
Malam itu, Nadia kembali tidur tak nyenyak. Bersembunyi dari Galih di rumah sepupunya yaitu Usman Ali Kemal sang walikota selama dua hari ini ternyata membuatnya tak nyaman.
Ada banyak rasa yang selalu bergejolak dari dalam hatinya. Ia benci pada sang suami tapi juga merasa rindu secara bersamaan.
Tak berhenti ia menyesali banyak hal tentang hubungan mereka yang begitu singkat tapi memberinya luka yang teramat dalam.
Andai ia tidak ingat Tuhan, mungkin ia benar-benar membunuh dirinya seperti yang dilakukan oleh Ayumi sang sahabat.
Ia merasa telah dikhianati dengan sangat kejam oleh seorang pria yang sangat ia cintai selain papanya.
Buku diary nya sudah hampir penuh oleh curahan hatinya. Sampai ia berpikir untuk menjadi seorang penulis novel ber-genre black romance saja daripada seorang dokter umum di rumah sakit.
Tok
Tok
Tok
"Aku bisa masuk gak?" tanya Laura sang pemilik rumah.
"Silahkan mbak," jawabnya seraya menyimpan pulpen dan buku hariannya.
"Apa aku mengganggumu Nad?" tanya Laura lagi.
"Ah tidak kok Mbak. Katakan saja siapa tahu aku bisa membantu."
"Nadia, mas Usman ingin bicara denganmu. Kalau kamu mengizinkan ia ingin masuk ke dalam," ucap Laura meminta izin.
Nadia menegakkan punggungnya kemudian menggulung rambutnya ke atas. Ia tersenyum kemudian mengangguk.
"Iya mbak. Biarkan kak Ali masuk." Nadia mempersilahkan. Laura pun memanggil sang suami untuk bisa masuk ke dalam kamar itu.
"Ada apa kak? Tumben gak sibuk," ucap perempuan itu berbasa-basi. Sedangkan Laura keluar dari kamar itu dan meninggalkan dua orang itu untuk mengobrol.
"Nad, Galih ada di depan." Usman sepertinya tak tahu berbasa-basi. Nadia tampak kaget tapi ia berusaha untuk santai.
"Ia sudah berkeliling mencari mu dan berakhir datang lagi kemari. Meskipun aku sudah bilang padanya kalau kamu tidak ada disini ia tetap datang," ucap Usman seraya menatap wajah sepupunya itu dengan tatapan serius.
"Biarkan saja kak. Aku sungguh membencinya saat ini," balas Nadia dengan wajah ia palingkan ke arah lain."
"Kamu tidak boleh seperti itu Nad. Kasihan suamimu. Katakan sebenarnya apa kesalahan nya biar ia bisa memperbaiki dirinya. Gak baik kalau kamu diamkan ia seperti ini," ucap Usman dengan tarikan nafas beratnya.
Ia sungguh sangat tak rela jika rumah tangga sahabat dan juga sepupunya dilanda masalah yang sangat besar seperti ini. Apalagi ia telah mendengar kalau Nadia ingin berpisah.
"Nadia, maukah kamu menemuinya? Ia tampak sangat menderita dek," ucap Usman dengan nada memohon.
"Maafkan aku kak tapi sungguh, aku belum bisa melakukannya," ucap Nadia dengan nada datar.
"Untuk seorang player seperti dia sangat susah untuk berubah kak. Aku mungkin bisa melupakan yang dia lakukan sebelum kami menikah. Tapi kenapa ia masih mengulangnya sampai sekarang? Dia pembohong besar. Dan aku sangat membencinya."
__ADS_1
Perempuan itu menutup wajahnya dan menangis. Usman tak tahu harus berkata apa lagi karena sesungguhnya ia tahu bagaimana Galih yang memang seorang Cassanova.
Pria itu tahu bagaimana petualangan seorang Galih Pradana jika bersama dengan para gadis. Dan ia sendiri sangat tak percaya sampai sekarang kalau sahabatnya itu bisa berjodoh dengan Nadia sang sepupu.
"Suruh saja ia pergi kak. Atau kalau perlu daftarkan perpisahan kami di pengadilan agama."
"Astaghfirullah, kamu tak boleh ngomong seperti itu. Ingat, kamu sedang hamil dek," ucap Usman dengan perasaan tak nyaman.
