
Pagi hari di kediaman bagaskara begitu ramai, kayla rewel dan ingin ikut dengan ibu dan omahnya, ardian sudah beberapa kali merayu namun tetap susah dan finaly, kayla ikut dengan bunga dan omah nya untuk pemeriksaan keizha ke rumah sakit.
''Mas hati hati yah kerjanya dan kay ikut dengan aku dan mamah jadinya. ''
ucap bunga saat mengantarkan ardian menuju mobilnya.
''Kamu yang hati hati bukan mas, mas berangkat yah. ''
ucap ardian sambil mencium kening bunga dan masuk kedalam mobilnya.
''Ibu ayo kita berangkat, lihat kay udah siap. ''
ucap kayla yang menghampiri bunga ke teras depan dan membuat bunga geleng geleng kepala.
''Yaudah, kita ke omah dulu yah kay. ''
ucap bunga sambil menuntun kay masuk kedalam rumah.
''Ayo bunga, mamah dan kei sudah siap loh, kay juga gak sabaran banget tuh, padahal kita mau imunisasi kei dan bukan jalan jalan. ''
ucap nyonya rania saat bunga menghampiri dengan menuntun kayla.
''Sebentar mamah, bunga ambil tas sama handphone dulu yah. ''
ucap bunga dan nyonya rania mengangguk.
Kayla memainkan game di tangannya dan nyonya rania tersenyum mengusap kepala kayla karena kayla duduk di sampingnya.
Setelah bunga menghampiri kembali, nyonya rania dengan menggendong keiza langsung beranjak dan kayla di tuntun oleh bunga.
Antrian sudah di atur oleh rama jadi tidak perlu menunggu lama, setelah selesai imunisasi keizha langsung di bawa pulang sedangkan bunga dan kayla pamit menuju rumah mila.
Bunga menggunakan taksi dan nyonya rania pulang dengan mobil juga supir.
''Ibu kita mau ke rumahnya kak doni yah?? ''
ucap kayla dan bunga mengangguk.
''Tapi kak doni sekolah jadi cuma ada tante mila ajah di rumahnya, gak apa apa kan?? ''
ucap bunga dan kayla mengangguk.
Beberapa menit kemudian taksi yang di tumpangi bunga dan kayla sampai di kediaman mila, bunga langsung membawa kayla masuk kedalam rumah mila karena rumah terbuka.
''Bunga ahirnya kamu datang juga, di tunggu dari kemarin kemarin malah datang hari ini. ''
ucap mila saat bunga datang dan masuk kedalam rumahnya.
''Malah komen, segini juga aku datang kan. ''
ucap bunga sambil duduk di samping mila.
''Bunga, kenapa hamil aku sekarang sangat sulit, gak seperti saat kamu hamil, anteng banget. ''
''Setiap orang itu beda beda kehamilannya, gak akan sama lah. ''
ucap bunga dan mila hanya diam.
__ADS_1
''Coba kamu konsul dengan dokter yang kemarin menangani kehamilan aku, itu dokter bagus soalnya dan spesialis juga. ''
''Iya nanti aku suruh mas rama buatkan jadwalnya. ''
''Boleh gitu juga, kemarin juga kak rama yang rekomendasikan ke mas ardian, terus mas ardian setuju karena memang bagus. ''
''Kenapa mas rama gak bilang yah dan malah dokter yang aku rekomendasikan loh bunga. ''
''Yaudah kamu tinggal bilang ajah, sekarang usia kehamilan kamu masih trisemester awal dan masih bisa berganti dokter. ''
''Oke deh bunga, aku mau minta di jadwalkan ke mas rama kalau gitu, oh iya bunga, kita makan di luar yu sekarang, tapi kita jemput doni sama kalandra dulu, kan mereka satu sekolah. ''
ucap mila dan bunga mengangguk setuju.
''Sana ganti pakaian kamu nya jangan pakai pakaian gini lah mila, memalukan sekali. ''
ucap bunga dan mila mengangguk segera mengganti pakaiannya.
''Kay kamu kabarin kak kal, suruh nunggu sama doni yah, ibu sama tante mila mau jemput gitu. ''
ucap bunga pada kayla dan kayla langsung mengangguk.
Bunga menghubungi ardian namun nomernya sulit terhubung dan bunga kembali memasukan handphone nya kedalam tas dan menunggu mila bersiap.
