
Tiga bulan setelah pesta ulang tahun Twins K........
Saat ini usia kandungan bunga memasuki bulan ke enam, perut bunga sudah terlihat membuncit, kehamilan bunga saat ini tidak sesulit kehamilan pertamanya, kehamilan kedua bunga saat ini sangat nyaman untuk bunga, mual dan muntah sudah jarang terjadi malah sama sekali tidak ada.
Ardian dengan setia menemani bunga untuk mengecek kandungannya, kedua anak bunga pun di jaga oleh mertuanya, sehingga bunga hanya fokus dengan bayi di dalam kandungannya.
''Mas ardian, bisa gak ke luar kotanya di undur atau yang lain sajah yang menggantikan, kenapa mas ardian yang harus menanganinya. ''
ucap bunga di sela sela merapihkan pakaian adrian kedalam tas kecil.
''Mas hanya dua hari loh sayang perginya, di rumah juga ada mamah, papah, kal dan kay yang menemani kamu, mas janji akan secepatnya menyelesaikan pekerjaan itu yah, biar cepat pulang. ''
''Aku ikut yah pergi dengan mas?? ''
ucap bunga dengan air mata yang mulai menetes.
Ardian hanya menghela nafasnya karena bunga sudah dua hari sangat rewel dan sensitif, bunga gak mau di tinggal oleh ardian dan selalu mengikuti ardian ke perusahaan.
''Sayang dengar mas baik baik, perjalanan mas saat ini tuh sangat jauh dan gak baik untuk kehamilan kamu, mas gak mau ambil resiko yang akan membahayakan kamu nantinya, mas hanya dua hari perginya. ''
ucap ardian sambil membawa bunga kedalam pelukannya karena bunga langsung menangis.
''Iya deh, aku ijinkan mas ardian buat pergi, tapi janji yah harus pulang secepatnya dan jangan buat aku khawatir, mas ardian harus jaga diri baik baik yah. ''
ucap bunga dan membuat ardian lega mendengarnya.
''Terimakasih sayang, kamu sudah ijinkan mas untuk pergi ke luar kota, kamu juga hati hati di rumah dan makan yang teratur yah sayang, jaga calon anak kita dengan baik yah. ''
ucap ardian dan bunga mengangguk.
Ardian langsung mencium kening bunga dan memeluknya kembali, bunga membalasnya dan mencium dada ardian.
''Ayo antarkan mas ke depan, rama pasti sudah menunggu. ''
ucap ardian dan bunga mengangguk.
Ardian menenteng tas dan merangkul bahu bunga, lalu berjalan menuju ruang keluarga untuk pamit pada kedua orang tuanya dan kedua anaknya.
''Ayah, kay ikut yah dengan ayah. ''
ucap kayla dengan menangis saat ardian pamit dan membuat ardian harus menenangkan putrinya.
''Kenapa hari ini penuh drama, ibu menangis dan kay juga menangis, ayah hanya pergi dua hari ajah dan gak akan lama, ayah janji akan segera pulang kalau urusan kerjaan ayah sudah selesai. ''
ucap ardian sambil menggendong kayla.
''Kayla sayang, kan ada opah di rumah, ada omah juga, ibu dan kak kal, ayah juga gak lama perginya, kay bisa vidio call dengan ayah kan. ''
ucap tuan tama dan kayla pun ahirnya mengangguk dan memeluk erat lehernya ardian.
Bunga langsung mengikuti ardian yang menggendong kayla menuju depan rumah dan bunga memberikan tas pada rama untuk di simpan di bagasi.
''Kay janji yah jangan rewel, jangan membuat ibu sedih, jagain ibu untuk ayah oke. ''
ucap ardian saat kayla di turunkan dari gendongannya.
__ADS_1
Kayla mengangguk dan ardian langsung mencium kening kayla, ardian juga mencium kening bunga dan mencium perutnya bunga.
''Hati hati mas ardian, kabarin kalau sudah sampai di tujuan yah. ''
ucap bunga dan ardian mengangguk tersenyum.
Kayla tidak biasanya menangis saat ardian pergi, tuan tama langsung menghampiri dan menggendong kayla untuk di bawa masuk kedalam rumah.
Bunga hanya bisa menangis dalam hati dan berdoa agar ardian baik baik, selamat sampai tujuan dan kembali dengan selamat.
''Bunga, kamu istirahat yah sayang, wajah kamu terlihat pucat soalnya, biar anak anak mamah dan papah yang jaga. ''.
ucap nyonya rania dan bunga mengangguk lalu masuk kedalam kamarnya.
Di mobil saat ini ardian terdiam dan merasakan hal yang berbeda saat ini.
''Rama kenapa aku merasakan perasaan aneh saat ini, biasanya aku gak begini. ''
ucap ardian dan rama hanya terdiam dan bingung harus menjawab apa.
