
Sebuah Announcement Boarding terdengar di dalam pesawat komersial B Air menandakan bahwa penumpang asal Jakarta-Singapura sudah tiba di bandara internasional Changi.
Welcome to Singapore. Begitu kata sang pramugari setelah bersiap untuk turun dari pesawat.
Singapura, adalah sebuah negara pulau dan negara kota di lepas ujung selatan Semenanjung Malaya, 137 kilometer (85 mi) di utara khatulistiwa di Asia Tenggara.
Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara, dan dari Kepulauan Riau, Indonesia oleh Selat Singapura di selatan.
Singapura adalah pusat keuangan terdepan ketiga di dunia dan sebuah kota dunia kosmopolitan yang memainkan peran penting dalam perdagangan dan keuangan internasional.
Pelabuhan Singapura adalah satu dari lima pelabuhan tersibuk di dunia.
"Alhamdulillah, kita sudah sampai," ucap Harry Zulkarnain pada semua orang yang berada pada rombongannya kali ini. Tangannya ia rentangkan dengan bebas. Menghirup udara malam Singapura dengan hati senang.
Ia memandang Nadia yang sejak tadi murung dan tak bicara apapun.
"Alhamdulillah dokter. Duh, ternyata Singapura memang indah dan sangat bersih ya," ujar salah seorang staf yang ikut serta dalam acara itu. Namanya adalah Clara.
"Ya, Singapura memang terkenal sangat bersih. Bukankah begitu dokter Nad?" Harry menjawab tetapi malah berusaha menarik perhatian Nadia.
"Ya, itu betul sekali dokter." Senyum Nadia. Perempuan itu lantas menarik gagang kopernya mengikuti rombongan beberapa dokter dari beberapa dinas kesehatan dan rumah sakit kota Jakarta.
1 jam 45 menit mereka tempuh lewat udara. Dan sekarang mereka semua telah sampai dengan hati senang.
Harry hanya bisa menatap perempuan itu dari jauh. Ia ingin mendekat tapi Nadia sengaja menghindarinya. Perempuan itu lebih senang melakukan sesuatu sendiri.
Nadia menarik nafas lega karena ia punya cara untuk melupakan rasa sakit hatinya karena tiba-tiba mendapatkan surat perintah dari kementerian kesehatan untuk melakukan kegiatan ini.
Ia jadi punya alasan untuk lari dari Galih, sang suami. Si maniak sek*s, sebutan yang sangat kasar dari bibir Nara mantan partner ranjang pria itu.
Dan ia sangat setuju dengan pendapat perempuan itu.
Galih memang maniak karena selama sepekan bersama dalam keadaan akur, ia tidak pernah diberikan waktu banyak untuk sendiri.
Pria itu tak pernah lelah dan capek untuk tidak melakukan kegiatan sek*s dengannya.
Meskipun sebenarnya ia juga sangat suka kegiatan itu tapi sekarang ia jadi merasa sangat jijik jika mengingat bahwa ia begitu murahan karena gampang tergoda pada pria yang tidak pernah mencintainya.
Ia benci dirinya yang tidak tegas dan konsisten akan aturan dan juga sangat benci pria itu. Hatinya sangat sakit akan pengakuan salah seorang partner ranjangnya selama ini.
Sebutan Cassanova untuk Galih Pradana sudah ia tahu dari dulu tapi herannya, kenapa sekarang dirinya yang menjadi korban.
Ingin ia berteriak keras dan menumpahkan rasa kesal dan sakit hatinya tapi dimana dan pada siapa?
__ADS_1
"Bu dokter kok dari tadi ngelamun terus sih? Kayaknya gak rela banget nih meniggalkan suami yang super duper ganteng itu ya," ucap Clara tersenyum jahil.
"Tenang aja bu dokter, kita cuma dia hari kok. Jadi Bu dokter gak usah mikirin paksu di rumah."
"Ah iya ya. Padahal aku malah ingin lebih lama di sini hehehehe mumpung gratis," balas Nadia terkekeh.
"Ih, Bu dokter suka bercanda juga ya," ucap Clara tersenyum.
"Gak kok. Aku serius. Andaikan aku bukan kepala rumah sakit maka aku akan tinggal di sini lebih lama."
"Ah iya dokter. Aku juga sih. Tapi kenyataannya kampung lebih nyaman daripada di kota besar seperti ini." Clara tersenyum.
Perempuan itu membantu Nadia masuk ke dalam bus yang akan membawanya ke sebuah hotel untuk menginap selama dua malam itu.
Sesampainya mereka di atas bus itu. Dua orang perempuan itu pun melanjutkan obrolan ringan mereka.
Akan tetapi perhatian mereka tertuju pada seorang guide tour yang sedang bertugas untuk menjelaskan tentang Singapura.
"Singapura menjadi salah satu anggota ASEAN dan menjadi pelopor industri yang maju di wilayah Asia Tenggara. Keadaan sosial budaya di Singapura dapat dilihat dari perkembangan penduduknya."
