Dokter Cinta Sang Cassanova

Dokter Cinta Sang Cassanova
Bab 62 Aku Mencintaimu


__ADS_3

"Jadi mantan-mantanmu itu beneran tak pernah melihat rudal mu ini ayang?" tanya Nadia.


Tatapan takjubnya tak lepas pada sebuah rudal balistik yang sangat gagah dan berani itu.


Ia sampai menelan salivanya kasar karena tak tahan ingin menyentuhnya dengan bibirnya.


"Tak pernah. Mereka tak pernah melihat apalagi menyentuhnya. Karena ini spesial hanya untuk perempuan spesial seperti dirimu sayang," jawab Galih seraya melemparkan handuknya ke sembarang arah.


Anggap ini adalah Galih ya Gaess 🤭. Cepci gak?


"Aku tak pernah membuka pakaian aku ketika bersama dengan mereka Nad. Hanya denganmu aku melakukan semua ini," ucap Galih tersenyum. Ia pun membaringkan tubuhnya agar sang istri bebas melakukan apa saja pada tubuhnya.


"Benarkah?" tanya Nadia lagi karena masih sangat tidak percaya kalau seorang cassanova seperti suaminya tidak melakukan hal semacam itu.


"Tentu saja itu benar sayang ku. Aku mencintaimu sepenuh jiwa dan ragaku. Jadi semuanya aku berikan hanya untukmu."


"Hum," gumam Nadia masih belum percaya juga.


Betul kata orang bijak, perempuan itu suka tak percaya kalau sang pria jujur dan malah percaya saat ia dibohongi. (Benar gak sih?🤭😂)


"Dengan apa lagi sayang aku bisa membuktikannya hem?" tanya Galih dan bergerak ingin bangun lagi dari posisinya. Akan tetapi Nadia langsung menahan tubuhnya untuk bangun.

__ADS_1


"Hey, aku ingin membuktikannya sayang," ucap Galih dengan wajah bingungnya.


"Lalu apa yang kamu lakukan pada mantanmu itu hingga mereka gak mau pisah dari kamu, ayang?" tanya Nadia tersenyum seraya melakukan pijatan lembut pada tubuh si balistik.


Jari-jarinya bergerak sangat lembut di sana. Ia sengaja ingin mempermainkan hasrat suaminya itu dengan menyiksanya dalam kenikmatan.


"Nanad sayang, bisakah kita tidak membahas hal yang tidak penting seperti itu?" erang Galih dengan sangat nikmat.


"Uggghh,"


"Aku akan membahasnya sampai kamu jujur se jujurnya," ucap Nadia bertahan.


Setelah ia memberikan kecupan-kecupan lembut menggoda pada seluruh permukaan kulit paha suaminya.


Ia pun langsung bangun dan menarik tubuh Nadia dan mengungkungnya.


"Awwww ayang!" Nadia berteriak kaget.


"Dengarkan aku Nadia binti Gazali, aku tidak ingin ada yang menggangu urusan kita saat ini, mengerti kamu?" bisik Galih dengan suara beratnya.


Ia sudah tidak tahan lagi. Otaknya sudah tidak mampu diajak kerjasama. Hasratnya sudah sampai dipuncak dan ia butuh lawan yang sepadan agar sang balistik bisa meledak dengan sempurna.

__ADS_1


Nadia tak berkutik ia tak bisa lagi berkata-kata karena Galih langsung membungkam mulutnya dengan menggunakan bibir pria itu.


Selanjutnya saat Nadia sudah lemas tak berdaya pria itu pun membalas dengan sangat kejam dan nikmat apa yang sudah dilakukan oleh perempuan itu padanya.


Nadia hanya bisa menggigit bibir bawahnya tak kuat. Galih benar-benar membuatnya tak ingat urusan lain selain urusan mereka berdua.


Tak ada lagi keinginan untuk meminta jawaban atas segala pertanyaannya selama ini.


Sosok Galih benar-benar menguasai semua dunianya, seluruh tubuhnya, dan juga seluruh hatinya.


Nadia merasakan pipinya menghangat. Ia malu kalau ia belum ingin pria itu menyudahi semuanya. Ia sudah sangat bahagia dengan perlakuan lembut suaminya.


Galih pun menarik sang balistik keluar dari landasan Nadia dengan sangat lembut. Ia membawa lava panas bekas ledakan dahsyat dari dalam sana.


"Makasih banyak Nanad, aku sangat mencintaimu sayang," ucap Galih dengan wajah yang sangat bahagia.


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?

__ADS_1


Hummm lega rasanya sang balistik sudah melakukan tugasnya dengan sangat baik.


Nikmati alurnya dan happy reading 😊


__ADS_2