
Saat ini kalandra sedang di dalam mobil dengan kayla dan kalandra akan mengantarkan kayla ke rumah raisa.
''Gimana prutnya sekarang, masih sakit atau sudah enakan?? ''
''Sudah lumayan enakan kak, kan ibu kasih obat pereda sakit tadi. ''
ucap kayla dan kalandra mengangguk tersenyum.
''Coba ambil kotak di jok belakang kay, itu alatnya buat kamu therapy nanti. ''
ucap kalandra dan kayla langsung segara mengambilnya ke jok bekalang.
''Alatnya kecil yah kak, jadi mudah di bawa bawa deh, makasih yah kak. ''
ucap kayla saat membuka kotaknya.
''Itu yang kotak terpisah, alat buat deteksi tekanan darah yah, yang pertama kan hancur dan eror karena keizha, sekarang sudah di buatkan baru dan programnya juga baru, kamu baca ajah cara caranya, kakak udah tuliskan dan itu kata sandi seperti biasa, ''
ucap kalandra dan kayla mengangguk dan mengambil kertasnya untuk membaca cara penggunaan alatnya.
Kalandra membuat kan alat dengan tulisan sandi yang hanya bisa di baca olehnya, kayla dan ibunya, yang lain tidak akan mengerti, itu sengaja kalandra lakukan agar tidak ada yang meniru alat yang di buatkan oleh nya.
Dua puluh menit kemudian kalandra sampai di depan gerbang rumah kediaman raisa dan kayla langsung turun untuk menghampiri penjaga gerbangnya, setelah terbuka kayla masuk kembali kedalam mobil dan kalandra melajukan mobilnya menuju ke area halaman rumah.
''Kamu hati hati yah kay, kabarin supirnya jangan dadakan yah, supir keizha di rumah menunggu setelah antarkan
keizha. ''
ucap kalandra saat mobil terhenti di depan pintu rumah dan kayla langsung pamit lalu keluar dari mobil kalandra.
Mobil kalandra bergerak meninggalkan kediaman raisa dan kayla langsung membunyikan bel rumah agar segera di buka.
''Pagi bi, saya dokter kayla yang akan melakukan therapy untuk raisa. ''
ucap kayla saat seorang pembantu membuka pintu dan langsung meminta kayla masuk dan duduk.
''Ibu dokter silahkan duduk yah, bibi panggilkan nyonya dan buatkan minum. ''
ucap bibi dan kayla tersenyum mengangguk.
Kayla langsung duduk dan memperhatikan sekitar ruang tamu, mata kayla langsung tertuju pada sebuah foto keluarga.
''Pulau hayalan. ''
ucap kayla dan kayla tersenyum melihat nya.
''Pagi dokter kayla, maaf lama menunggu. ''
ucap aira yang menghampiri ke ruang tamu.
''Pagi juga bu, saya baru sebentar kok menunggunya dan saya sedang melihat foto keluarga itu. ''
ucap kayla sambil menunjuk foto yang terpajang.
''Itu foto saat pembukaan pulau hayalan, raisa juga belum ada dan rafqy masih sangat kecil. ''
ucap aira dan kayla mengangguk.
''Saya jadi ingin kesana lagi, baru sekali soalnya kesana. ''
''Nanti setelah raisa pulih dan bisa berjalan, saya akan ajak dokter kayla dengan seluruh keluarga untuk mengunjungi pulau itu. ''
''Ibu bisa panggil kayla gak dan jangan pakai dokter, kita sedang tidak di rumah sakit. ''
''Baiklah, ibu akan memanggil kayla. ''
ucap aira dan kayla tersenyum.
''Boleh saya bertemu dengan raisa?? ''
ucap kayla dan aira langsung membawa kayla menuju kamar raisa.
''Raisa jadi gak seceria dulu dan dia lebih cenderung diam, makan ajah di antarkan ke kamar. ''
''Ibu jangan khawatir, kondisi raisa masih syok dan raisa masih memendam masalahnya, kay akan mencoba mendekatinya dan meluluhkan hatinya, karena raisa menolak psikiater kan dan kay yang akan menggantikannya. ''
ucap kayla dan aira tersenyum mengangguk.
Kayla saat ini sudah sampai di kamar raisa dan ternyata raisa baru selesai mandi dan berpakaian, kayla tersenyum dan raisa pun membalas senyumnya.
