
Saat ini bunga sedang di poliklinik spesialis kandungan, bunga sedang di tindak USG oleh dokter spesialis.
Bunga hanya bisa bersyukur karena kandungannya tidak sampai keguguran, kalau keguguran dia akan merasa sangat bersalah pada ardian dan orang tuanya yang sangat berharap bunga hamil kembali.
''Janin ibu usianya enam minggu yah dan kondisinya sangat lemah dan sangat rawan, untuk kedepannya perhatian suami sangat di perlukan yah, apa sebelum pendarahan bapak dan ibu sering berhubungan?? ''
ucap dokter dan ardian pun mengiyakannya.
''Benar dokter sering. ''
jawab ardian dengan nada yang malu dan dokter tersenyum.
''Begini bapak, untuk trisemester awal kehamilan sekarang istrinya, mohon untuk tidak berhubungan dulu sampai usia kandungan enam belas minggu, karena kandungan istri anda sangat lemah dan rawan dan ibu juga harus bedrest total, tidak boleh melakukan aktivitas apapun dan harus istirahat di tempat tidur, gak lama ko ibu hanya dua minggu, setelah dua minggu ibu bisa datang lagi ke poli kandungan untuk di lakukan USG kembali, ibu bisa rawat jalan dan gak usah di rawat di rumah sakit, saya sudah membuat resep, vitamin, penguat kandungan dan penambah darah, karena darah ibu juga sangat rendah, makanya terlihat sangat pucat, makanan juga harus di jaga, perbanyak sayuran dan buah buahan yah, ada yang mau di tanyakan tidak?? ''
''Berarti istri saya bisa langsung pulang hari ini?? ''
''Bisa bapak, saya ijinkan pulang tapi dengan catatan, istrinya tidak boleh aktivitas jalan jalan dahulu, bedrest total yah, peran suami akan sangat membantu untuk memulihkan kondisi istri. ''
''Terimakasih dokter, kalau begitu saya pamit. ''
ucap ardian dan dokter mengangguk.
Bunga langsung di dudukan di kursi roda dan di dorong kembali oleh suster menuju ruang rawat.
''Tunggu cairan infusnya ibu habis yah pak, nanti panggil saya di luar, baru saya lepas infusnya. ''
ucap suster saat sampai di ruangan bunga dan ardian langsung menggendong bunga untuk di rebahkan kembali di berangkar.
''Baik suster terimakasih yah. ''
ucap bunga dan suster langsung mengangguk dan keluar dari ruangan bunga.
''Dengarkan mas baik baik, kenapa kamu gak bilang kalau tubuh kamu sudah satu minggu merasa gak enak dan kamu sering keram perut, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan kamu bunga, kamu gak kasihan sama mas kalau sampai terjadi sesuatu pada kamu. ''
ucap ardian sambil menatap bunga dan bunga hanya diam dan menunduk.
Ardian mengangkat wajah bunga dan mencium kening bunga.
''Janji yah sayang, kamu akan memberitahukan mas kalau kamu merasakan keganjalan di tubuh kamu, ingat sayang karena saat ini di dalam perut kamu ada kehidupan yang harus kamu jaga. ''
ucap kembali ardian dan bunga menganggukan kepalanya.
''Maafkan mas yah karena gak bisa mengontrol hawa ***** dan malah tiap malam meminta sama kamu, kalau mas bisa menahannya pasti kamu baik baik ajah. ''
__ADS_1
''Udah mas ardian, yang penting saat ini aku baik baik ajah dan gak usah merasa bersalah, semua sudah takdirnya tuhan, aku gak tega kalau harus menolak kamu mas. ''
ucap bunga dan ardian langsung mencium tangan bunga.
''Sebentar yah, mas akan meminta bibi untuk merapihkan kamar di lantai satu, kita akan pindah mulai sekarang ke lantai satu. ''
ucap ardian dan bunga hanya menurut patuh dengan semua yang ardian ucapkan.
Cairan infus bunga sudah akan habis, ardian langsung memanggil suster untuk melepas infus di tangan bunga, suster langsung datang dan membantu melepaskan jarum di tangan bunga.
''Pakai kursi roda yah ibu, karena ibu tidak boleh terlalu banyak beraktifitas dulu. ''
ucap suster saat telah selesai melepaskan infus di tangan bunga.
