Doa Dalam Kesendirian

Doa Dalam Kesendirian
S2 - kesedihan Yang Terulang ( BUNGA )


__ADS_3

Saat ini bunga sedang menyiapkan cemilan untuk menemani kehangat keluarga yang berkumpul di ruang keluarga saat ini.


''Ayah besok lusa weekend kan, kei boleh ijin main ke desa gak?? ''


ucap keizha dan membuat semua memandang ke arah keiza.


''Kamu ngaco atau lupa sih deek, kamu lupa kalau hari sabtu sekarang hari apa?? ''


ucap kalandra dan membuat keizha menutup mulutnya karena baru mengingatnya.


''Jangan bahas, ibu sudah mendekat soalnya dan nanti malah membuat nya sedih. ''


ucap ardian yang melihat bunga menghampirinya dengan membawa nampan dan ketiga anaknya mengangguk dan gak membahas acara weekend di minggu ini.


''Waaah, makanannya pasti enak nih. ''


ucap keizha yang langsung menyomot makanan nya padahal ibunya belum menatanya.


''Kebiasaan jelek nih tangan, belum di hidangkan udah maen comot ajah, gimana kalau nanti di ajak ke rumah mertua, memalukan. ''


ucap kayla yang menepuk tangan keizha yang akan menyomot makanannya.


''Kakak, ini gak ada hubungannya dengan makan di rumah mertua. ''


ucap keizha dengan ketusnya karena keinginannya terhenti saat kakak nya malah menghentkannya.


''Sudah kak jangan begitu yah, gak masalah kok, yang penting gak membuat malu di luar rumah ajah, kalau masih di rumah gak masalah. ''


ucap bunga dan membuat kayla kesal.


''Sama ajah bu, kan kita harus membiasakan saat di rumah dahulu dong. ''


ucap kayla yang membela diri karena ibunya membela adik bungsunya.


Ardian berdehem dan membuat semua terdiam dan mengerti dengan peringatan ardian walaupun hanya deheman tapi sukses membuat semua diam dan kembali memakan makanannya.


Malam semakin larut semua anggota keluarga meninggalkan ruang tamu, bunga pun sudah kembali ke kamarnya, tinggal kalandra dan ardian yang sedang membicarakan masalah pekerjaan.


''Kak kamu masih suka mewajibkan kay untuk makan siang bersama kamu?? ''

__ADS_1


ucap ardian dan kalandra mengiyakannya.


''Bebaskan dia kak, ayah gak mau kay malah menjadi beban dalam fikirannya yang harus makan siang setiap hari dengan kamu, kay harus beradaptasi dengan lingkungan nya, dia sudah mau sembilan belas tahun, bebaskan kay untuk di dekati pria, ayah yakin kay akan selektif untuk mmemilih pria yang mendekatinya, kalau kamu terus ada dengannya, kay gak akan menemukan cinta sejatinya, kamu juga kal usia kamu sudah cukup untuk mendekati wanita. ''


ucap ardian dan kal merebahkan kepalanya di sandaran sofa.


''Kal akan tetap meminta kay makan siang dengan kal, kal gak mau kejadian kay harus di rawat karena kelelahan yang sibuk dengan pasien dan membuat kay melewati makan siangnya, jangan larang kal ayah dan untuk pria yang mendekati kay atau kei sekalipun, kal akan mengawasinya, kal gak mau kedua adik kal menjadi korban laki laki yang memanfaatkannya dan untuk kal sendiri, kal belum mau mendekati wanita manapun, kal hanya fokus pada ibu dan menghilangkan tangisan ibu yang selalu terulang di tiap tahunnya. ''


ucap kalandra dan ardian menghela nafasnya.


''Oke semua terserah kamu dan ayah hanya bisa mendukungnya selama semua wajar, ingat kal karena ayah juga mengawasi kalian semua, sudah sana istirahat, besok jangan kesiangan, ayah duluan yah. ''


ucap ardian sambil menepuk bahu kalandra dan kalandra mengangguk.


Selepas kepergian ayahnya ke kamar, kalandra memilih untuk menuju halaman belakang dan duduk di kursi yang biasa dia pakai untuk merenungkan kegundahan hatinya, dari arah kamar lantai atas, bunga menatap putranya yang sedang duduk di kursi taman.


Tiba tiba ada sebuah tangan kekar yang melingkar di perutnya dan terasa hembusan nafas di sekitar lehernya.


''Kenapa kerjaan kamu selalu mengintip putra kita sih, bintitan matanya baru tahu rasa. ''


ucap ardian yang begitu erat memeluk tubuh bunga dan menciumi leher bunga.


ucap bunga sambil menatap kalandra yang duduk di kursi taman, kalandra bukan tipekal anak yang membicarakan masalahnya, dia lebih suka memendamnya dan akan bersikap normal apabila dia berkumpul kembali dengan keluarganya.


