
Sepuluh tahun berlalu.....
Pagi hari ini di kediaman bagaskara seperti biasa, bunga selalu mewajibkan anak anaknya untuk sarapan sebelum meninggalkan rumah.
nyonya rania dan tuan tama, mereka berdua memutuskan untuk menghabiskan masa tua nya di pedesaan dan ardian mengijinkannya dengan segala fasilitas yang harus di terima oleh orang tuanya, karena ardian ingin yang terbaik untuk kedua orang tuanya.
''Keizhaaaaaa.......''
teriak kayla yang menggema menggemparkan seisi rumah.
''Kei, apalagi yang kamu lakukan?? kakak kamu sampai teriak begitu. ''
ucap ardian saat putrinya malah menghampirinya ke ruang kerja dan ardian tau kalau keizha bersembunyi dari kemarahan kakaknya.
''Kei gak lakukan salah apapun loh ayah. ''
''Terus kenapap kakak kamu teriak dan kamu malah bersembunyi disini?? ''
ucap ardian dan keizha langsung cengengesan dan membuat ardian gemas dan mencubit hidungnya keizha.
''Sakit ayah, kenapa hidung kei di cubit?? ''
ucap keizha yang kesal karena ayahnya mencubit hidungnya.
''Itu hukuman karena kamu selalu membuat ulah di pagi hari, selalu membuat kacau kerjaan ayah kalau pagi pagi ayah mengerjakan kerjaan. ''
''Kei gak buat ulah ayah, kei hanya meminjam sepatu kakak dan gak sengaja mematahkan hak nya. ''
ucap keizha dan ardian mengacak rambut putrinya.
''Kamu belum cukup umur sayang untuk memakai sepatunya kakak kamu, nanti ayah ajak kamu membeli sepatu yang cocok dan pas di kaki kamu. ''
''Sepatu kak kay bagus bagus dan kei suka ayah. ''
''Suka sih suka, tapi ukurannya belum pas di kaki kamu sayang dan malah membuat sepatu rusak. ''
ucap ardian dengan nada lembut dan keizha mengangguk.
Pintu ruangan kerja ardian terbuka dan kayla yang masuk tanpa mengetuk.
''Ayah jangan protes karena aku gak ketuk pintu dulu, aku lagi kesal dengan anak nakal ini ayah. ''
ucap kayla dengan menunjuk adiknya yang bersembunyi sambil memeluk leher ardian.
Ardian haya tersenyum dan geleng geleng kepala dengan keributan yang selalu di ciptakan oleh keizha, keizha selalu membuat kedua kakaknya kelimpungan kalau sudah nakal dan berulah.
''Ayo sayang, kamu minta maaf sama kakak kayla, kamu sudah salah dan sebutkan kesalahannya. ''
ucap ardian sambil mengelus punggung keizha yang memeluknya erat.
''Ayah selalu manjain keiza, dia kan jadi berulah terus kalau terus ayah dan ibu lindungi, lihat hills kay baru beli rusak hak nya karena keizha ayah. ''
ucap kayla sambil memperlihatkan hills nya pada ayahnya yang patah di bagian haknya.
''Bukan karena kei loh kakak, itu sepatu kakak ajah kualitasnya jelek makanya pas kei pakai langsung patah deh, kalau bagus kan gak mungkin patah. ''
ucap keizha dengan cengengesan dan ardian malah ikut tersenyum.
''Ihh.....ayah malah ngikutin ngejekin kay. ''
ucap kayla kesal dan ardian malah tertawa dan kayla semangit cemberut.
__ADS_1
''Benar loh kak apa yang di bilang adiknya, kalau sepatu kakak kualitasnya bagus gak mungkin patah itu haknya, adek selalu memakai hills milik ibu tapi aman dan gak patah. ''
ucap ardian dengan senyumnya.
''Ayaaaah....nyebelin banget sih, milik ibu semua bukan hills tapi wedges dan gak ada hak nya, pasti gak patahlah, beda sama milik kay. ''
ucap kayla sambil mengehentakan kakinya dan langsung keluar dari ruangan kerja ayahnya.
Ardian hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mengusap rambut keizha saat ini, ardian mematikan komputernya dan mengajak keizha untuk menuju ruang makan karena waktunya sarapan pagi, bunga akan marah kalau semua keluarga tidak memakan sarapan di pagi pagi.
''Ada apa sayang, pagi pagi udah teriak dan membuat kepala ibu seperti mau pecah dengarnya. ''
ucap bunga yang melihat kayla menghampirinya dan duduk di kursi meja makan.
