
Saat ini bunga sudah sampai di kediaman bagaskara, ardian langsung menuju ruang kerjanya dan bunga sedang duduk menonton televisi sendiri.
''Rumah sepi sekali tanpa kedua anakku, apa ini yang di rasakan mas ardian saat aku pergi dari hidupnya, kesepian. ''
ucap bunga dalam hatinya dan bunga langsung merebahkan tubuhnya di sofa dan tak lama bunga terlelap.
Ardian tiga jam berada di ruang kerjanya dengan rama dan tepat pukul enam sore ardian baru keluar dari ruang kerjanya dan rama pamit pulang.
Ardian langsung menghampiri ruang keluarga karena mendengar suara televisi namun tidak melihat bunga, saat ardian akan mematikan televisinya, dia kaget melihat bunga sedang tertidur pulas di sofa, ardian mematikan televisinya dan menghampiri bunga dan mencium kening bunga.
''Pasti kamu bosan yah, sampai tertidur di sofa dan kamu tidur mirip bayi, sangat pulas dan terlihat cantik sekali bunga. ''
ucap ardian setelah mencium kening bunga dan menggendongnya untuk di pindahkan menuju kamar.
Ardian dengan perlahan membaringkan tubuh bunga dan ardian langsung menuju kamar mandi karena tubuhnya terasa lengket.
Bunga membuka matanya setelah mendengar suara gemercik air.
''Aku udah di kamar lagi yah, kebiasaan deh kalau di gendong dan di pindahkan saat tidur selalu gak kerasa, seperti pingsan ajah deh. ''
gumam bunga sambil duduk dan menunggu ardian selesai mandinya.
Pintu kamar mandi terbuka dan ardian lah yang keluar dengan tubuh yang segar dan basah, bunga tersenyum karen ardian tersenyum kepadanya.
''Bosan yah karena menunggu mas menyelesaikan kerjaannya tadi, sampai tertidur pulas. ''
ucap ardian dan bunga menggelengkan kepalanya.
''Bukan bosan mas tapi aku merasakan kesepian loh tadi, biasanya hari hari aku di recokin anak anak terutama kayla, tapi sekarang anak anak gak ada, jadinya rumah sepi deh. ''
ucap bunga dan membuat ardian tersenyum.
''Yasudah kita buat anak yang banyak yah, biar kamu gak kesepian lagi sayang. ''
ucap ardian dan bunga memukul lengan ardian.
''Emang bikin adona kue pake bilang buat anak segala, kamu itu aneh mas ardian. ''
''Terus apa bilangnya?? ''
''Terserah mas ardian ajah. ''
ucap bunga dan beranjak turun dari ranjang tapi ardian mencekalnya.
''Mau kemana lagi kamu sayang, kan kita mau buat anak biar kal dan kay memiliki adik. ''
__ADS_1
ucap ardian sambil menarik bunga dan menidurkan bunga di ranjang.
''Mas aku mau mandi dulu yah, badan aku lengeket banget soalnya. ''
''Udah nanti ajah mandinya yah, kan nanti juga lengket lagi sayang. ''
uap ardian yang langsung mencium bibir bunga dan membuat bunga kembali pasrah dengan semua yang di lakukan oleh ardian.
Ardian seolah tidak mempunyai rasa lelah di tubuhnya, dia terus dan terus memainkan permainannya, bunga hanya pasrah dan menikmati semua sentuhan ardian yang membuatnya melayang tinggi.
Ranjang di dalam Kamar ardian menjadi seperti kapal pecah, ardian bermain dengan penuh gairah dan lebih bernafsu, hingga tiga jam kemudian ardian menyelesaikan permainannya karena bunga sudah terkulai lemah untuk melayani semua keinginan ardian.
''Makasih sayang dan semoga secepatnya di berikan kabar baik yah. ''
ucap ardian setelah pelepasannya dan mencium kening bunga lalu mengusap perut bunga yang rata.
ARdian menggendong tubuh bunga menuju kamar mandi dan mereka mandi di bawah guyuran shower, ardian dengan telaten memandikan tubuh bunga dan ardian menepati janjinya yang hanya mandi bersama.
''Mas perutku lapar sekali tapi aku malas turunnya, badan aku semuanya kaku. ''
ucap bunga di sela sela ardian yang sedang mengeringkan rambutnya.
