
Setelah dua hari berduka, hari ini bunga sudah kembali ke kesibukannya dengan mengurus semua anggota keluarganya.
Nyonya rania dan tuan tama masih menghabiskan waktunya di kediaman ardian, karena mereka masih rindu dengan ketiga cucunya, biasanya ardian akan datang ke desa dengan memboyong semua keluarganya setiap weekend, namun karena kemarin adalah hari peringatan kematian cucu bungsunya dan tuan tama juga nyonya rania sengaja mendatangi ardian dan keluarganya.
''Mana keizha ibu?? ''
ucap kalandra dengan raut wajah yang masam karena menahan kesal dan marah.
''Ada apa kak, kamu sepertinya marah sekali pada kei, jangan gitu yah. ''
ucap nyonya rania karena bunga sedang merapihkan makanan di meja makan.
''Omah mau belain anak nakal itu lagi, lihat omah ini tuh pendeteksi tekanan darah yang kal buat untuk peralatan medis kayla, tapi anak itu malah merusaknya. ''
ucap kalandra dan nyonya rania tersenyum.
''Kalandra, alat itu bisa di buat lagi kan dan kamu jangan semarah itu dengan kei, dia adik kamu dan itu lebih penting dari alat itu, opah gak suka itu. ''
ucap tuan tama dan kalandra terdiam.
''Opah sesekali jangan memanjakan anak itu terus, kal sangat menyayangi kei, tapi semua kesalahannya sudah di luar batas, sikap usil dan jahilnya sangat keterlaluan saat ini. ''
ucap kalandra dan tuan tama tetap menggelengkan kepalanya.
''Opah gak setuju kal, kalau begitu opah akan bawa keizha ke desa dan akan menyekolahkan keizha di desa, biar dia gak ganggu kamu dan kayla. ''
ucap tuan tama dan membuat bunga menghentikan pekerjaannya.
''Bunga gak ijinkan papah bawa keizha ke desa yah, bunga gak mau jauh dari keizha. ''
ucap bunga dan membuat tuan tama mengehembuskan nafasnya.
Di kamar kayla saat ini, keizha sedang merajuk dan meminta untuk membantunya meminta maaf pada kalandra dan kayla pun terpaksa mengikuti keinginan adiknya.
''Kalau kakak gak sayang kamu yah, udah kakak hukum kamu yah kei, kamu itu tangannya gak bisa diam soalnya dan selalu membuat ulah. ''
ucap kayla mendumel namun tetap menggandeng keizha menuju lantai satu yang terdengar keributan dan kayla yakin itu ulah adik nakalnya.
Ardian yang mendengar keributan di ruang makan langsung keluar dari ruang kerjanya dan sudah bisa tertebak kalau keizha membuat ulah kembali.
''Ada apa ini, kenapa ribut sepagi ini?? ''
ucap ardian yang menghampiri ke ruang makan dan berdiri di samping kalandra.
''Lihat ayah, alat pendeteksi tekanan darah yang baru kal selesaikan, rusak oleh kei. ''
ucap kalandra sambil memperlihatkan alatnya pada ardian dan ardian kembali memegang kepalanya yang begitu pusing dengan kenakalan anak bungsunya.
''Kak kalandra, maafkan kei yah dan kei janji gak akan ganggu lagi dan merusak barang barang yang di buat oleh akak, maafkan kei yah. ''
ucap keizha yang berdiri di belakang kayla karena dia takut dengan kalandra yang sedang marah.
Semua orang malah tersenyum dengan tingkah yang dilakukan oleh keizha yang memeluk kayla dari belakang dan berjalan beriringan, kayla terus cemberut dengan tingkah adiknya yang bersembunyi dari kesalahannya dan bersembunyi di belakang punggung kayla.
Kalandra tersenyum dan menghampiri kedua adiknya dan menarik tangan keizha, keizha terus menunduk karena takut kalandra menghukumnya dan memarahinya.
Kalandra menakup kedua pipi keizha dan tersenyum kepadanya.
''Jangan ulangi kenakalan kamu yah sayang, kakak sayang sama kamu dan kakak gak mau membuat kamu menjadi urakan dan nakal. ''
ucap kalandra dan keizha langsung menghambur memeluk kakaknya.
__ADS_1
''Lihatkan sayang, ikatan darah akan terjaga walaupun mereka berselisih faham, papah sangat tahu kalau kalandra sangat menyayangi kedua adiknya dan akan selalu menjaganya. ''
ucap tuan tama dan bunga mengangguk.
''Hey kalian anak nakal, ayo sarapan dulu sebelum makanan nya dingin. ''
ucap ardian pada ketiga anaknya yang sedang berpelukan dan ketiganya langsung cemberut.
Semua langsung makan dengan keadaan hening tanpa ada suara obrolan dan terdengar hanya suara dentingan sendok.
Setelah selesai sarapannya kayla lebih dulu berangkat dan kalandra menunggu keizha bersiap.