Ardian langsung menggendong bunga dan mendudukannya di kursi roda, suster langsung mendorongnya menuju lobi utama, ardian sudah meminta supir menjemput karena bunga di rawat jalan dan gak perlu di rawat inap.
Setelah sampai di depan lobi rumah sakit, bunga di gendong kembali oleh ardian dan di dudukan di kursi mobil.
Ardian langsung masuk kedalam mobil setelah pamit dan berterimakasih pada suster.
''Ingat yah, setelah sampai rumah kamu dilarang turun dari ranjang, kecuali mau ke kamar mandi, jangan membantah karena semua demi kebaikan kamu sayang dan itu akan membuat kamu cepat pulih. ''
ucap ardian dan bunga pun mematuhinya.
Dua puluh menit kemudian, mobil sampai di kediaman bagaskara dan ardian langsung menggendong bunga menuju kedalam rumah.
''Ibu sakit apa, kenapa di gendong sama ayah?? ''
ucap kayla yang ikut duduk di ranjang bunga setelah ardian merebahkan tubuh bunga di ranjang.
''Kal, kay.....ikut omah yu, kita siapkan makanan untuk ibu yah. ''
ucap nyonya rania dan kedua anaknya bunga langsung ikut dengan omahnya keluar kamar.
Ardian langsung masuk ke kamar mandi karena tubuhnya terasa lengket karena dari pagi dia belum mandi, bunga langsung merebahkan tubuhnya dan memainkan handphone nya.
''Kamu baik baik yah sayang di perut ibu, ibu janji akan menjaga kamu sayang. ''
ucap bunga sambil mengelus perutnya yang masih rata.
''Ini kan masuk usia kehamilan enam minggu tapi kenapa aku gak merasakan mual atau muntah yah, gak seperti kehamilan pertama, usia tiga minggu tapi membuat aku mabuk sampai usia delapan bulan, mudah mudahan kamu gak serewel kakak kakak kamu yah sayang, biar ibu gak kesusahan sayang, maaf karena hampir sajah kamu hilang dari perut ibu, ibu janji akan menjaga kamu sayang dan akan melahirkan kamu ke dunia. ''
ucap bunga sambil menangis dan ardian mendengar semua ucapan bunga dan ardian langsung terdiam.
__ADS_1
''Sayang, kamu mau mandi gak?? mas akan memandikan kamu soalnya. ''
ucap ardian sambil menghampiri bunga dan bunga mengangguk.
Ardian tersenyum dan menggendong bunga menuju kamar mandi, dengan telaten ardian memandikan tubuh bunga yang terlihat lemah dan wajahnya masih pucat.
''Boleh gak kalau aku setiap mandi pagi dan sore, di mandikan sama mas ardian selama aku bedrest, mas mau kan?? ''
ucap bunga di sela sela ardian memandikannya.
''Siap sayangku setiap mas mandi, ma akan menadikan kamu juga, jadi kita mandi berdua selama dua minggu yah. ''
jawab ardian dan bunga langsung tersenyum senang.
Setelah selesai memandikan bunga, ardian mengeringkan dengan handuk dan menggendong kembali bunga dan membaa bunga menuju keluar kamar mandi.
Bunga duduk di pinggir ranjangnya dan ardian memilihkan pakaian untuk di kenakan bunga,
''Pakai piyama ini yah buat tidurnya??
ucap ardian sambil menenteng pakaian bunga dan bunga mengangguk.
''Mas ardian, andai dulu aku mendengar semua penjelasan kamu, pasti saat aku hamil kalandra dan kayla, akan menjadi wanita paling bahagia karena di manjakan kamu dan di rawat kamu, makasih karena mas mau merawat aku saat ini. ''
ucap bunga dan ardian langsung tersenyum dan mencium kening bunga.
''Biarlah yang berlalu, saat ini kamu sedang hamil kan dan mas akan membayar semuanya saat kehamilan kamu yang pertama, mas akan menjaga kamu dan calon anak kita. ''
ucap ardian dan bunga menganggukan kepalanya dan memeluk erat tubuh ardian.
''Kamu adalah wanita yang paling mas sayangi bunga, sampai kapan pun mas akan menjaga kamu, kedua anak kita dan calon anak kita yang ada di daam kandungan kamu saat ini. ''
gumam ardian saat memeluk tubuh bunga dan mencium kepala bunga.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
......................