Doa Dalam Kesendirian

Doa Dalam Kesendirian
Di Nyatakan Koma ( part 2 )


__ADS_3

Tuan tama masuk ke ruangan perawatan bunga dan tersenyum saat bunga sedang duduk dan makan bersama istrinya dan kedua cucunya.


''Syukur lah karena kamu sudah sadar bunga, papah sedih melihat kamu harus ikut tak sadarkan diri seperti ardian, bunga kamu harus tau, dukungan dari orang yang ardian sayangilah saat ini yang di butuhkan, papah mohon sama kamu, kuatkanlah hati kamu demi ardian dan anak anak kalian. ''


ucap tuan tama yang menghampiri bunga dan duduk di samping bunga.


''Iya papah, maafkan bunga yah karena bunga tadi gak sanggup melihat tubuh kaku mas ardian penuh dengan alat alat medis dan kulit mas ardian sangat pucat. ''


jawab bunga dan tuan tama mengangguk.


''Papah, kayanya mamah mau tidur di rumah sakit ajah dan gak mau di hotel yah, mamah gak mau. ''


ucap nyonya rania dan tuan tama mengangguk.


''Bunga kamu mau tidur di rumah sakit atau di hotel, di sekitaran sini ada hotel soalnya?? ''


''Bunga ikut mamah ajah tidur di rumah sakit. ''


''Yasudah kalian tidur di ruangan ini, papah mau menjaga ardian di luar ruangan ardian di rawat. ''


ucap tuan tama dan semua mengangguk.


''Ayo kal dan kay, kalian bobo yah sayang, ini sudah malam soalnya. ''


ucap bunga yang menghampiri kedua anaknya dan kedua anaknya begitu patuh dan langsung naik ke berangkar dan langsung tertidur.


Bunga dengan sabar menunggu kedua anaknya tertidur dan tak lama kedua anaknya tertidur pulas.


''Mamah rebahan di sofa yah, mamah juga harus istirahat, biar bunga yang jaga anak anak yah, bunga sudah kenyang tidur soalnya. ''


ucap bunga saat melihat nyonya rania menguap.


''Beneran mamah tidur gak apa apa?? ''


ucap nyonya rania dan alana menggelengkan kepalanya.


''Udah mamah tidur yah, bunga yang akan menjaga mamah dan kedua cucu mamah. ''


jawab bunga sambil menyelimuti tubuh nyonya rania dan nyonya rania menganggukan kepalanya dan menutup matanya, nyonya rania sangat lelah dan tak lama nyonya rania tertidur.


Bunga saat ini melihat jendela luar kamar rawatnya, malam ini terlihat mendung, karena tidak ada bintang kerlap kerlip, cahaya bulan pun hanya nampak separuh.


''Langit pun tau kalau aku saat ini sedang sedih, cahaya bintang tidak ada dan cahaya bulan pun hanya sebagian, mas ardian kita dipertemukan kembali oleh tuhan untuk sebuah alasan dan aku mohon mas, bertahanlah demi ikatan kita, agar kamu tetap bersama aku dan anak anak kita, aku mau menjalani semua dengan suka cita bersama kamu mas ardian, karena hanya kamu yang aku inginkan, aku yakin semua ini adalah rencana tuhan untuk kita dan ini rencana tuhan yang terbaik untuk kita, tuhan gak akan memberikan cobaan melebihi kekuatan hambanya, pasti ini akan ada hilkmahnya, mas ardian aku mohon sadarlah dan kembali untuk berkumpul dengan anak dan istri kamu. ''


ucap bunga dengan tangisannya dan menatap langit yang sedang gelap tanpa cahaya bintang dan bulan.


Bunga mengelus perutnya yang terlihat membuncit dan bunga pun bertekad, akan kuat untuk menghadapi cobaan nya dan akan memberikan kekuatan untuk ardian, agar ardian cepat pulih dan kembali berkumpul dengannya lagi.


Bunga berbalik dan melihat kedua anaknya tertidur pulas dan mamah mertuanya juga sama tertidur pulas, bunga perlahan membuka pintu ruangan dan menghampiri ke ruangan ardian.

__ADS_1


''Loh bunga, bukannya istirahat kenapa malah kemari, di luar dingin dan gak baik untuk kesehatan kamu dan janin di dalam perut kamu. ''


ucap tuan tama saat bunga berjalan menghampirinya dan bunga menggelengkan kepalanya.


''Papah bunga mohon, biarkan bunga disini dulu yah, bungaa janji kalau mengantuk dan lelah, bunga akan ke ruangan untuk istirahat. ''


ucap bunga dan tuan tama mengangguk setuju.


Bunga menatap ardian dari luar ruangannya di rawat, kepala ardian di balut oleh perban, tapi alat alat di tubuhnya sudah tidak sebanyak tadi, hanya ada selang oksigen dan infus di tangannya.


''Sadarlah suamiku, ada janin yang sangat merindukan belaian tangan kamu, hangatnya tangan kamu dan kasih sayang kamu mas, aku akan setia di samping kamu mas dan menjaga kamu. ''


gumam bunga sambil menatap ardian yang masih terpejam di dalam ruangan ICU.


Bunga merasakan kantuknya dan bunga langsung pamit ke ruangan nya pada tuan tama dan tuan tama mengiyakannya.