Bunga memberikan satu gelas air minum agar kayla lebih tenang karena saat ini kayla terlihat marah dan kesal.
''Keizha selalu berulah setiap pagi, saat kay mandi keizha masuk dan bilang mau pinjem buku tapi nyatanya hills nya kay yang baru malah patah hak nya, di pake sama keizha. ''
ucap kayla dan bunga langsung tersenyum.
''Ibu sama ayah sama ajah, malah ketawain kay. ''
ucap kayla dan bunga mengelus kepala kayla.
''Dengarkan ibu yah, lebih berharga hills kamu atau adik kamu?? ''
''Adik aku lah bu. ''
''Nah itu tau kamu, hills kamu bisa di beli lagi kalau patah, adik kamu gak akan bisa di beli kalau dia kenapa kenapa saat kamu mengejarnya dan terjatuh, maafkan adik kamu yah sayang dan ibu akan membelikan hills yang baru untu kamu. ''
ucap bunga dengan nada sendunya dan membuat kayla malah terdiam dan melihat wajah ibunya yang terlihat sedih
uap kayla dan bunga menganggukan kepalanya.
Bunga memeluk erat tubuh kayla dan kayla membalasnya lebih erat.
''Hills ini gak berharga sayang dan paling berharga adalah kalian bertiga, anak anak kesayangan ibu dan ibu janji akan menjaga kalian dengan semua kekuatan yang ibu miliki. ''
gumam bunga saat memeluk erat tubuh kayla.
Kalandra memasuki ruangan makan dan melihat ibunya dan kayla berpelukan, kalandra tersenyum jahil dan menghampiri keduanya lalu memeluk keduanya dan berhasil membuat kayla teriak.
''Kakakkkk.....''
teriak kayla dan reflek kalandra melepaskan pelukannya dan mengusap telinganya tang yang berdengung mendengar teriakan kayla.
''Kamu bisa nya teriak ajah, telinga kakak sakit tau dengarnya. ''
protes kalandra dan kayla menatap tajam pada kakaknya.
''Siapa suruh kakak ikut meluk aku sama ibu, badan kakak basah dan bau keringat tau, jijik banget sih. ''
''Keringat habis olah raga itu gak bau tapi wangi. ''
''Wangi itu parfum bukan keringat, sana mandi kamu kak, jijik tau. ''
''Uhhhh....dasar ibu dokter, so sterill kamu. ''
ucap kalandra sambil mengusap wajah kayla dan pergi berlari menuju kamarnya.
''Kalandraaaaa......''
__ADS_1
teriak kayla dan membuat ardian menggelengkan kepalanya.
''Kak, kamu teriak udah tiga kali pagi ini, gak takut tenggorokan kamu putus. ''
ucap ardian dan membuat kayla memanyunkan bibirnya.
''Mana ada tenggorokan putus ayah, pita suara yang putus, jawabannya kok ngaco. ''
ucap kayla sambil cemberut dan ardian hanya tersenyum.
Ardian mendudukan keizha di sampingnya dan bunga menyiapkan teh hangat untuk ardian dan susu hangat untuk keizha.
''Kak, lebih baik kamu ke kamar dan bersiap, gak sadar yah kamu masih pakai handuk kimono kamu. ''
ucap bunga yang melihat kayla dengan handuk kimono di tubuhnya dan kayla langsung menepuk jidatnya.
''Kenapa gak sadar yah bu, yaudah kay mau ke kamar untuk siap siap dulu. ''
ucap kayla dan bunga mengangguk.
''Keizha sayang, dengarkan ibu baik baik yah, kamu jangan membuat kak kayla atau kak kalandra marah dan teriak terus dengan kejahilan kamu dan kenakalan kamu yah sayang, kamu sangat di sayangi kedua kakak kamu loh, apapun yang kamu mau dan minta pasti di turuti oleh kedua kakak kamu sayang, ke depannya jangan buat kedua kakak kamu marah yah, bicarakan baik baik semua nya yang kamu mau. ''
ucap bunga karena setaip pagi keizha selalu membuat kedua kakaknya harus teriak dengan tingkah kenakalan keizha.
''Iya ibu, kei janji gak akan buat ulah kalau pagi pagi tapi kalau siang atau malam kei boleh buat ulah. ''
ucap keizha dengan mimik wajah yang membuat bunga gemas dan ardian langsung mengelus kepala putri bungsunya itu.
'Gak boleh yah sayang, mau pagi, mau siang atau mau kapan pun, kamu jangan buat kedua kakak kamu marah, bicarakan apa yang mau kamu pada kedua kakak kamu yah. ''
ucap ardian dan keizha mengangguk.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.................................
.
__ADS_1