''Itu hanya perasaan tuan sajah, lebih baik tuan fokus agar kerjaan selesai tepat waktu dan secepatnya kembali pulang. ''
jawab rama dan ardian mengangguk.
......................
Malam hari menjelang......
Saat ini bunga sedang tidur dengan kedua anaknya karena bunga baru selesai vidio call dengan ardian dan juga kedua anaknya.
Bunga berjalan menuju balkon dan menatap bulan dan bintang di langit, seketika bayangan ardian muncul dan membuat bungan tersentak kaget.
"Semoga kamu baik baik ajah mas ardian, firasatku kenapa gak enak sekali yah. ''
gumam bunga sambil mengelus perut buncitnya yang terlihat menonjol.
Bunga masuk kekamar dan masuk kedalam selimbut lalu memeluk kayla dengan erat dan tak lama bunga pun tertidur pulas.
Pagi hari menjelang......
Bunga membangunkan kalandra dan kayla karena suster yang mengasuh kedua anaknya sudah menunggu dan tak butuh lama kedua anak bunga membuka matanya dan mengikuti suster untuk di mandikan.
Bunga masuk kedalam kamar mandi dan menyegarkan tubuhnya yang sedikit lengket.
Di lantai satu, tuan tama mendapatkan telphone dari rama.
Dalam sambungan telphone.....
''Ada apa rama, tumben kamu menlphone saya?? ''
''Maaf sebelumnya tuan, saat ini saya dan team SAR sedang dalam proses penyelamatan kecelakaan tuan ardian. ''
''Maksud kamu apa rama?? ardian memangnya tidak di dampingi oleh kamu. ''
''Maafkan saya sebelumnya tuan, tuan ardian tadi pagi ngotot ingin pulang duluan dan saya di tugaskan untuk melanjutkan pekerjaan, ahirnya saya setuju namun dua jam kemudian polisi menghubungi saya, memberitahukan kalau tuan ardian kecelakaan dan mobilnya masuk jurang, saat ini kami sedang mengevakuasi mobil, karena tuan ardian ada di dalam mobil terhimpit. ''
__ADS_1
''Oh tuhan, kenapa jadi begini rama, kirimkan lokasi kamu saat ini, saya akan menyusul kesitu. ''
ucap tuan tama dan rama langsung menutup panggilan telphone nya.
Tak lama menunggu tuan tama di kirim pesan oleh rama, alamat rumah sakit karena mobil dan ardian berhasil di evakuasi.
Tuan tama terdiam dan bingung harus bagaimana dengan semua ini, ahirnya tuan tama memberanikan diri untuk memberitahukan pada istrinya.
''Mamah dengarkan sampai selesai dan jangan di potong ucapan papah sebelum selesai menjelaskan. ''
ucap tuan tama dan nyonya rania langsung mengangguk.
''Saat ini kondisi ardian kritis di rumah sakit, ardian mengalami kecelakaan tragis mah dan mobil masuk jurang, mobil dan ardian berhasil di evakuasi dan saat ini ardian sedang di rumah sakit. ''
ucap tuan tama dan tak lama nyonya rania berteriak histeris dan pingsan.
Bunga yang sedang menyuapi kayla langsung menghampiri tuan tama dan tersentak kaget saat melihat mamah mertuanya pingsan.
''Mamah kenapa pingsan papah?? ''
tanya bunga yang menghampiri dan duduk di sisi ranjang mertuanya, bunga juga mengoleskan aromatherapi di sekitar kening dan hidung nyonya rania, kedua anak bunga pun langsung menangis melihat keadaan omahnya tak sadarkan diri.
Tuan tama menelphone pada bibi untuk membawakan teh hangat untuk istrinya, beberapa menit kemudian nyonya rania sadar dan bunga bernafas lega.
''Ardian mana bunga, papah ardian mana papah. ''
ucap nyonya rania dan bunga langsung mengerutkan dahinya.
''Maksud mamah apa, mas ardian sedang perjalanan bisnis ke luar kota kan. ''
jawab bunga dan nyonya rania langsung menangis dan memeluk bunga.
''Ardian saat ini di rumah sakit karena mengalami kecelakaan bunga. ''
ucap nyonya rania sambil menangis dan bunga langsung terdiam mematung dan tak lama bunga pingsan, kedua anak bunga menangis histeris.
Nyonya rania di bantu tuan tama langsung merebahkan bunga di ranjang.
Tuan tama menenangkan kedua cucunya dan nyonya rania menangani bunga yang sedang pingsan saat ini, nyonya rania terus menangis melihat kondisi bunga yang lemah dan ardian di rumah sakit belum tahu kondisinya bagaimana.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
........................