
Satu bulan berlalu.....
Saat ini kandungan bunga sudah memasuki HPL, bunga selalu mengecek kandungan di rumah sakit dimana ardian di rawat.
Hanya menunggu dua minggu, bunga akan melahirkan dan membuat bunga bersedih, karena suaminya tidak ada tanda tanda membuka matanya dan sadarkan diri.
Tuan tama dan nyonya rania sudah sering meminta bunga untuk pulang dan ardian di jaga oleh suster, namun bunga selalu menolaknya, bunga tetap pada pendiriannya, merawat ardian dan akan menunggu ardian sampai membuka matanya.
Saat ini kayla dan kalandra sedang berada di sebuah restoran menunggu kedatangan bunga untuk menghampirinya.
Di rumah sakit saat ini tuan tama yang menjaga ardian, bunga begitu merindukan kedua anaknya, karena selama bunga di rumah sakit, dia tidak pernah bertemu kedua anaknya.
''Ibu.....''
teriak kalandra dan kayla saat melihat bunga memasuki restoran dan keduanya langsung berlari menghampiri bunga.
Bunga langsung memeluk erat kedua anaknya dan mencium kening dan pipi kedua anaknya bergiliran.
''Ayo kita menghampiri omah yah, ibu mau ketemu omah soalnya. ''
ucap bunga dan kedua anaknya mengangguk dan menggenggam tangan bunga di kiri dan kanannya.
Bunga langsung berpelukan dengan nyonya rania dan nyonya rania tersenyum lalu mengelus perut bunga yang sudah sangat menonjol.
''Ayo duduk sayang pasti kamu lelah kan. ''
ucap nyonya rania saat bunga melepaskan pelukannya dan bunga langsung duduk.
''Bunga, perut kamu sudah sangat menonjol dan sebentar lagi kamu akan melahirkan, lebih baik kamu pulang yah, biarkan suster yang menjaga ardian kalau malam dan kamu menjaga pagi sampai sore ajah. ''
ucap nyonya rania dan bunga menggelengkan kepalanya.
''Maafkan bunga mamah, bunga mau menemani mas ardian dan saat mas ardian membuka matanya, wajah bunga adalah orang pertama yang mas ardian lihat, bunga gak apa apa kok mamah, lagian bunga di rumah sakit, kalau merasakan mau melahirkan, ya .....tinggal ke ruang persalinan. ''
jawab bunga dengan senyum yang membuat nyonya rania menghela nafasnya dan membalas senyum bunga dan menggenggam tangan bunga.
''Terimakasih bunga, kamu benar benar membuktikan kalau kamu mencintai dan menyayangi ardian, kamu rela jauh dari anak anak kamu, demi menjaga ardian dan mamah bersyukur karena ardian memiliki istri seperti kamu bunga, tetap lah di sisi ardian apapun keadaannya, mamah dan papah akan dukung kamu dan akan ada di samping kamu. ''
''Iya mamah, terimakasih yah karena mamah mau dukung bunga, bunga janji akan ada untuk mas ardian apapun keadaan mas ardian, bunga tulus dan sangat mencintai mas ardian, hanya mas ardian yang bunga mau bukan yang lain. ''
ucap bunga dan nyonya rania menganggukan kepalanya.
''Ibu dede bayinya bentar lagi mau keluar yah, perut ibu udah gede banget soalnya. ''
ucap kayla dan bunga langsung tersenyum.
''Iya sayang dedek bayinya sebentar lagi mau launching, bukan keluar tapi melahirkan. ''
ucap nyonya rania dan kayla mengangguk.
Bunga melanjutkan makannya dan menyuapi kayla, kedua anak bunga begitu senang karena bisa bertemu ibunya, namun kedua anaknya bunga di larang memasuki ruangan ardian, karena ruangan ardian memang harua sterill dan gak bisa di masuki anak di bawah umur.
''Kay dan kal sekarang sekolah yah?? ''
ucap bunga di sela sela menyuapi kayla.
''Kay gak sekolah kaya kak kal, kay home schooll ibu sekolahnya. ''
ucap kayla dengan semangat dan bunga tersenyum.
''Kal sekolah di sekolah international, pelajarannya banyak dan kal suka ibu, ada pelajaran bisnis juga. ''
__ADS_1
ucap kalandra tak kalah semangatnya.
''Syukur lah karena kalian mau sekolah, ingat yah sayang, kalian harus mengikuti semua pelajaran yang ibu guru ajarkan, nurut apa kata omah dan opah yah, kalian harus menjaga opah dan omah, ibu menjaga ayah kalian di rumah sakit, jangan nakal yah kalian berdua selama, ibu dan ayah berada di rumah sakit. ''
ucap bunga dan kedua anaknya mengangguk.
''Bunga, Kedua anak kamu itu hebat loh, mereka juga patuh dan penurut sekali. ''
ucap nyonya rania dan bunga mengangguk.
''Makasih mamah karena mamah dan papah mau menjaga kedua anaknya bunga, mamah jangan sungkan untuk mendidik kedua anak bunga, didiklah sesuai aturan mamah dan papah, karena bunga yakin kalau kedua anak bunga akan berhasil dengan didikan mamah dan papah yang di terapkan. ''
''Kamu jangan khawatir bunga, mamah dan papah akan mendidik kedua anak kamu, karena mamah juga yakin kedua anak kamu memiliki kelebihan yang lebih dari anak sesuai mereka, anak kamu berbeda loh sayang. ''
''Betul banget mamah, kedua anak bunga berbeda dan bunga yakin, kalau mamah dan papah bisa mendidik keduanya. ''
ucap bunga dan nyonya rania mengangguk.
