kemudian mobil sampai dan ardian langsung turun tanpa menunggu rama membuka pintu mobil.
''Bunga....buka bunga, saya tau kamu di dalam kan, saya mohon bunga buka pintunya. ''
ucap ardian sambil menggedor pintu rumah bunga.
__ADS_1
''Kita ke pintu belakang tuan, mudah mudahan ajah gak terkunci. ''
ucap rama dan ardian langsung berlari ke belakang rumah bunga.
Namun hasilnya sangat mengecewakan, pintu rumah bunga di bagian belakang terkunci.
''Jalan satu satunya kita dobrak atau panggil ahli kunci untuk membuka pintunya tuan. ''
ucap rama saat ardian terduduk lesu di lantai.
''Lakukan rama, saya ingin sekarang juga pintu rumah terbuka, siapa tahu kita menemukan petunjuk dimana bunga sekarang. ''
ucap ardian dan rama langsung menghubungi tukang ahli kunci.
''Bunga kamu dimana, aku ingin bertemu kamu sekarang bunga, maafkan aku bunga, aku menyesal dan sangat menyesal. ''
ucap ardian sambil terduduk dan menitikan air matany.
Rama begitu prihatin melihat bos nya saat ini begitu terpukul dan penuh kesedihan.
Dua puluh menit kemudian ahli kunci datang dan langsung mengeksekusi pintu rumah bunga, ardian terus menatap pergerakan tukan kunci dan tiga puluh menit kemudian pintu terbuka dan ardian langsung masuk dan rama mengurus pembayaran tukang kunci.
Ardian menyusuri setiap ditail rumah bunga namun hasilnya mengecewakan, bunga tidak ada dan ardian langsung terduduk di lantai.
Rama terus memperhatikan kotak yang ada di dekat kompor dan rama menghampirinya.
''Ini kan susu ibu hamil di awal kehamilan untuk menghilangkan mual dan muntah, apa bunga hamil dan dia pergi saat mendengar obrolan tuan dan kedua sahabatnya. ''
Rama berjalan menghampiri ardian dengan membawa kotak susunya.
''Tuan saya menemukan susu ini di dapur. ''
ucap rama sambil memberikan kotak susu pada ardian dan ardian menerimanya.
Ardian membaca dengan seksama dan seketika dia langsung berdiri dan meremas kotak susu itu.
''Jadi bunga hamil dan dia baru awal kehamilan, apa itu anak aku rama, selama ini bunga selalu bersamaku setiap hari, geledah semua ruangan ini temukan petunjuk. ''
ucap ardian dan rama langsung bergerak mencari barang untuk petunjuk.
''Bunga kamu hamil dan apa itu anak aku bunga, apa kamu mendengar obrolan itu dan kamu kecewa bunga dan kamu pergi dari saya, saya akan menemukan kamu bunga dimanapun itu. ''
ucap ardian dengan kemarahannya.
Ardian ikut mencari petunjuk dan ardian masuk kedalam kamar bunga, ardian melihat laci terbuka dan dia melihat ada sebuah plastik, ardian langsung mengekuarkan plastik itu dan ardian tersentak saat melihat alat te kehamilan dan garis dua.
''Klinik mitra medika. ''
ucap ardian dan dia langsung berteriak memanggil rama.
''Kita ke klinik ini dan bawa semua buktinya, agar aku bisa yakin kalau bunga benar benar sedang hamil. ''
ucap ardian dan rama langsung mengangguk.
__ADS_1
Ardian langsung keluar dari rumah dan rama menguncinya dan menyimpan kuncinya, rama langsung menjalankak mobilnya menuju klinik mitra medika.
Sepuluh menit kemudian mobil sampai dan ardian langsung masuk kedalam klinik.
Rama langsung maju dan mengurus semuanya sedangkan ardian langsung diam dan tatapan nya begitu tajam dan menahan amarah di hatinya.
Beberapa menit kemudian rama datang dan memberitahukan semuanya dan ardian langsung di bawa menuju dokter yang memeriksa bunga.
''Silahkan jelaskan semuanya dokter pada tuan saya dan harus detail. ''
ucap rama dan dokter langsung mengangguk.
''Memang benar sekitar awal bulan kemarin, nona bunga memang di periksa ke klinik ini dan saya yang menanganinya, nona bunga positif hamil tiga minggu dan kehamilannya saat itu sangat mengkhawatirkan, karena nona bunga tidak bisa masuk makanan karena mual dan muntah yang sangat sering di tubuhnya. ''
ucap dokter dan ardian langsung terdiam.
Ardian langsung keluar ruangan tanpa berbicara sedikitpun dan rama langsung mengurus semuanya, ardian terus diam saat setelah dia berbicara antarkan pulang dan rama hanya mengangguk dan mengikuti ucapan tuan nya.
Beberapa menit kemudian mobil sampai di kediaman bagaskara dan ardian langsung masuk, rama hanya bisa menatap punggung ardian yang masuk kedalam rumah.
''Ardian, tumben kamu sudah pulang?? ''
ucap mamahnya ardian dan ardian tidak menghiraukannya dan memilih masuk kedalam kamarnya.
''Ada apa dengan anak itu, apa ada masalah lagi yah, wajahnya begitu kusut. ''
ucap mamahnya ardian.
Rama masuk membawa barang milik ardian dan memberikannya pada mamahnya ardian.
''Rama sebenarnya ada apa dengan ardian, dia kenapa kusut sekali?? ''
tanya mamah nya ardian saat rama memberikan barang milik ardian.
''Nyonya lebih baik langsung menanyakan pada tuan ardian, saya gak berani menjelaskannya takut salah nyonya. ''
jawab rama dan mamahnya ardian pun mengerti.
Rama langsung pamit dan mammahnya ardian mengangguk menyetujuinya.
.
.
.
.
.
.
...................
__ADS_1