Doa Dalam Kesendirian

Doa Dalam Kesendirian
Perjalanan Menuju Pulang Ke Desa


__ADS_3

Setelah selesai dengan urusan kedua anaknya, ardian dan bunga saat ini sedang beristirahat di kamarnya sambil menatap langit langit kamarnya.


''Kayanya besok mas gak akan memakai supir untuk menuju desa, ''


ucap ardian yang memecahkan keheningan.


''Kenapa gak mau pakai supir, kan mas jdi gak capek dan lelah kan. ''


''Mas mau merasakan kehangatan keluarga, besok keizha juga akan kita ajak sekalian. ''


''Emangnya mamah ijinkan kalau kita ngajak keizha ke desa?? ''


''Ngijinin lah sayang, kita adalah ayah dan ibunya, masa gak ngijinin sih. ''


''Yasudah kita istirahat yah, biar besok tubuh kita segar dan gak lelah. ''


ucap bunga dan semua sia sia karena ardian malah meminta jatahnya dan bunga pun pasrah dengan semuanya.


Setelah permainannya selesai, ardian selalu mengucapkan terimakasih dan mengecup kening bunga.


Tak butuh lama ardian ikut terlelap meyusul bunga.


Pagi hari menjelang.....


Tepat pukul enam pagi kalandra dan kayla menggedor kamarnya ardian dan bunga, keizha pun ikut ikutan kakak nya.


''Kalian ini, ayah dan ibu masih tidur, ayo sarapan dulu sambil menunggu ayah ibu kalian bangun, bawa kei sekalian yah. ''


ucap nyonya rania yang menghampiri ketiga cucunya yang membuat rumah jadi sangat berisik.


Kalandra, kayla dan keizha langsung duduk di meja makan dan memakan sarapannya, tuan tama hanya tersenyum melihat ketiga cucunya itu.


''Omah dan opah ikut kan ke desa dengan kami?? ''


ucap kalandra saat nyonya rania selesai menghidangkan makanan di piringnya.


''Kalian ajah yah yang pergi, omah dan opah di rumah ajah. ''


ucap nyonya rania dan membuat kalandra mengangguk.


Di kamar ardian saat ini....


Bunga sedang membersihkan tubuhnya dan ardian sedang duduk dan menghubungi rama untuk menghendle kerjaannya.


''Sana mandi dulu mas ardian, anak anak nanti malah gedor gedor lagi pintu kalau kita gak segera keluar dari kamar. ''


ucap bunga yang baru keluar dari kamar mandi dan memakai handuk nya.


Ardian langsung beranjak dan membuat bunga menjerit karena ardian tidak memakai pakaiannya.


''Kamu itu seperti anak gadis ajah, udah sering lihat tubuh suami kamu ini dan menikmatinya, masih ajah teriak teriak. ''


ucap ardian sambil mencium pipi bunga dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


''Dasar mas ardian, udah tau aku gak terbiasa dia malah bicara santai sekali. ''


ucap bunga sambil memakai pakaiannya dan menyiapkan pakaian untuk ardian dan bunga juga menyiapkan pakaian ganti selama nanti di desa.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian ardian selesai mandi dan memakai pakaian yang di siapkan bunga, setelahnya ardian segera keluar kamar karena takut anak anaknya gedor gedor kembali pintu kamarnya.


Bunga sedang merapihkan kamar dan menyiapkan barang barang di dalam kamar nya.


''Ayah katanya berangkat pagi pagi sekali, ini udah jam tujuh lewat, udah siang loh. ''


ucap kalandra saat ardian menghampirinya ke meja makan dan ardian hanya diam dan tersenyum.


''Udah udah, lanjutkan makannya yah kal, nanti lama kalau kamu bicara terus. ''


ucap tuan tama yang menengahi protesnya kalandra kepada ayahnya.


Bunga menghampiri dengan membawa tas besar di tangannya dan ikut gabung sarapan setelah meminta supir menyimpan ke bagasi mobil.


Tuan tama dan yang lainnya langsung menuju depan rumah dan meninggalkan bunga juga ardian yang sedang sarapan.


Sepuluh menit kemudian bunga dan ardian selesai sarapan dan ardian langsung membawa bunga ke depan rumah saat bunga akan merapihkan meja dan ardian meminta bibi yang merapihkan.