Kayla dan kalandra memakan makanannya dengan lahap dan bunga memakan makanannya, karena kayla makan sendiri dan gak di suapi oleh bunga.
Setelah acara makannya selesai, bunga pamit menuju rumah sakit, nyonya rania dan kedua anak bunga tetap di restoran, menunggu tuan tama yang menggantikan bunga menjaga ardian.
''Ibu, ini hadiah untuk ayah dan ibu, kal mau ibu memakaikannya di pergelangan tangan ayah atau kaki ayah, ini gelang yang kal dan kay buat, pokonya harus di pakaikan yah ibu. ''
ucap kal sambil memberikan gelangnya dan bunga menerima nya.
''Baik sayang, ibu akan pakaikan di pergelangan kaki ayah, karena tangan ayah ada selang infus dan ayah selalu di periksa setiap hari denyut nadinya, gak apa apa kan ibu pasang di kaki?? ''
ucap bunga dan kalandra menggelengkan kepalanya.
''Yasudah, ibu ke rumah sakit lagi yah mau menemani ayah. ''
''Mamah, bunga pamit yah dan jaga kedua anak bunga yah mamah. ''
Bunga langsung keluar dari restoran dan menuju rumah sakit kembali, bunga sedikit bahagia karena bertemu kedua anaknya, walaupun tetap sedih karena keadaan ardian yang masih belum sadarkan diri.
Bunga sebelum masuk ruangan ardian di sterilkan terlebih dahulu, baru lah bunga bisa masuk, bunga tersentak saat dokter dan dua suster sedang memeriksa ardian, bunga pun langsung mendekat.
''Ada apa dokter, kenapa dengan suami saya?? ''
tanya bunga dengan tangisannya.
''Tuan ardian barusan kejang kejang nyonya, tapi sudah kami berikan pertolongan dan saat ini sudah stabil kembali. ''
jawab dokter dan bunga bernafas lega.
Tuan tama menghampiri bunga dan meminta bunga untuk duduk, karena bunga langsung menangis melihat ardian di tangani dokter dan suster.
''Kamu harus kuat bunga dan jangan menangis yah, ardian kuat dan papah yakin itu. ''
ucap tuan tama dan bunga hanya menganggukan kepalanya dan tetap menangis.
''Tuan ardian sudah stabil, kalau terjadi kejang kembali, segera tekan tombol merah, suster akan segera datang untuk memeriksanya. ''
ucap dokter hari dan tuan tama mengangguk.
Saat ini bunga sudah mereda tangisannya dan segera menghampiri ardian, bunga menggenggam tangan ardian dan menciumnya.
''Mas ardian segeralah sadar, aku gak sanggup kalau kamu terus terusan begini mas. ''
ucap bunga sambil menatap wajah ardian yang masih terpejam.
__ADS_1
''Bunga, papah pulang yah dan kamu harus jaga kesehatan juga, jaga kandungan kamu. ''
ucap tuan tama dan bunga mengangguk.
Setelah tuan tama keluar dari ruangan ardian bunga langsung teringat dengan gelang yang di berikan oleh kalandra.
''Mudah mudahan dengan gelang yang di buatkan oleh kedua anak kamu mas, kamu akan segera sadar yah dan akan berkumpul dengan kami lagi. ''
ucap bunga sambil memasang gelang di kakinya ardian.
Bunga duduk di kursi dekat ardian dan menatap wajah terpejam ardian dan bunga meringis saat merasakan perutnya sakit.
''Kenapa perut aku sakit yah, HPL masih dua minggu tapi kenapa ini. ''
ucap bunga sambil memegang perutnya.
''Mungkin ini hanya kontraksi palsu. ''
ucap bunga kembali karena saat ini sakit di perutnya sudah menghilang.
Bunga langsung beranjak dan segera menyegarkan tubuhnya karena saat ini hari juga sudah sore, bunga akan menyeka tubuh ardian seperti biasa dan mengganti pakaiannya ardian.
Tepat pukul delapan malam bunga merasakan perutnya sakit dan sakitnya saat ini terus menerus, bunga terus meringis menahan sakit dan terdengar jelas oleh suster yang berada di luar ruangan ardian.
Suster langsung masuk dan tersentak saat bunga sudah duduk di lantai dan memegang perutnya.
''Sepertinya ibu akan melahirkan, mari saya akan bantu menuju ruang persalinan untuk di periksa. ''
ucap suster yang membantu bunga.
''Tapi suster HPL masih sepuluh hari lagi, masa saya mau melahirkan sekarang. ''
''Nyonya melahirkan itu bisa melebihi HPL bahkan sebelumnya, sebentar saya akan meminta bantuan rekan saya untuk membopong anda. ''
ucap suster dan bunga mengangguk.
''Mas ardian tolongin aku mas, perutku sakit sekali rasanya dan ini gak seperti biasanya, ahh.....sakit. ''
ucap bunga sambil menangis.
Dua Suster langsung masuk dan membantu bunga menuju ruang persalinan, satu suster menjaga ardian.
Saat ini bunga sedang di periksa dan ternyata sudah pembukaan empat dan bunga akan segera melahirkan.
''Ibu kalau mau jalan jalan dulu yah biar cepat pembukaannya, saat ini masih pembukaan empat. ''
ucap dokter dan bunga mengangguk.
''Dokter tolong hubungi keluarga saya di rumah yah, agar mendampingi saya disini. ''
ucap bunga dan dokter mengangguk lalu meminta suster menghubungi keluarga bunga.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
................