__ADS_1
''Raisa ahirnya tersenyum kembali, kemarin saat pulang dari rumah sakit dia terus cemberut. ''
gumam aira dalam hatinya.
''Ayo bibi, kita tunggu di luar ajah dan biarkan raisa dengan dokter kayla. ''
ucap aira dan bibi langsung mengangguk dan ikut keluar dengan aira.
''Pagi raisa, gimana keadaan tubuh kamu sekarang, masih terasa sakit gak?? ''
ucap kayla sambil membantu raisa berselonjor kaki.
''Udah gak sesakit kemarin dokter, masih sedikit sakit kalau sekarang. ''
ucap raia dan kayla langsung mengerutkan keningnya.
''Kamu gak meminum obat semalam yah raisa?? ''
''Gak dokter, aku malas meminumnya juga. ''
''Lihat saya raisa, panggil saya kakak dan jangan panggil dokter, kamu mau?? ''
ucap kayla sambil menatap raisa dan raisa mengangguk tersenyum.
''Kamu harus rutin meminum obatnya raisa, biar tubuh kamu gak sakit, setidaknya kamu harus melihat ayah dan ibu kamu yang sedih melihat keadaan kamu sekarang, kakak yakin kamu akan pulih loh. ''
''Buat apa raisa sembuh kak, orang yang perhatian ke raisa malah menikah dengan wanita lain, mamah dan papah sibuk dengan kerjaan mereka, paling sesekali kak rafqy yang selalu ada buat untuk raisa, buat apa raisa hidup kalau orang orang gak sayang raisa. ''
''Kok kamu bicara seperti itu, sekarang ada kakak sebagai kakak kamu, yang akan jagain kamu dan perhatian sama kamu, berjuanglah bersama dengan kakak yah, bantu kakak untuk memulihkan kondisi kamu, kakak memiliki adik perempuan dan saat ini usianya baru sebelas tahun, dia sakit sakitan terus karena ginjalnya bermasalah, dia bangkit dan akhirnya ada pendonor yang cocok dengan ginjal adiknya kakak, dia gak perduli dengan orang sekitarnya dan dia selalu nekad kalau melakukan sesuatu tanpa berbicara dulu, kamu juga harus berjuang, biarkan orang sekitar kamu gak memperhatikan kamu tapi kamu harus bisa membuktikan kalau kamu bisa tanpa mereka. ''
ucap kayla dan raisa tersenyum.
''Raisa akan mencobanya tapi gak janji yah kak. ''
''Oke baiklah, yang penting kamu ada niat yah, kitamulai therapy nya yah raisa. ''
ucap kayla dan raisa tersenyum.
''Tunggu yah, alat nya tertinggal di ruang tamu, kakak ambilkan dulu yah dan kamu tunggu sebentar. ''
ucap kayla saat menyadari alatnya tertinggal dan segera keluar kamar raisa.
Seperti tersihir, rafqy langsung terdiam dan menatap kayla, kayla mengerutkan dahinya dan mencoba menghindari rafqy, namun rafqy seperti sengaja menghalanginya.
''Permisi tuan, anda menghalangi jalan saya. ''
ucap kayla namun rafqy malah terus menatap kayla.
Raihan yang sudah rapih dengan jas kerjanya langsung tersentak saat putranya sedang menatap kayla dan terus menghalangi jalan kayla.
''Rafqy, apa apaan sih kamu itu, sadar dong kamu menghalangi dokter kayla. ''
ucap raihan dan rafqy langsung tersadar dan tersenyum lalu meminta maaf dan segera naik ke lantai atas.
''Maafkan putra saya dokter, dia baru merasakan jatuh cinta makanya begitu. ''
ucap raihan dan kayla langsung mengangguk dan segera ke ruang tamu mengambil alat untuk therapy.
Di kamar saat ini rafqy begitu merutuki dirinya karena bersikap aneh di depan kayla.
''Memalukan sekali sih aku, tapi ini juga bahagia sih di sebutnya, memalukan dan kebahagiaan, mending mandi dan menghampiri raisa yang sedang di therapy. ''
ucap rafqy sambil tersenyum dan masuk kedalam kamar mandi.
Raihan menghampiri aira yang sedang bersiap dan menceritakan kelakuan rafqy yang memalukan.
