Doa Dalam Kesendirian

Doa Dalam Kesendirian
Pendarahan


__ADS_3

Dua bulan sudah bunga dan ardian menikah, bunga selalu mengurus semua kebutuhan ardian, bunga juga mengurus kebutuhan kedua anaknya dan di bantu oleh mamah mertuanya, karena kedua anaknya tidak mau tersentuh oleh orang lain.


Bunga saat ini merasakan sakit di perutnya saat membuka matanya, tubuhnya memang sudah satu minggu merasa kurang enak badan, tapi karena dia tidak tega dengan ardian yang selalu meminta di layani, bunga ahirnya melawan rasa sakit di tubuhnya dan melayani ardian setiap malam, tapi pagi ini bunga merasakan sakit di perutnya dan bunga langsung ke kamar mandi karena ingin membersihkan tubuhnya.


Dengan perlahan bunga menuju kamar mandi dan saat bunga membuang air kecil, ada darah yang menetes di kakinya dan bunga merasakan perutnya sakit.


Ardian membuka matanya karena mendengar ringisan bunga yang terdengar lumayan keras, ardian langsung menghampiri ke kamar mandi dan kaget saat melihat bunga terduduk di sisi bak rendam dan memegang perutnya.


''Kamu kenapa sayang, wajah kamu pucat sekali. ''


ucap ardian panik saat melihat wajah bunga pucat.


''Mas perut aku sakit banget dan ada darah juga menetes, mungkin aku datang bulan mas. ''


ucap bunga dan tak lama bunga langsung pingsan dan membuat ardian panik.


Ardian langsung mengangkat tubuh bunga dan menggendongnya untuk di bawa ke rumah sakit.


''Supir siapkan mobil.....''


teriak ardian menggema saat berjalan menuruni tangga dan menggendong bunga.


Nyonya rania langsung menghampiri dan kaget melihat ardian menggendong bunga.


''Ardian kenapa dengan bunga?? ''


tanya nyonya rania.


''Nanti bahasnya mamah, saat ini ardian mau bawa bunga ke rumah sakit, bunga pingsan dan wajahnya sangat pucat. ''


jawab ardian dan nyonya rania kaget.


Nyonya rania mengikuti ardian menuju mobil dan saat setelah ardian menidurkan bunga di mobil.


''Ardian kamu sadar gak sih, pakai celana pendek tanpa baju loh, sana pakai baju dulu. ''


ucap nyonya rania dan ardian langsung menuju kamarnya mengganti pakaiannya.


''Bunga sayang kamu kenapa, tubuh kamu dingin dan wajah kamu pucat sekali. ''


ucap nyonya rania sambil menggenggam tangan bunga.


''Mamah jagain anak anak dan jangan bilang kalau bunga dan ardian ke rumah sakit, anak anak nantinya akan panik kalau tau ibunya masuk rumah sakit. ''


ucap ardian saat menghampiri ke mobil dengan pakaian lengkap.


Nyonya rania mengangguk dan ardian langsung masuk ke dalam mobil dan tak lama mobil langsung bergerak maju dan meninggalkan rumah kediaman bagaskara.

__ADS_1


''Semoga bunga baik baik ajah, akan sangat kacau kalau terjadi sesuatu dengan bunga. ''


gumam nyonya rania saat melihat mobil sudah keluar gerbang dan nyonya rania langsung masuk kedalam rumah.


Kedua anak bunga masih tertidur lelap dan membuat nyonya rania sedikit tenang.


''Mamah, ardian berteriak ada apa?? ''


tanya tuan tama saat keluar dari kamarnya dan menghampiri nyonya rania.


''Bunga pingsan, wajahnya pucat sekali dan tubuhnya dingin, ardian tadi berteriak minta supir siapkan mobil dan sekarang bunga di bawa ke rumah sakit oleh ardian, ingat jangan bicara ini kepada kedua cucu kita, mereka akan panik nantinya. ''


ucap nyonya rania dan suaminya mengangguk setuju.


''Mudah mudahan bunga baik baik ajah, yang papah khawatirkan itu adalah orang orang di rumah sakit, pasti ardian bertingkah konyol. ''


ucap tuan tama karena dia tau kalau bunga akan baik baik sajah.