"Kalau begitu jangan biarkan ia mencari ku. Aku benci padanya!"
Usman menghela nafasnya. Nadia saat ini sedang hamil dan ia jadi takut kalau permasalahan ini akan mengguncang mentalnya.
"Baiklah, Istirahatlah. Aku tidak akan memaksamu kalau kamu memang tidak mau bertemu dengannya." Usman mengalah. Ia akan diam saja.
Ada waktunya Nadia akan menerima nasehat orang lain saat lukanya sudah mulai mengering. Akan tetapi ia juga tidak tahu kapan itu terjadi.
Usman pun keluar dari kamar itu tanpa kata-kata lagi. Ia mengaku tak berhasil membujuk sang sepupu.
Nadia memandang punggung Usman yang semakin menjauh dari hadapannya dengan dada sesak. Airmatanya kembali menetes satu-satu membentuk anak sungai.
Lama ia terpekur dan mendalami kata-kata sang sepupu.
Apakah hatinya sudah begitu kerasnya sampai ia masih menolak untuk bertemu dengan Galih Pradana?
Entahlah.
Setelah itu ia membuka tirai jendela sedikit dan melihat suaminya ada di sana dengan tampilan yang sangat kacau.
"Dasar tengil tak tahu kebersihan!" gerutunya kesal. Ia paling tidak suka melihat suaminya dengan tampilan seperti itu.
Rambut acak-acakan dengan wajah kuyu serta kaki kemeja keluar dari celananya. Belum lagi lengannya yang tergulung keatas dengan kacau.
Kacau tapi sangat tampan Bisik sisi hatinya yang lain diantara rasa sakit hatinya yang menggunung.
Nadia merasakan pipinya basah. Ia benci pria itu tetapi ia rindu.
Dengan cepat ia menutup tirai jendela saat Galih melihat kearahnya. Dadanya berdebar sangat kencang. Ia khawatir kalau pria itu tahu kalau ia sedang mengintipnya.
Tak lama kemudian ia bisa mendengar suara mesin mobil menjauh. Ia yakin kalau sang suami sudah pergi dari rumah itu.
Dadanya kembali sakit dan sesak.
Tentang rasa rindu,
Adalah sebuah rasa yang sulit dikatakan jika sudah datang menyiksa jiwa.
Dimana setiap kali kakimu pergi jauh, jejak itu akan kembali mencari mu dan menemukanmu.
Ia akan selalu memintamu untuk pulang dan kembali lagi ke tempat yang semestinya.
__ADS_1
Tentang rasa rindu,
Adalah sebuah rasa yang muncul dari dalam hati karena perasaan takut kehilangan.
Tentang rasa rindu,
Adalah masa yang berlalu dengan sangat cepat
Di mana satu putaran waktu itu ia takkan mampu menelan segala ingatan tentangmu
Di mana setiap detiknya adalah detak yang akan terus menanyakan perihal kabarmu
Kau adalah kebahagiaan
Kau adalah keinginan
Kau adalah kenyamanan
Kau adalah semua alasan untuk aku bertahan
Dan untuk itu,
Usah kau rajut tanya tentang rasa rindu
Meski perih, cinta ini akan terus berulang-ulang jatuh ke dalam pelukanmu.
🌹
Pagi yang cerah bagi semua orang tapi tidak bagi Asma, sejak subuh ia sudah mengalami kontraksi yang datang setiap beberapa menit sekali.
Rasa sakit yang ia rasakan melilit kebagian belakangnya membuatnya mengeluh sakit.
Fardan segera menghubungi keluarga yang lain kalau sang istri akan segera melahirkan.
Laura Eveline dan Nadia adalah termasuk anggota keluarga yang dihubungi untuk mendapatkan berita ini.
Nadia bersama keluarganya menuju rumah sakit karena mendengar Asma Safawi, sang sepupu kesulitan dalam proses melahirkan.
Niatnya untuk menyembunyikan diri dari dunia luar kini harus ia simpan dulu dalam niat saja. Ia harus berada disamping Asma untuk membantunya.
Akan tetapi ada hal yang sangat membuatnya kaget saat berada di ruangan bersalin itu ia bertemu dengan seseorang yang pernah bersama dengan suaminya dalam salah satu video yang dikirimkan Harry padanya.
Siapakah dia?
🌹🌹🌹
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😊