
Saat ini bunga sedang menunggu memesan kamar hotelnya, saat ini di hotel sangat banyak antrian pemesanan kamar, memang lusa akan ada acara besar di ballroom hotelnya.
''Saya ibu dari anak yang di undang untuk melukis pasir di acara live musik. ''
ucap bunga dan petugas langsung meminta maaf.
''Maaf nyonya, saya tidak mengetahui kalau nyonya adalah ibu dari pelukis pasirnya, kamar sudah di sediakan dan petugas hotel yanga akan mengantarkan anda, sekali lagi saya minta maaf. ''
ucap petugas resepsionis dan bunga mengangguk memakluminya.
''Harusnya perwakilan desa ikut, ini malah di limpahkan semua ke aku, jadi kan gini susah deh. ''
gumam bunga saat sudah mendapatkan kamar untuk menginap.
''Ayo kal, kay kita ke kamar sekarang, biar bisa istirahat dan menyimpan barang barang juga. ''
ucap bunga menghampiri kedua anaknya dan kedua anaknya langsung mengikuti bunga.
Kedua anak bunga memang sangat bisa mengerti situasi di sekitarnya, kalandra menjelma menjadi seorang anak laki laki yang mandiri dan gak terbaca oleh orang lain kalau dia memiliki penglihatan tajam dan kehebatan menatap lalu membuat sebuah rakitan, kayla menjelma menjadi gadis cilik yang cengeng dan manja, untuk menutupi kehebatannya dalam membuat sebuah lukisan hanya dengan merasakan dengan hal sekitarnya.
Petugas membuka pintu kamar untuk bunga dan kedua anaknya, bunga langsung memberikan uang tips pada petugasnya.
''Ibu kita langsung cari makan yah, kay mau makan soalnya. ''
ucap kayla saat menyimpan tas nya.
''Iya sayang kita mencari makanan yah di restoran di hotel ini biar gak usah keluar area hotel. ''
jawab bungan dan kayla mengangguk.
''Kal kamu simpan tas nya dan bawa satu mainan ajah dan jangan bawa banyak mainan, kit akan makan dan membeli cemilan untuk kalian nanti malam. ''
ucap bunga dan kalandra langsung patuh.
Bunga membawa tas selempangnya dan menyimpan koper di dalam lemari, setelahnya bunga langsung membawa kedua anaknya menuju restoran di hotel dan mereka bertiga berjalan beriringan.
''Kalian berdua duduk yah, biar ibu yang memesankan makanannya, kal kamu jagain kay dulu yah. ''
ucap bunga saat sampai di restoran dan mendudukkan kedua anaknya di kursi.
Bunga langsung maju untuk memesan makananannya, kedua anaknya sedang duduk di kursi meja makan sambil memainkan mainannya.
Di hotel saat ini tuan tama di dampingi rama sedang mendatangi panitia untuk acara lusa yaitu konser musik dengan diiringi gadis kecil pelukis pasir.
''Rama kamu sudah hubungi ardian belum?? dia harusnya datang ini malah di kantor mengerjakan kejaan yang gak akan ada habisnya. ''
ucap tuan tama di sela sela melihat persiapannya.
''Sudah tuan dan tuan ardian akan tiba satu jam lagi, tuan ardian sedang menyiapkan bahan bahan untuk meeting nya nesok. ''
jawab rama dan tuan tama mengangguk.
''Sekarang saya lapar, kamu temani saya makan di restoran di hotel ini sajah. ''
''Baik tuan. ''
jawab rama patuh dan mengikuti tuan tama yang berjalan duluan menuju restoran.
Bunga saat ini selesai memesan makanan untuk kedua anaknya dan langsung memberikan pada kedua anknya.
''Kal, ibu mau ke toilet dulu sebentar kamu jaga kay dan makan makanannya yah, jangan pergi sebelum ibu datang. ''
__ADS_1
ucap bunga pada kalandra.
''Ibu jangan lama yah, kakak sibuk mainan nya kay sendirian. ''
rengek kayla dan bunga mengangguk.
bunga berjalan menuju toilet dan kedua anaknya langsung memakan makanannya.
Tuan tama langsung mencari tempa duduk dan pandangannya tertuju pada dua anak yang sedang makan dengan lahap tapi rapih.
Tuan tama langsung menghampiri kedua anak itu dan duduk dihadapannya.
''Bolehkah saya duduk disini?? ''
ucap tuan tama dan kedua anak itu langsung mengangkat wajahnya dan menatap tuan tama.
Tuan tama begitu kaget melihat dua anak di hadapannya
''Kenapa anak perempuan ini mirip sekali dengan rani dan anak laki laki ini mirip sekali ardian. ''
gumam tuan tama dan langsung terdiam.
''Emangnya kakek gak menemukan tempat duduk lain?? dan mau ikut duduk disini dengan kay. ''
jawab kayla dengan senyumnya dan semakin membuat tuan tama kaget.
''Kakek boleh duduk isini kan?? ''
tanya tuan tama kembali dan membuat kalandra menatapnya tajam.
''Itu tempat duduknya ibu, kakek lebih baik mencari tempat yang lain ajah. ''
''Ini anak mirip tuan ardian sekali, tegas dan tatapannya tajam sekali. ''
gumam rama dalam hatinya.
''Kakek akan menemani sampai ibu kalian datang, kakek masih menunggu pesanan soalnya, kalau ibu kalian sudah datang kakek akan pindah. ''
ucap rama menjawab pertanyaan anak di hadapannya karena tuan tama hanya diam dan menatap kedua anak di hadapannya.