Setelah mila siap semua langsung menuju mobil untuk menjemput kal dan doni ke sekolah, di dalam mobil saat ini, kayla duduk di depan samping supir dan bunga membiarkannya karena memang keinginan kayla.
''Bunga, kamu sudah ngabarin anak anak belum, kalau kita mau jemput ke sekolahnya?? ''
ucap mila sambil memainkan handphone nya.
kayla yang menjawab dan mila menganggukan kepalanya.
''Syukur lah kay kalau gitu kay, makasih yah. ''
ucap mila dan kayla mengangguk tersenyum.
Beberapa menit kemudian mobil sampai di sekolah kalandra dan ternyata kalandra dan doni sedang menunggu dengan sopir keluarga bagaskara, bunga yang keluat menghampiri sedangkan mila dan kayla menunggu di dalam mobil.
''Ibu.....''
teriak kalandra saat bunga keluar dari mobil dan menghampirinya.
''Kal dan doni masuk mobil yah. ''
ucap bunga saat sampai di hadapan kalandra dan kalandra juga doni langsung menuju mobil.
''Pak, langsung pulang ajah yah, saya dan anak anak mau makan di luar soalnya, saya juga sudah memberitahukannya ke mamah. ''
ucap bunga dan pak sopir langsung mengangguk.
Bunga langsung menuju mobil dan pak sopir langsung menuju pulang.
''Ibu makan di restoran yang ada ice cream nya yah. ''
ucap kalandra saat bunga masuk kedalam mobil dan bunga mengangguk.
Mobil langsung menuju restoran langganan bunga yang biasa dan bunga memberitahukan pada supir nya.
__ADS_1
Dua puluh menit kemudian mobil sampai di restoran dan semua langsung turun dari mobil untuk segera masuk kedalam restoran.
Bunga dan semua langsung duduk di kursi yang sudah di booking bunga sebelumnya dan anak anak langsung memesan makanan sesuai keinginannya, mila pun sama ikut memesannya.
Bunga terus memperhatikan area sekitar restoran karena GPS ardian ada di sekitarnya.
Setalah makanan di pesan datang, pelayan langsung menata di meja dan anak anak langsung memakan tanpa obrolan seperti biasa.
''Ibu, itu bukannya ayah yah, kenapa gandengan dengan wanita lain?? ''
ucap kalandra menunjuk area pintu masuk dan melihat ardian dengan wanita lain sedang bergandengan tangan menuju keluar restoran.
Bunga langsung tersentak kaget dan reflek langsung menghampiri ke pintu utama restoran, bunga melihat dengan jelas ardian dengan wanita itu.
''Siapa wanita yang bersama mas ardian??, kak rama juga gak ikut dengan mas ardian, malah setir sendiri. ''
ucap bunga dengan nada sendu nya dan langsung menghampiri menuju meja anak anaknya.
''Ibu Benarkan kalau itu ayah?? ''
ucap kalandra saat bunga menghampirinya dan duduk di samping kayla.
Bunga menarik nafas terlebih dahulu sebelum menjawab, pertanyaan kalandra.
''Kal dan kay, barusan bukan ayah kok dan janji yah ke ibu, nanti saat sampai di rumah kalian jangan bahas melihat ayah yah, karena yang barusan juga bukan ayah soalnya. ''
ucap bunga dengan senyumnya dan kedua anaknya saling berpandangan dan tak lama kedua anaknya mengangguk dan melanjutkan makannya.
''Mila, aku mohon jangan bilang kak rama yah, aku akan menyelidiki semua nya dan gak mau gegabah seperti dahulu lagi, kamu yakinkan doni biar gak bicara ke papah nya nanti, soalnya gak ada kak rama tadi di sekitaran area parkir. ''
ucap bunga dan mila mengangguk.
''Itu tadi beneran mas ardian karena GPS nya hanya berjarak beberapa meter dari area aku, tapi kenapa dengan wanita dan sangat mesra sekali. ''
gumam bunga dalam hatinya sambil terdiam dan enggan melanjutkan makannya.
Kalandra terus memperhatikan kesedihan di raut wajah ibunya, kalandra langsung memikirkan sesuatu untuk membantu ibunya karena kalandra meyakini yang barusan adalah ayah nya.
''Awas yah ayah, berani nyakitin ibunya kal, kal hancurkan perusahaan ayah dengan virus. ''
ucap kalandra karena dia meyakini kalau yang barusan adalah ayahnya, namun bunga menutupinya.
.
.
.
.
.
.
.
.......................
__ADS_1