Dokter Cinta Sang Cassanova

Dokter Cinta Sang Cassanova
Bab 25 French Kiss


__ADS_3

"Hey, Nadia."


Wajah Sofya tampak berbinar bahagia melihat siapa yang datang sore itu.


"Alhamdulillah, akhirnya mama ketemu sama menantu yang sangat cantik ini," ucapnya seraya meraih tubuh Nadia dan memeluknya dengan sayang.


"Eh iya ma. Maafkan aku karena baru sempat mengunjungi mama. Aku sibuk banget." Nadia meraih tangan sang mama mertua kemudian menciumnya takzim. Sofiya tersenyum. Ia sangat maklum dengan pekerjaan sang menantu.


"Ayok masuk. Mama udah nyiapin makanan untuk kalian." Sofya langsung meraih tangan Nadia dan membawanya masuk ke dalam rumah sedangkan Galih membawa tas pakaian untuk istrinya itu.


Pria itu nampak tersenyum sangat cerah. Ia senang karena Nadia sebenarnya adalah perempuan yang sangat sopan pada orang tua. Cuma agak sedikit keras kepala.


Akan tetapi kelebihan yang dimilikinya yang lain adalah Ia sangat bisa menempatkan dirinya dengan sangat baik. Dan mamanya pasti sangat suka tipe perempuan seperti itu.


"Ini makanan tradisional dari kampung mama sayang, kamu tahu gak apa ini?" Sofiya menunjuk beberapa menu di atas meja makan.


Nadia tersenyum dan menjawab," Ini rendang, pensi, es durian? Wah mama berasal dari bukit tinggi ya?" Sofiya tersenyum lebar.


"Jadi suamimu yang nakal itu tidak memberi tahu darimana asalnya padamu?"


"Hum, tidak ma. Dia orangnya sangat tertutup," ucap Nadia dengan wajah meringis. Ia melirik Galih yang sedang bersandar di dinding dengan kedua tangan terlipat di depan dadanya.


"Oh ya? Jadi sekarang, Galih jadi pria tertutup ya. Bagus juga. Sudah lama ia berada di dunia luar untuk buka-bukaan, hahaha," ujar Sofiya tertawa terbahak-bahak. Galih merasakan hatinya menghangat bahagia. Untuk pertama kalinya mamanya bisa tertawa seperti itu setelah sekian tahun.


"Kamu tahu sayang, suami mu itu suka tebar pesona karena ngerasa jadi orang yang paling keren sedunia hahaha." Sofya kembali tertawa sampai sudut matanya mengeluarkan air mata.


"Mama, jangan bongkar rahasia aku dong," ujar Galih seraya melangkah mendekati dua perempuan itu.


Ia bahkan dengan berani memeluk pinggang Nadia dari belakang sampai membuat perempuan cantik itu membeku. Tangannya mengelus lembut perut sang istri sedangkan bibirnya menempel di leher jenjang Nadia.


"Hey, ada mama. Ish!" Nadia berusaha menepis tangan pria itu sembari ingin melepaskan dirinya tetapi Galih tidak rela. Ia bahkan mengecup lembut leher jenjang itu dengan penuh perasaan.


"Mama, putramu," cicit Nadia tak nyaman. Sofia hanya tersenyum kemudian berucap, " Kalian lanjutkan di dalam kamar ya."


"Lebih nyaman dan privasi," lanjut perempuan itu seraya meninggalkan dua orang pengantin baru itu. Ia sangat mengerti perasaan keduanya. Mereka sedang kasmaran dan pastinya sedang panas-panasnya.


"Aaaaaaw!' Galih mengadu kesakitan karena perutnya langsung kena sikut isterinya.


"Brengsek kamu! Selalu saja mengambil kesempatan!" geram Nadia dengan sangat marah.


"Aku 'kan suami kamu sayang, aku berhak untuk itu. Dan ingat jangan sampai mama tahu kalau kita,?"

__ADS_1


"Awwwww!" Galih kembali berteriak tertahan saat kakinya terkena Stiletto lancip milik istrinya.


"Sekarang tunjukkan dimana kamar kamu!" Nadia sampai terengah-engah menahan emosinya. Galih tersenyum dengan meringis sakit.


"Kamar aku ada disebelah kanan kamu."


Nadia menghentakkan Stilettonya dengan keras dan segera menuju kamar suaminya.


Kemarahannya langsung menguap ke udara saat melihat isi kamar yang sangat artistik itu. Semuanya sangat rapih dan indah untuk ukuran seorang pria.


