Dokter Cinta Sang Cassanova

Dokter Cinta Sang Cassanova
Bab 10 Untungnya Pakai Pengaman


__ADS_3

"Buka pintunya dok," ucap seorang perempuan berwajah cantik yang tiba-tiba muncul dari arah samping mobil Harry. Dokter muda itu langsung kaget bukan kepalang.


"Ayunda? Mau apa kamu?!" tanya Harry dengan wajah kesalnya. Perawat yang bernama Ayunda itu hanya tersenyum lebar memperlihatkan gigi-giginya yang putih dan rapih. Harry mendengus, gara-gara perempuan penggoda ini ia jadi khilaf dan melupakan janji sucinya pada Nadia.


Ia pun tidak menggubris perempuan itu dan langsung naik ke mobilnya.


Tok


Tok


Tok


Ayunda tidak tinggal diam. Ia tidak ingin diabaikan oleh dokter yang telah berhasil membuatnya membuatnya melayang ke kayangan malam itu. Ia malah mengetuk kaca mobil dan berharap pria itu mau membukakannya pintu.


"Buka dok! Aku ingin ikut. Masak numpang aja gak boleh?!" Ayunda, sang perawat bertahan untuk memaksa sang dokter agar mengikuti kemauannya. Harry akhirnya mengalah, ia pun membuka kunci mobil itu agar perempuan itu bisa naik.


"Kita sudah sepakat untuk tidak bertemu dan melupakan kejadian itu. Jadi kenapa kamu mengikuti ku sampai di sini," geram Harry dengan wajah kesalnya. Ayunda tersenyum.

__ADS_1


"Karena aku tidak bisa melupakan kejadian malam itu dokter," ucapnya.


"Brengsek kamu!" umpat Harry dengan rahang mengeras. Ia pun menghentikan mobilnya kemudian menatap perempuan itu dengan tajam.


"Turun!" titahnya.


"Astaga dokter. Kamu kok sensi banget sih? Emangnya kamu gak merasa nikmat apa dengan servis aku malam itu?" Ayunda tersenyum sedangkan Harry mendengus kesal. Ia benar-benar perempuan tak tahu malu yang pernah ditemuinya seumur hidupnya.


"Turun!" seru Harry lagi dengan wajah bertanduk. Sedikit saja perempuan itu berbicara maka tangannya yang sedang memegang kemudi pasti akan berpindah ke leher perempuan itu.


"Oh ya ampun. Dokter benar-benar gak ada ingat gitu bagaimana sempitnya aku malam itu sampai dokter Harry minta nambah?" Ayunda masih berusaha untuk memprovokasi. Sungguh, ia sangat suka jika dokter idamannya itu marah dan mungkin akan berakhir di tempat tidur lagi bersamanya.


"Turun atau aku akan lupa kalau aku pernah mengenalmu!"


"Hum, baiklah. Tapi aku masih setia menunggu dokter, karena aku sangat menyukai semua yang ada pada dirimu," ujar Ayunda dengan tatapan menggodanya. Perempuan itu pun turun dari mobil itu dengan wajah santainya. Sedangkan Harry memejamkan matanya untuk beberapa detik lalu berucap dengan sarkas.


"Aku sangat menyesal pernah menghabiskan malam denganmu Ayu. Dan ya, sudah berapa banyak pria yang sudah kamu goda seperti itu?!"

__ADS_1


Ayunda merasakan pipinya memanas karena marah dan kecewa. Hatinya tersinggung. Ia memang adalah perempuan penggoda tapi hanya berani menggoda Harry saja.


"Maaf ya dokter, aku bukanlah seorang perempuan penggoda seperti yang engkau katakan. Tapi tak apa aku berterima kasih karena sudah bisa merasakan sesuatu yang sangat luar biasa darimu sebelum dokter Nadia," balas perempuan itu tidak dengan sudut bibir terangkat.


"Hey! Apa maksudmu hah? Kamu sengaja melakukan hal ini untuk menghancurkan hubunganku dengan Nadia?"


Ayunda tersenyum kemudian mengangkat kedua bahunya. Setelah itu ia pergi dari samping mobil itu dan mencari kendaraan umum untuk membawanya pulang ke rumahnya. Hari ini ia sudah sangat mengantuk karena shift malam yang ia laksanakan tidak membuatnya tidur dengan nyenyak.


Harry merasakan perasaan tak nyaman. Ia jadi khawatir kalau perempuan itu mungkin akan melakukan hal besar untuk lebih memisahkan nya dengan Nadia.


"Hem, untungnya malam itu aku pakai pengaman," ujarnya sedikit lega.


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😊


__ADS_2