Dokter Cinta Sang Cassanova

Dokter Cinta Sang Cassanova
Bab 20 Jangan Mual


__ADS_3

#Hari patah hati nasional, begitulah hastag yang sedang ramai di media sosial pagi itu. Ketika ijab kabul Galih Pradana atas Nadia Gazali binti Muhammad Gazali diliput oleh beberapa paparazi lokal maupun interlokal.


Teriakan kata SAH dari dua orang saksi yang hadir benar-benar telah menegaskan bahwa sang cassanova tampan dan dokter cantik itu telah halal dan resmi sebagai suami istri.


Doa dan harapan agar keluarga mereka bahagia sudah sampai di langit. Semua orang bahagia dan gembira kecuali gadis-gadis mantan partner ranjang Galih Pradana dan juga mantan tunangan Nadia Gazali.


Para netizen yang julid juga tentunya. Lambe mereka kalau ngomongin orang rasanya menjadi makhluk yang paling benar sedunia.


"Apa mungkin dokter Nadia adalah salah satu partnernya Pak Galih Pradana ya, kok bisa tiba-tiba langsung menikah padahal kita tahu dokter Nad lagi bertunangan sama dokter Harry, Iya nggak sih?" ucap salah tamu julid yang tak lain adalah Ayunda.


Gadis itu sengaja memprovokasi keadaan yang memang sejak tadi memanas.


Ia sangat suka jika dokter cantik itu dikuliti habis-habisan oleh semua orang. Kasak-kusuk pun mulai terjadi. Dan ia menyeringai senang.


"Iya ya, apa mungkin mereka berdua putus memang karena pak Galih?" tanya tamu julid lainnya.


"Mungkin juga. Secara, pak Galih 'kan lebih kaya daripada dokter Harry hihihi."


"Hush! Kamu pikir dokter Nadia itu matre apa?"


"Ya mungkin gak matre. Tapi Pak Galih itu lho bikin meleleh tahu gak? Tampan dan cool banget."


"Gak tahu lah. Semua orang menurut aku matre sih. Aku juga andaikan pak Galih mau, ya aku terima lah meskipun aku udah punya suami apalagi cuma tunangan hahaha!"


Plak


"Ngomong itu disaring dulu. Pak Galih tak akan pernah memilihmu karena kamu bukan tipe nya. Gak level gitu lah pokoknya."


"Nah , kalau dokter Nadia sih, cocok banget kayak sudah jodoh gitu. Cantik dan tampan, beuh!"


"Eh tapi ngomong-ngomong mereka ketemunya dimana ya, kok aku penasaran banget, hihihi."


"Hum, mereka mungkin bertemu di rumah sakit saat proyek pembangunan ruangan belakang itu loh ruangan perawatan yang baru." tambah tamu julid yang berkacamata.


"Emang beruntung banget ya dokter Nadia. kemarin tuh aku cemburu banget tau nggak? Karena dia sempat bertunangan dengan dokter Harry tapi Oh ya ampun sekarang malah mendapatkan cowok super ganteng, romantis, dan juga keren."


"Eh Sultan pula genks!"


"Gak boleh ada yang cemburu. Lihat tuh di pojok sana yang cemburu tuh dokter Harry karena nggak bisa dapatin dokter Nadia."


"Ih nyesel besar banget tuh si dokter Harry padahal kita lihat sendiri gimana dokter Nadia itu udah cantik pintar baik hati tapi..."


"Sangat perfeksionis, nggak boleh ada yang salah kalau kita bekerja dengannya. Hahaha."


Kumpulan tamu-tamu julid itu saling bersahut-sahutan untuk menggibah sepasang pengantin yang sedang duduk di altar pernikahan itu.


Untungnya mereka lebih banyak memuji daripada mencela karena mereka ternyata cukup takut juga dengan keberadaan walikota Usman Ali Kemal yang merupakan sepupu dekat Nadia Gazali.


Ayunda melirik Harry Zulkarnain yang nampak diam saja dan hanya sesekali menanggapi obrolan teman-temannya.