Dinding kamar berwarna putih dengan sedikit sentuhan hitam.


Sangat manis, ucapnya dalam hati. Ia pun melangkahkan kakinya ke bagian dalam kamar. Menyusuri keadaan semua ruangan. Ranjang king size yang sangat rapih dengan nuansa putih.


Ah, keseluruhan isi kamar benar-benar menunjukkan semua karakter penghuninya. Ia pun berjalan ke arah jendela dan melihat pemandangan taman dari sana.


Tumbuhan tampak sangat terawat di luar sana. Dan hatinya begitu tenang dan damai melihatnya.


"Gimana kamarku? Indah gak? Udah lama aku persiapkan untuk pasangan hidupku, yang akan menemani aku melalui hidup dengan penuh cinta dan kasih sayang."


Nadia mencibir.


"Pasangan hidup. Yang ada pasangan ranjang iyya."


"Udah berapa perempuan yang pernah tidur di ranjangmu itu," tanya Nadia seraya memandang ke arah tempat tidur yang begitu menggoda dirinya untuk berbaring disana.


"Kamu mau tahu?"


"Hem," gumam Nadia penasaran.


Galih langsung mengangkat tubuh istrinya itu ala bridal style sampai membuat Nadia terpekik kaget.


"Astaghfirullah. Kamu bikin aku kaget!"


"Hehehe." Galih hanya menampilkan senyum khasnya. Senyum pemikat yang bisa meluluhkan semua hati perempuan.


"Kamu kok suka banget sih bikin kaget seperti ini?" Nadia menggerutu tetapi Galih tidak peduli. Ia meletakkan perempuan itu dengan pelan ke atas ranjang seraya mengecup lembut bibir Nadia.


Perempuan itu menatapnya tajam tapi tak bisa lagi mengumpat atau marah karena sang suami semakin memperdalam ciumannya dengan sangat rakus.


Nadia sepertinya sudah harus terbiasa dengan kebiasaan Galih menciumnya.

__ADS_1


Dan saat ini ia sangat menyukainya. Ia pun mulai membuka bibirnya sedikit. Dan membiarkan pria tampan itu mengeksplor mulutnya. Entah insting darimana tapi ia ingin mempraktekkan gays berciuman yang pernah ia baca di mesin pencarian.


French kiss atau ciuman Prancis merupakan ciuman bibir romantis dengan menitikberatkan pada keterampilan lidah.


French kiss terjadi ketika salah satu atau kedua lidah pasangan menyentuh bibir atau lidah pasangan lain, biasanya masuk ke mulutnya.


Ternyata, sensasi ketika kedua lidah bersentuhan dapat meningkatkan hormon oksitosin dan mengurangi stres.


Selain itu, french kiss juga dapat menjadi pilihan menarik untuk foreplay sebelum melakukan hubungan **** dengan pasangan.


Perlu diingat, mulut sebaiknya dalam keadaan bersih saat melakukan french kiss, serta seluruh tubuh harus relaks dan tidak tegang.


Perempuan itu merasakan sensasi yang sangat luar biasa dari apa yang dilakukan oleh suaminya.


Ternyata melakukan French Kiss dengan perempuan halal lebih nikmat dan bikin candu, ujar Galih dalam hati.


Dalam waktu puluhan menit mereka melakukannya dengan sangat nikmat. Tangan Galih pun sudah mulai merambat kemana-mana. Mengelus lembut paha mulus sang istri yang memang hanya menggunakan rok mini lebar.


Nadia mendesis nikmat apalagi tangan besar itu sudah berada di depan pantynya. Ia pun melengkungkan tubuhnya ke atas karena sensasi yang sangat luar biasa indah yang baru pertama kali ia rasakan.


Galih melepaskan tautan bibir mereka berdua dengan tatapan berkabut penuh hasrat. Ia menatap istrinya yang sangat cantik itu kemudian berucap dengan sangat lembut,


"Kamulah perempuan pertama yang akan merasakan nikmatnya ranjangku ini sayang."


Nadia seketika tersadar. Ia mendorong tubuh pria itu dan langsung bangun.


"Kamu melanggar aturan kita!"


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


Nikmati alurnya dan happy reading 😊


Vote!


Vote!


Bunga dan kopi bolehlah hehehe.

__ADS_1


Visual akan dihapus dalam waktu 2 jam hehehe 🙏


__ADS_2