''Bunga... mamah udah packing pakaian ketiga anak kalian yah, makanan dan minuman untuk bekal di simpan di kursi belakang, barang barang semua di bagasi mobil belakang. ''


ucap nyonya rania dan membuat bunga langsung memeluk nyonya rania.


''Makasih karena mamah sudah menyiapkan semuanya, makasih banyak mamah. ''


ucap bunga saat melepaskan pelukannya.


''Udah gak apa apa sayang, udah sana kalian masuk, lihat ketiga anak kalian malah udah gak sabar tuh di dalam mobilnya. ''


ucap nyonya rania dan bunga tersenyum.


Bunga dan ardian pamit pada nyonya rania dan tuan tama, ardian benar benar membuktikan kalau dia menyetir mobil sendiri ke desa dan tanpa supir.


Selama di perjalanan keizha begitu antusias dan senang, kayla terus mengajak bermain adiknya yang sudah mulai aktif berbicara.


Ardian begitu senang dengan perjalanan nya saat ini, dia melakukan perjalanannya dengan keluarga kecilnya yang utuh.


''Tuhan tiada kebahagiaan berharga saat ini, selain senyum dan tawa ketiga anak ku dan istri ku, semoga tidak ada cobaan untuk keluarga kami kembali dan semoga kami bahagia selalu. ''


gumam ardian yang fokus dengan mengemudikan mobilnya.


''Ayah nanti berhenti dulu kan di rest area?? ''


ucap kalandra dan ardian mengangguk.


''Tapi rest area perbatasan yah kal, bia jarak ke desa nya hanya satu jam lagi, sekalian beli perlengkapan untuk kita selama di desa. ''


ucap ardian dan kalandra mengangguk.


''Bunga kamu hubungi orang yang menjaga rumah di desa, biar mempersiapkan semuanya sebelum kita sampai. ''


ucap ardian dan bunga mengangguk lalu menghubungi penjaga rumahnya di desa.


Kayla dan keizha terus ribut dengan mainan, bunga membiarkannya dan ardian hanya senyum mendengarnya.


''Ayah emangnya gak ada jalan TOL yah?? biar kita lebih cepat perjalanan menuju desanya. ''


ucap kalandra dan ardian mengusap kepala kalandra sambil tersenyum.

__ADS_1


''Susah kal kalau harus ada jalan pintas, masa harus membelah gunung dan jalanan nantinya. ''


ucap ardian dan kalandra mengangguk.


''Enakan perjalanan lama gini kal, jadi bisa merasakan kebersamaan dengan semua keluarga. ''


ucap bunga yang ikut menjawab pertanyaan kalandra.


''Kal pusing dengan keributan kay dan dede kei ibu, kan kalau cepat sampai jadi cepat juga berhenti ributnya kan ibu, dari tadi gak berhenti ribut terus. ''


ucap kalandra dengan nada kesal dan membuat kay marah.


''Sana kakak jalan sendirian ajah jangan barengan kay dan dede ajah kalau mau sepi. ''


ucap kayla yang membela diri karena gak terima dengan tuduhan kalandra.


''Stop, kalian malah berantem, kal kamu fokus dengan yang ada di depan kamu, kay kamu ajak main lagi dede kei nya. ''


ucap bunga dan ketiga anaknya patuh.


Lima jam perjalanan ahinya sampai di perbatasan desa, ardian memparkirkan mobilnya dan segera keluar dari mobil untuk menyusul anak dan istrinya.


Ardian menggendong keizha dan bunga membawa kalandra dan kayla menuju toilet umum karena mereka ingin buang air kecil.


Keizha ribut minta di belikan bola mainan dan ardian langsung membelikannya, keizha langsung senang dan memainkan mainan bolanya.


''Kay juga mau ayah maina bola gitu. ''


ucap kay yang melihat adiknya bermain bola mainan karet dan ardian memberikan uang paga kay untuk membelinya.


''Kal antar kay beli bolanya sana, ibu jaga kei dulu soalnya, ayah lagi ke toilet giliran. ''


ucap bunga dan kalandramengantar kayla membeli bola karet.


.


.


..


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


....................


__ADS_2