''Iya papah, mudah mudahan gak ada yang serius kepada bunga, mamah takut soalnya. ''


ucap nnyonya rania dan tuan tama mengangguk.


Di rumah sakit saat ini......


Bunga sedang di periksa dan ardian menunggu dengan emas di ruangan IGD, ardian terus menangis karena takut bunga kenapa kenapa, rama menghampiri dan mengurus ruangan untuk bunga di rawat.


''Bagaimana dengan kondisi istri saya dokter, apa yang terjadi?? ''


ucap ardian yang menghampiri dokter.


''Pasien mengalami pendarahan, tapi tidak membuat janinnya keguguran dan masih bisa di selamatkan, nanti setelah pasien sadar, kita akan memeriksa nya dengan melakukan USG, agar di ketahui usia berapa kandungannya, perkiraan saya enam minggu, tapi untuk lebih jelasnya kita tunggu pasien sadar, kalau ruangan sudah siap, pasien bisa di pindahkan. ''


ucap dokter dan ardian mengangguk.


''Ruangan sudah selesai di urus dan sudah siap. ''


uap ardian.


''Yasudah saya akan meminta suster untuk segera memindahkan pasien. ''


ucap dokter dan ardian mengangguk.


Dokter masuk ke ruangan IGD dan tak lama tiga suster keluar dengan membawa berangkar yang membawa bunga, ardian dan rama langsung mengikutinya menuju ruangan perawatan bunga.


Setelah sampai ruangan, bunga langsung di angkat oleh ardian dan di pindah ke brangkar di ruang rawat bunga, suster langsung merapihkan selang infusnya dan merapihkan posisi bunga, setelahnya suster keluar dari ruangan bunga.


''Kamu urus perusahaan dulu rama selama saya masih menunggu bunga, hubungi papah saya untuk membantu meeting siang nanti. ''

__ADS_1


ucap ardian dan rama mengangguk.


Setelah rama keluar ruangan ardian duduk di samping bunga dan menggenggam tangan bunga.


''Mas gak tau harus sedih atau bahagia, bahagia karena kamu sekarang sedang mengandung kembali, tapi mas sedih melihat kondisi kamu yang begitu rapuh, maafkan mas sayang karena selalu meminta keinginan mas ke kamu, kalau mas bisa menahannya, keadaan kamu gak akan separah ini, sadarlah sayang mas khawatir sekali, sadarlah bunga. ''


ucap ardian sambil mencium tangannya bunga dan ardian juga menangis melihat keadaan bunga yang lemah dan belum sadarkan diri.


Handphone ardian berdering dan mamahnya yang menghubungi, ardian langsung mengangkat telphone nya.


Dalam panggilan telphone saat ini.....


''Iya ada apa mamah?? ''


''Bagaimana keadaan bunga dan apa yang terjadi dengan bunga sebenarnya?? ''


''Bunga saat ini masih belum sadar mamah dan bunga juga sudah di pindahkan di ruang perawatan, bunga mengalami pendarahan tapi bayi di dalam kandungannya baik baik ajah karena langsung di tangani. ''


''Ya ampun ardian, kenapa bisa sampai pendarahan, pantas ajah wajah bunga pucat, semoga bunga secepatnya sadar dan pulih yah, maafkan mamah belum bisa menjenguk bunga, anak anak rewel nanyain kalian terus soalnya. ''


''Udah gak apa apa mamah, makasih udah mau jaga kedua anak ardian, tolong jaga dulu yah mamah, selama bunga dan ardian di rumah sakit, bilang ke anak anak kalau ardian dan bunga ada pekerjaan di luar kota, biar anak anak mengerti. ''


''Baik ardian, kamu hati hati disana dan jangan lupa makan yah, nanti mamah akan siapkan pakaian ganti untuk kamu dan untuk bunga juga, biar nanti supir antarkan ke rumah sakit. ''


''Iya mamah terima kasih yah dan bawakan leptop juga yah ada di meja di dalam kamar ardian. ''


''Iya, mamah akan siapkan juga, udah dulu yah anaka anak mendekat ke mamah. ''


uap nyonya rania sambil menutup panggilan telphone nya dan panggilan langsung berahir.


Ardian berbalik dan bunga sudah membuka matanya, ardian langsung memanggil suster untuk masuk keruangan bunga.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.....................


__ADS_2