Bunga membuka pintu ruangan dan tersenyum melihat mamah mertuanya dan kedua anaknya tertidur pulas, bunga juga merebahkan tubuhnya di sofa dan tak lama bunga langsung tertidur karena bunga merasakan kantuknya.


Pagi hari menjelang......


Bunga membuka matanya karena mendengar obrolan di ruangan.


''Sayang, ahirnya kamu bangun dan sini kita sarapan dulu yah, barengan kita. ''


ucap nyonya rania saat bunga duduk di sofa dan menatapnya.


''Bunga mau mandi dulu yah mamah, biar lebih segar juga tubuhnya. ''


ucap nyonya rania dan bunga menganggukan keplanya dan membawa pakaian gantinya kedalam kamar mandi.


''Cucu cucu omah juga, sudah makan sarapannya langsung mandi yah biar segar. ''


ucap nyonya rania dan kedua ucunya mengangguk dan kembali melanjutkan makannya.


Bunga keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar dan menghampiri kedua anaknya dan mamah mertuanya.


''Papah masih jaga di luar ruangan mas ardian yah mamah?? ''


tanya bunga sambil duduk di samping kalandra dan memakan makanan di meja.


''Papah lagi sama rama, dokter hari dan dokter yang menangani ardian, sekitar pukul sepuluh pagi, ardian akan di pindahkan ke rumah sakit internasional milik keluarga kita sayang dan rama juga sudah datang dengan ambulance dan alat alat medis untuk membantu ardian selama di perjalanan, perjalanan kita ini tiga jam dan akan sangat lama, makanya papah meminta membawa alat medis untuk perjalanan ardian, nanti juga dokter hari dan asistennya yang akan menemani sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. ''


ucap nyonya rania dan bunga mengangguk.


''Ayo sayang nya ibu, kita mandi dulu yah biar kalian lebih segar. ''


ucap bunga saat melihat kedua anaknya sudah selesai makannya.


''Udah biar mamah yang akan memandikan kedua cucu mamah, kamu lanjutkan makannya yah. ''

__ADS_1


ucap nyonya rania dan bunga pun mengangguk.


Bunga langsung memakan makanannya dan nyonya rania memandikan kayla karena kalandra mandi sendiri dan gak mau di mandikan.


Setelah semua selesai, bunga merapihkan barang barang dan langsung keluar ruangan rawat menuju ruangan ardian, karena tuan tama memanggil bunga, barang barang di bawa oleh supir menuju mobil.


Bunga menghampiri tuan tama dan dokter yang menangani ardian.


''Ayo kita masuk ke ruangan ardian yah bunga, ada yang mau di bicarakan ke kamu. ''


ucap tuan tama saat bunga menghampirinya dan bunga langsung mengikuti tuan tama masuk kedalam ruangan ardian.


''Bunga dengarkan semua penjelasannya dokter hari yah sayang dan kamu harus kuat sayang, ini demi ardian, kamu adalah kekuatan ardian saat ini. ''


ucap tuan tama bunga mengangguk.


''Begini bunga, kemarin operasi pada kepala ardian sudah berjalan lancar dan ardian melewati masa kritisnya, tapi pasca operasi menunggu duabelas jam untuk mengetahui hasilnya, ardian sadar atau koma, ternyata setelah tigabelas jam menunggu, ardian tetap menutup matanya, tapi ardian tetap bernafas dan detak jantungnya normal, hanya sajah ardian saat ini dinyatakan koma, bunga kamu adalah wanita yang sangat di sayangi ardian, dukungan kamu akan sangat membantu pemulihan ardian dan ardian akan segera sadar, walaupun mata ardian tertutup, tapi telinga, hati dan fikirannya bisa mendengar, nanti setelah ardian di pindahkan, kamu bisa menemani ardian, mengajak ngobrol juga, untuk memancing kesadaran ardian. ''


ucap dokter hari dan bunga menganggukan kepalanya, tuan tama merangkul lengan bunga karena bunga terlihat melemah dan menangis.


''Sabar bunga kamu harus kuat yah, hanya kamu yang akan bisa membuat ardian sadar, papah mohon sama kamu bunga, kuatkan hati dan fikiran kamu yah, ayo kita siap siap ke mobil, karena ardian akan di pindahkan sekarang. ''


ucap tuan tama dan bunga menganggukan kepalanya dan mengikuti tuan tama keluar ruangan.


Nyonya rania langsung menghampiri bunga dan merangkul bunga yang terlihat sangat lemah dan menangis, tuan tama membawa kedua cucu nya, nyonya rania menggandeng bunga dan rama mengatur kepindahan ardian.


''Kita gak bisa naik mobil ambulance dengan ardian sayang, sudah ada dokter dan suster yang menjaga ardian sepanjang perjalanan. ''


ucap nyonya rania saat bunga melihat ardian di masukan kedalam mobil ambulance, bunga mengangguk dan masuk kedalam mobil menyusul kedua anaknya.


Tuan tama dan rama masih di luar dan mengorol dengan dokter hari, tak lama mengobrol, dokter hari masuk kedalam mobil ambulance, tuan tama dan rama masuk kedalam mobil.


Mobil ahirnya melaju menuju rumah sakit internasional, bunga hanya bisa menatap mobil yang membawa ardian dan hatinya terus memanjatkan doa untuk kelancaran ardian sepanjang perjalanan menuju rumah sakit.


'


'


'


'


'


'


'


'

__ADS_1


'''''''''''''''


__ADS_2