Pria itu sedang duduk bersama dengan teman-teman sesama dokter yang hadir sebagai tamu di pesta pernikahan yang sangat meriah ini.

__ADS_1


Ada rasa kasihan tapi lebih ke rasa senang saat melihat pria tampan itu tampak tak bersemangat. Ia merasa kalau sekarang ia akan mempunyai kesempatan yang lebih banyak dengan dokter itu.


Ya, sejak tadi, gadis muda itu selalu saja melirik ke arah meja yang diisi oleh kumpulan dokter di rumah sakit tempat ia juga bekerja.


"Ayu, kamu kok gak makan?" tegur Farah dengan tatapan menelisik. Ia perhatikan sedari tadi gadis itu hanya fokus pada satu titik.


"H eh iya. Aku mau makan kok." Gadis itu menjawab seraya memutus pandangannya dari arah dokter Harry. Tangannya pun segera menyendok makanan ke mulutnya.


Hening.


Untuk sementara para tamu julid ini sedang menikmati suguhan makanan sang tuan rumah yang sangat enak. Mulut mereka sedang tak mau berbicara lagi.


Rasa lapar dan haus karena lelah menggibah kini mereka rasakan. Jadi mereka betul-betul makan dengan khusyuk. Dan yang paling penting adalah ada walikota yang sedang berdua bersama dengan istri dan ajudannya di sekitar mereka semua.


Mereka seperti sedang dijaga dengan ketat agar tidak ribut dan juga tidak mengobrolkan yang menjelek-jelekkan keluarga pengantin meskipun itu hanya bercanda saja.


Hanya ada musik slow romantis yang mengalun di dalam gedung pernikahan itu. Nadia dan Galih hanya saling melirik dengan ujung bibir keduanya yang terangkat. Berusaha mendengarkan bait-bait syair yang mengalun indah.


Dia indah, peretas gundah


Dia yang selama ini kunanti


Pembawa sejuk, pemanja rasa


Dia yang selalu ada untukku


Di dekatnya aku lebih tenang


Bersamanya jalan lebih terang


Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku


Berdua kita hadapi dunia


Kau milikku, milikmu kita satukan tuju


Bersama arungi derasnya waktu


Kau milikku, ku milikmu


Kau milikku, ku milikmu


Di dekatnya aku lebih tenang


Bersamanya jalan lebih terang


Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku


Berdua kita hadapi dunia


Kau milikku, milikmu kita satukan tuju

__ADS_1


Bersama arungi derasnya waktu


Bila di depan nanti


Banyak cobaan untuk kisah cinta kita


Jangan cepat menyerah


Kau punya aku, kupunya kamu, selamanya


Akan begitu


Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku


Berdua kita hadapi dunia


Kau milikku, milikmu kita satukan tuju


Bersama arungi derasnya waktu


Kau milikku, ku milikmu


Kau jiwa yang selalu aku puja


"Kenapa?" tanya Galih dengan alis terangkat. Ia menatap Nadia yang juga sedang menatapnya.


"Kenapa apa?" Nadia balas bertanya.


"Kamu mau aku juga ikut bernyanyi seperti penyanyi band disana?"


"Ish! Tak sudi aku." Nadia mencibir.


"Suaramu gak asyik didengar. Bikin sakit kepala. Aku gak akan minta apapun dari kamu."


Galih menghela nafas.


"Kamu kan milik aku dan aku juga sekarang milikmu jadi kamu bebas meminta apapun padaku."


"Jangan bikin aku mual ya, tukang gombal!"


"Jangan mual. Nanti kamu beneran dikira hamil makanya kita menikah dadakan seperti ini."


Errrrr


Nadia mengangkat kedua tangannya dan meremas udara. Ia begitu kesal dengan pria sok pamer perhatian itu padanya.


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Ya ampun Galih, Rasanya Nadia langsung merasakan rambutnya berdiri hahaha.

__ADS_1


Like dan komentar dong.


Ada bunga, ada kopi, ada update 😂.


__ADS_2