''Oke tuan putri, mas akan meminta kepala pelayan mengantarkan makan malam ke kamar. ''
Bunga langsung mengganti pakaiannya dengan piyama tidurnya dan menghampiri ardian yang sedang duduk di sofa sambil meminkan leptopnya.
''Mas gak bosan yah, tadi kerja sampai sore dari siang dan sekarang sudah malam, masih ajah kerja. ''
ucap protes bunga dan ardian langsung menutup leptopnya dan menyimpannya di dalam laci.
''Istrinya ardian bagaskara merajuk dan cemburu sama leptop. ''
ucap ardian dan membuat bunga cemberut.
''Jangan marah dong sayang, mas hanya mengecek bahan bahan buat meeting besok pagi, besok kamu mau ikut ke kantor gak?? ''
''Gak mau mas, aku mau merapihkan rumahku yang lama, kayanya bakalan kotor banget deh. ''
''Kata siapa kotor?? mas selalu mengirim orang untuk membersihkan rumah kamu seminggu dua kali, jadi gak mungkin kotor. ''
ucap ardian dan membuat bunga tersentak kaget.
''Kayanya itu kepala pelayan yang mengantarkan malkan malam, tunggu yah. ''
ucap ardian saat mendengar pintu kamar di ketuk dan langsung menuju pintu.
__ADS_1
Kepala pelayan masuk dan langsung menata makanan di meja, bunga hanya diam dan menyaksikannya karena ardian saat ini merangkul bahu bunga agar bunga diam dan tidak membantu kepala pelayan yang sedang menata makanannya.
Setelah selesai kepala pelayan pamit dan segera keluar dari kamar ardian, bunga langsung menyiapkan makanan ke piring ardian dan ardian memintanya makan berdua dan bunga pun mengikuti kemauan ardian.
''Mas ardian, apa saat aku meninggalkan kamu, kamu merasakan kesepian?? ''
uap bunga saat setelah menyuapi ardian makanan.
Ardian tidak menjawabnya dan dia malan balik menyuapi bunga.
''Saat itu bukan hanya sepi yang mas rasakan, tapi hidup juga hancur, mas berkali kali melakukan percobaan bunuh diri dengan menabrakan mobil, tapi semua sia sia dan mas tetap hidup dan selamat dari bahaya, mas seperti manusia hidup tapi mati, hidup tidak ada tujuan hidup dan seperti mati tapi mas hidup, makanya mas di sebut CEO yang paling kejam, gak ada ampunan bagi kesalahan orang walaupun hanya sedikit, mas hidup dengan kesendirian dan jarang berbicara dengan orang orang termasuk mamah dan papah, saat itu mas sangat putus asa, untuk apa hidup kalau orang yang kita sayangi telah pergi dan membawa kebahagiaan mas pergi, berkali kali mamah mencoba menjodohkan mas dengan wanita pilihannya, tapi mas selalu mengancam mati dan mamah sampai pasrah dengan nasib mas yang mas jalani, kesepian dan sakit hati sekali. ''
ucap ardian dan meneteskan air matanya karena sedih dengan hidupnya yang di tinggal oleh bunga selama delapan tahun.
Bunga langsung menangis dan memeluk tubuh ardian dengan erat, ardian membalas pelukannya dan membawa alana kedalam pangkuannya.
''Janji yah kelak kalau mas punya salah ke kamu yang tidak terasa, kamu tegur mas dan bicarakanlah, mas janji sama kamu akan selalu menjaga kamu dan anak anak kita, mas akan menjaga keutuhan rumah tangga kita, jangan pernah tinggalkan mas lagi, karena kalau kamu tinggalkan lagi, mungkin mas akan mati. ''
uap ardian dan bunga mengangguk.
''Maafkan aku mas ardian karena membuat kamu kesusahan dan menjalani hidup dengan penuh kesepian, aku janji akan selalu ada di samping kamu dalam keadaan susah atau pun suka. ''
ucap bunga dan ardian tersenyum dan kembali memeluk tubuh bunga.
''Lanjutkan makannya yah mas, keburu dingin nantinya jadi gak enak loh. ''
uap bunga saat melepaskan pelukannya dan ardian mengangguk.
Bunga dan ardian kembali menghabiskan makannya dengan saling suap, dengan di selingi obrolan ringan.
.
.
.
.
.
.
.
........................
__ADS_1