Kalandra mengangguk dan melanjutkan makannya, tuan tama merasa lega dan terus menatap kedua anak dihadapannya.dengan tatapan sendunya.
Di toilet saat ini bunga selesai dengan urusannya dan langsung keluar untuk menuju restoran menyusul kedua anaknya.
''Ya tuhan itu tuan tama kan dengan kak rama yang di kursinya kayla dan kalandra, bagaimana ini. ''
ucap bunga saat akan menghampiri ke meja kedua anaknya dan melihat ada tuan tama.
Bunga memberanikan diri unntuk menghampiri kedua anaknya.
''Ibu.....kenapa lama sekali. ''
rengek kayla saat melihat bunga menghampirinya.
Tuan tama dan rama mengikuti pandangan kayla dan betapa kagetnya yang di panggil ibu oleh anak perempuan itu adalah bunga.
''Bunga......''
ucap tuan tama dan rama bersamaan..
Bunga hanya tersenyum dan mengangguk lalu menghampiri kedua anaknya.
__ADS_1
''Makanannya kenapa belum di habiskan?? ayo kalian habiskan dulu yah. ''
ucap bunga pada kedua anaknya dan kedua anaknya langsung melanjutkan makannya.
Tuan tama langsung menuju meja di depan nya dan meminta bunga untuk mengikutinya.
''Kalian tunggu yah, ibu ada urusan dengan kakek yang duduk dengan kalian barusan. ''
ucap bunga dan kedua anaknya mengangguk.
Bunga langsung berjalan menghampiri tuan tama dan rama menarik kursi untuk di duduki bunga, tuan tama menatap bunga dan menarik nafasnya sebelum dia berbicara.
''Kamu selama ini kemana ajah bunga, kamu tahu ardian eperti mayat hidup saat ini, delapan tahun kamu menyiksa dia dengan kesalahan yang belum ardian jelaskan ke kamu, kenapa kamu begitu percaya dengan obrolan nya rangga dan tio, kamu gak adil bunga karena gak menunggu ardian menjelaskan semuaya, kamu pergi dengan menghapus jejak kamu, agar ardian tidak menemukan kamu, saya tahu kalau kedua anak itu adalah anaknya ardian, kamu tau takdir tuhan itu nyata, tuhan akan mempertemukan anak dengan ayahnya walaupun sekuat apapun kamu menyembunyikan kebenaran itu dan sekarang buktinya sudah terlihat kan, berikn kesempatan agar ardian menjelaskan semua ke kamu bunga, sungguhmalang nasib ardian, dia seperti mayat hidup dengan menyiksa dirinya sendiri, ardian sekarang kejam dan sangat menutup dirinya, kamu gak merasa kasihan dengan seorang ibu yang hanya bisa menangis melihat putra tunggalnya seperti orang mati, hidup tapi pandangannya kosong. ''
ucap tuan tama dan membuat bunga terdiam dan meneteskan air matanya.
''Jawab bunga dan kenapa kamu menangis, setidaknya kasihani seorang ibu yang tersiksa melihat anaknya menderita, kembalilah bunga, dengarkan penjelasan ardian sekali sajah, kamu hanya setengah nya mendengarkan obrolan itu. ''
ucap tuan tama kembali karena bunga hanya diam dan menunduk.
''Saat itu betapa sakitnya hati saya tuan, mendengarkan kalau saya hanya jadi bahan taruhan oleh tuan ardian, saat itu emang saya sedang hamil dan kondisi saya begitu lemah, makanya mendengar obrolan itu saya langsung sakit dan memutuskan untuk pergi, itu balasan setimpal kan untuk tuan ardian, dia begitu mudah berucap saya taruhannya. ''
jawab bunga dengan tangisnya.
Rama menghampiri kedua anak bunga karena kalandra terlihat akan menghampiri bunga.
''Kalian disini dengan om yah, ibu lagi berbicara serius dengan opah kalian, ibu juga bilang minta om menemani kalian. ''
ucap rama dan kalandra memngangguk dan kembali duduk, rama langsung memesan ice cream untuk kedua anak bunga agar tenang.
Di meja bunga saat ini tuan tama langsung memijat keningnya yang terasa sakit mendengar ucapan bunga.
''Oke saya memaklumi kekesalan kamu bunga, tapi setidaknya kamu dengar penjelasan ardian dahulu, kasihan kedua anak kamu jauh dari ayahnya. ''
''Mereka berdua anak saya bukan anak tuan ardian, sampai kapan pun tetap menjadi anak saya. ''
ucap bunga dan membuat tuan tama menghembuskan nafasnya.
''Anak kamu sendiri dan tanpa andil ardian, kedua anak itu gak akan ada di kandungan kamu dan sekarang sudah lahir, kamu tahu bunga anak perempuan kamu mirip dengan istri saya ibunya ardian dan anak laki laki kamu mirip dengan ardian, tatapannya begitu menusuk seperti mau membunuh. ''
''Lihat ini foto istri saya dan sangat mirip dengan anak perempuan kamu. ''
ucap tuan tama sambil memberikan foto istri nya pada bunga untuk di perlihatkan.
Bunga hanya diam menatap foto di hadapannya dan bunga memang mengetahuinya dari mila kalau kayla mirip istri tuan tama.
.
.
.
.
.
.
.
......................
__ADS_1