''Anak itu konyol sekali sih mas, mirip kamu pas saat dulu loh. ''
ucap aira dan raihan hanya diam dan tidak berkomentar.
''Mas hanya takut rafqy kecewa sayang, kita dan keluarga bagaskara itu gak satu iman, keluarga mereka gak satu keyakinan dengan keluarga kita. ''
ucap raihan dan aira tersentak dengan kenyataannya.
''Biarlah mas, urusan keyakinan gimana nanti ajah, rafqy dan kayla nya juga belum dekat kan. ''
ucap aira dan raihan menuruti nya.
Kayla saat ini sedang mengecek tekanan darahnya raisa dan hasilnya normal, kayla terus mengajak mengobrol raisa, agar raisa nyaman dengan tindakan yang dilakukannya.
__ADS_1
''Dengarkan kakak yah, kalau kamu merasakan sakit saat kakak melakukan therapy, kamu harus bicara yah karena itu sasaran utama kakak soalnya dan akan di obati yang sakitnya. ''
ucap kayla dan raisa mengangguk.
Tiga puluh menit kayla menjalankan therapy dan raisa mengaduh sakit di telapak kakinya, kayla langsung melihat telapak kaki raisa.
''Ini sisa sisa luka saat kamu terjepit oleh mobil saat tabrakan itu, sebentar yah. ''
Kayla langsung mengeluarkan sebuah obat dan meminta raisa untuk meminumnya.
''Ini dosis lebih tinggi dari obat yang kamu konsumsi kemarin, dalam dua jam akan bereaksi dan kamu akan kesakitan dulu, saat kaki kamu saki, selonjorkan seperti ini yah biar obatnya yang bekerja untuk memulihkan tulang tulang sendi kamu dan obatnya jangan di konsumsi dulu, kakak akan buatkan resep baru. ''
ucap kayla dan raisa mengangguk.
Pintu kamar raisa di ketuk dan rafqy juga kedua orang tua raisa yang masuk.
''Obatnya saya ganti dengan dosis baru, obat lamanya saya bawa agar tidak tertukar, ini resepnya dan tolong kasih ke raisanya nanti pukul empat sore. ''
ucap kayla sambil memberikan resep obat dan rafqy yang menerimanya.
Orang tua raisa menghampiri ke ranjang raisa dan kayla menelphone supir keizha untuk jemput, namun sangat di sayangkan supir keizha sedang menunggu bunga yang berbelanja dan kayla pun meminta jangan menjemput.
''Kalau begitu saya permisi untuk kembali ke rumah sakit, jadwal therapy saya, selasa, kamis dan sabtu yah, nanti saya hari sabtu datang lagi kesini. ''
''Terimakasih kayla, semoga raisa secepatnya pulih. ''
ucap aira dan kayla mengangguk.
Kayla segera keluar dari kamar raisa karna dia harus segera memesan taksi online untuk menuju rumah sakit, namun saat berjalan keluar menuju halaman depan, rafqy memanggilnya.
''Dokter kayla, biar saya yang mengantarkan ke rumah sakit yah, jangan pesan taksi. ''
ucap rafqy dan kayla menolaknya karena merasa tidak enak namun rafqy memaksa dan akhirnya kayla setuju.
''Omah dan opah akhirnya datang juga, raisa nyariin tuh dari kemarin lusa. ''
ucap rafqy saat orang tua dari mamahnya datang.
''Kamu itu anggap semua nya gampang, turki itu bukan jakarta yah, wanita ini calon kamu?? ''
ucap tuan mahendra.
''Opah ini ngaco deh, dia ini dokter yang menangani raisa tapi kalau dokter nya mau ke rafqy, dengan senang hati rafqy trima. ''
ucap rafqy dan membuat kayla tersentak dan omahnya langsung memukul lengan rafqy.
''Dokter maaf atas ucapan cucu omah yah, dia ini ngaco dan gak pengalaman soal pacaran makanya ngelantur. ''
ucap nyonya nadia omahnya rafqy.
''Omah ini, lebih baik omah dan opah ke kamarnya raisa, rafqy mau antarkan dokter kayla ke rumah sakit. ''
ucap rafqy dan kayla langsung pamit pada omah dan opahnya rafqy.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...................
__ADS_1