''Sudah jangan ikut campur masalah pribadi putra kita atau kedua puti kita yah, sekarang kamu harus melayani aku sayang. ''


ucap ardian sambil membalikan tubuh bunga dan mencium bibirnya bunga.


''Mas kamu gak cape yah setiap malam selalu meminta jatah ke aku, libur cuma pas aku datang bulan. ''


gerutu bunga namun tetap pasrah dengan permintaan ardian karena ardian akan membuat bunga selalu mabuk kepayang dengan sentuhan sentuhan lembutnya, di usia ardian yang matang namun ardian begitu kuat melakukannya hingga berjam jam dan bunga hanya pasrah dan enggan mengecewakan suaminya.


Weekend tiba.....


Di weekend hari ini terasa berbeda, tidak ada obrolan hangat seperti biasa, hari ini bunga dan semua keluarganya menuju pemakaman di tengah kota.


Pemakaman seseorang yang sangat berharga untuk bunga dan begitu membekas untuk bunga, bahkan setiap tahunnya kesedihan ini selalu berulang, tangisan pilu bunga membuat ardian hanya bisa menenangkannya, kalandra terus mencari cara agar setiap tahun di bulan dan tanggal yang sama tidak ada kesedihan, namun kalandra ataupun kayla masih belum punya cara dan semua pun hanya pasrah dan menenangkan bunga saat ini.


Batu nisan itu bertuliskan nama yang sangat indah dan bunga yang menyiapkannya.

__ADS_1


KARENINA BAGASKARA, itu adalah nama mendiang putri bungsu bunga dan ardian, di usia nya yang ke empat tahun, babby karen mengehembuskan nafasnya di pangkuan bunga, segala cara sudah di lakukan oleh ardian dan bunga bahkan operasi yang dilakukannya pun tetap tidak membuatnya tetap hidup di dunia ini.


Karenina mengidap penyakit kangker darah stadium ahir, hingga usia karen hanya bertahan di empat tahun, bunga begitu syok bahkan bunga seperti mayat hidup saat karen meninggalkannya.


Saat kehamilan karen bunga begitu kesusahan, bahkan bunga harus di rawat karena kekurangan cairan, bayi karen begitu membuat bunga kesulitan karena bunga tidak bisa makan nasi sama sekali hanya susu dan roti itupun harus di paksa.


Keizha kecil yang selalu menemani bunga di masa sulit kehamilan karen, hanya keizha yang bisa membuat bunga meminum susu dan memakan roti.


Hingga usia kehamilan bunga masuk tujuh bulan, tubuh bunga begitu kurus dan bayi di kandungannya harus segera di keluarkan karena air ketubannya menyusut dan ahirnya bunga harus melakukan operasi untuk melahirkan bayi di dalam kandungannya, bunga di larang hamil kembali karena akan beresiko untuk hidup bunga kedepannya, saat rahimnya akan di sterilkan bunga menolak dan ahirnya ardian mengalah untuk memasang alat kontrasepsi di alat vitalnya agar bunga tidak harus menggunakan kontrasepsi apapun.


Babby karenina tumbuh menjadi bayi yang menggemaskan hingga usia satu tahun namun di usia menginjak dua tahun babby karen dinyatakan positif menderita kangker darah dan hanya bertahan di usia empat tahun.


''Kasih sayang ibu gak akan pudar untuk kamu sayang, kamu adalah malaikat nya ibu yang sangat cantik, tenang di alammu sayang, tunggu ibu disana agar kita bisa berkumpul kembali, ibu sayang kamu KARENINA BAGASKARA. ''


ucap bunga dengan tangisnya yang pecah dan membuat ardian langsung memeluk erat tubuh bunga.


Nyonya rania dan tuan tama hadir ke pemakaman dan bergabung dengan cucunya, nyonya rania mendekat dan menabur bunga di pusara cucu bungsunya dan setelahnya langsung memeluk bunga yang ada di dekapan ardian.


''Sayang, berhentilah menangis karena itu gak akan membuat KAREN kembali ke sisi kita semua, KAREN sudah tenang dan bahagia tanpa kesakitan di tubuhnya, mamah mengerti dengan kesedihan kamu sayang, karena mamah pernah merasakan itu semua, berhentilah menangis dan doakan KAREN di alamnya agar tenang, suatu saat dengan ijin dari tuhan, kita semua akan berkumpul dengan KAREN dan mamah yakin itu. ''


ucap nyonya rania dan melepskan pelukannya lalu menghapus air mata bunga dan bunga mengangguk.


Tuan tama langsung mengajak semuanya untuk kembali ke rumah karena hari juga sudah siang bahkan matahari sudah sangat terik.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.................


__ADS_2