''Ayo kei, kakak antarkan kamu ke sekolah. ''
ucap kalandra dengan style jas nya yang terlihat sangat tampan.
''Gak mau kak, nanti kakak tebar pesona sama teman sekolah kei, kei di antarkan ayah ajah ke sekolahnya, ayo ayah kita berangkat. ''
ucap keizha sambil menghampiri ayahnya dan menggandeng lengan ayahnya.
''Loh kok gitu sih, kakak gak tebar pesona dengan ABG LABIL yah, teman kamu ajah yang keganjengan mencuri perhatian kakak. ''
ucap kalandra dan keizha tetap kukuh dengan keinginannya dan ingin di antarkan oleh ardian.
Ardian langsung membawa keizha menuju kamarnya dan sebelumnya menepuk bahu putra tampannya.
''Udah kamu berangkat ke kantor yah, biar ayah yang antarkan adik kamu sekarang. ''
ucap ardian dan kalandra mengangguk lalu menuju mobilnya.
''Bunga, pantesan ajah kamu pindah ke rumah ini, rumah ini lebih nyaman dan sangat luas sekali, rumah mamah gak muat yah untuk kalian tempati. ''
ucap nyonya rania saat bunga duduk di sampingnya dan menonton televisi.
jawab bunga dan nyonya rania mengangguk.
''Mamah lusa pulang yah sayang, kamu jangan bersedih lagi, inga ada tiga anak dan satu suami yang harus kamu jaga dan perhatikan, biarkan karenina tenang di alamnya di sisi tuhan. ''
''Baik mamah, hanya keizha yang selalu membuat aku melupakan karenina, makanya aku gak setuju kalau keizha di bawa ke desa. ''
''Tadi hanya memperingati kalandra sajah, papah ngerti sayang dengan keadaan kamu. ''
ucap tuan tama yang menimpal ucapannya bunga dan bunga mengangguk.
Di rumah sakit saat ini.....
Kayla langsung menangani korban kecelakaan dan kayla langsung menangani tanpa ada masalah, semua luka bisa kayla tangani dan tanpa operasi.
''Suster apa keluarga pasien sudah datang?? ''
ucap keizha saat setelah menangani pasien nya.
''Belum dokter, tapi kami sudah menghubungi kontak terakhir yang di hubungi oleh pasien dan dia adalah kakak korban, mungkin sebentar lagi sampai di rumah sakit. ''
ucap suster asisten kayla dan kayla mengangguk lalu keluar ruangan karena dia harus mengunjungi pasien lainnya.
Saat kayla berjalan menuju ruangan pasien yang di tanganinya, dia di tabrak oleh seorang laki laki dan membuat kayla terjatuh.
''Aduuhh....sakit banget pantat aku. ''
ucap kayla dan langsung di bantu oleh laki laki yang menabraknya.
__ADS_1
''Maaf dokter, saya sedang terburu buru makanya tidak fokus saat berlari. ''
ucap seorang laki laki yang membuat kayla terjatuh.
''Ini bukan arena pertandingan tuan, mohon jangan berlari lari karena akan membahayakan yang lainnya. ''
ucap kayla dengan nada lembutnya dan menolak uluran tangan laki laki itu.
Kayla langsung pergi saat laki laki itu akan berbicara kembali dan membuat laki laki itu hanya bisa tersenyum dan langsung menuju ruangan tempat tujuannya.
''Deek, kmu baik baik ajak kan sayang?? ''
ucap laki laki tadi yang menghampiri ruangan UGD tempat adiknya saat ini sedang di rawat.
Sebelum pasien menjawab, suster menghampiri dan menanyakan siapa laki laki itu.
''Anda siapa?? ''
ucap suster dan laki laki itu tersenyum mengangguk.
''Saya kakaknya pasien ini suster, bagaimana keadaan adik saya sekarang?? ''
''Lebih baik mas nya mengurus ruangan untuk perawatan agar pasien lebih nyaman, nanti mas bisamenanyakan pada dokter yang m,enangani pasien, dokter sedang berkeliling ruangan, nanti akan menghampiri kalau sudah selesai. ''
''Baik suster, saya urus ruangan untuk adik saya dan saya titip adik saya dulu yah. ''
''Silahkan mas. ''
jawab suster dan laki laki itu langsung pergi saat suster memberikan sebuah kertas agar laki laki itu bisa mengurus kamar untuk pasien.
''Mamah sama papah lama sekali sih, katanya udah menuju kesini. ''
gerutu laki laki itu saat mengisi formulir untuk kamar rawat adiknya.
''Rafqy.....''
ucap seseorang saat laki laki itu selesai mengisi formulir dan mendapatkan ruangan untuk rawat adiknya.
''Mamah sama papah lama sekali sih, raisa belum sadar dan sekarang mau di pindahkan ke ruang rawat, rafqy sudah mendapatkan ruangannya. ''
ucap rafqy dan kedua orang tuanya mengangguk dan mengikuti rafqy menuju ruangan raisa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.........................