"Singapura merupakan negara pulau di Semenanjung Malaya. Negara yang dijuluki The Lion City ini terpisah oleh Malaysia oleh Selat johor di bagian utara dan Kepulauan Riau oleh Selat Singapura di selatan."
"Dilansir dari situs resmi Statistics Singapore, Singapura termasuk negara yang padat penduduk. Penduduk Singapura terdiri dari kelompok etnik, terdiri dari Tionghoa sebanyak 74,3 persen, Melayu sebanyak 13,3 persen, India sebanyak 9,1 persen, dan lainnya sebanyak 3,3 persen."
"Agama di Singapura adalah Buddha, Islam, Kristen, dan Tao. Bahasa yang digunakan berbahasa Inggris, Mandarin, Melayu, dan Tamil. Rakyat Singapura sangat disiplin mengenai masalah kebersihan. Bahkan negara tersebut terpilih menjadi negara paling bersih di Asia."
"Yah, itu benar sekali. Guide nya akan mencetak banyak hal tentang Negara ini."
Negara Singapura banyak dikunjungi para wisatawan dan berbelanja di Singapura. Makanan khas Dengan beragamnya etnik, Singapura memiliki makanan khas hasil dari perpaduan antar-komunitas.
Seperti roti prata yang sederhana hingga kari dan nasi ayam hainan. Bahkan, makanan tradisional yang ada di Singapura adalah perpaduan dari hidangan India-Tionghoa seperti kari dengan gaya sichuan dan nasi basmati goreng.
Singapura, Satu-satunya Negara di Asia Tenggara yang Tidak Memiliki Hasil Tambang.
Pemerintah Singapura sudah aktif mempromosikan seni drama. Puncaknya, pemerintah Singpaura membangun Esplanade sebagai pusat seni drama kelas atas yang dibuka pada 12 Oktober 2022.
Singapura juga memiliki kegiatan tahunan seperti Singapore Arts Festival yang kebanyakan acara-acara pameran, konser, dan festival.
Seiring berjalannya waktu, drama komedi jalanan juga cukup drastis meningkat, bahkan terdapat acara standup commedy yang diadakan setiap minggu.
Clara terpukau, dari penjelasan guide itu ia semakin ingin merasakan semua objek yang ada di negara itu. Nadia hanya tersenyum. Ia pernah ke negara ini untuk melakukan sebuah studi. Dan itu bersama dengan Harry, sang mantan jadi ia biasa saja.
Akan tetapi tidak bagi Harry. Negara ini memiliki banyak kenangan indah dengan Nadia.
Sungguh, ia berharap bisa mengulang kembali kenangan-kenangan indah itu.
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka pun sampai di sebuah hotel tempat mereka akan menginap selama beberapa hari ini.
Nadia dan Clara turun dari bus dan chech in di sebuah kamar yang sama.
"Aku gak nyangka dokter bisa pergi ke luar negeri dan bersama dengan dokter Nadia, " ucap Clara seraya melempar tubuhnya ke atas ranjang.
"Memangnya kenapa?" tanya Nadia.
"Yah, senang saja. Aku sudah lama ingin dekat dengan dokter."
"Ada-ada saja kamu ini," ucap Nadia seraya membuka syal yang menutupi lehernya. Ya pakaiannya masih pakaian tadi pagi karena ia tidak sempat pulang untuk berganti pakaian. Untungnya Vania bisa diandalkan untuk membantunya.
"Aku mandi dulu ya Clara. Gerah nih," ucapnya kemudian masuk ke kamar mandi. Hatinya kembali sakit saat melihat hampir seluruh tubuhnya menunjukkan jejak percintaannya dengan Galih.
Ia menangis kembali dibawah guyuran shower. Ia benci dirinya yang sangat bodoh.
Bahkan, Pria brengsek itu tak pernah mengucapkan cinta padaku, dan aku begitu naifnya menerima saja apa yang ia lakukan padaku, hiks.
Aaaaaaa
Ia berteriak tertahan di dalam kamar mandi yang kedap suara itu.
Setelah merasa lebih baik, ia pun keluar dari sana dan langsung sholat. Menjamak waktu yang telah ia tinggalkan.
Setelah itu ia baru mengaktifkan handphonenya. Notifikasi masuk seperti bunyi peluru yang beruntun.
Panggilan dan pesan dari Galih sengaja ia hapus sebelum ia baca. Ia benar-benar ingin menikmati waktu bekerja dan waktu sendiri tanpa gangguan pria itu.
Pesan dari Vania hanya ia jawab dengan singkat.
[Aku sudah sampai. Dan jangan ganggu aku]
Selanjutnya, ia ingat kalau saking terburu-burunya pergi dari Rumah sakit ke Bandara, ia jadi meninggalkan ruang kerjanya berantakan.
CCTV yang ada di dalam ruangan itu ia check lewat handphonenya.
Tangannya gemetar dengan jantung nyaris berhenti saat melihat siapa yang ada di dalam ruangannya saat ini.
Galih dan juga Ayunda.
Ia tak perlu melihat adegan selanjutnya karena kedua bola matanya sudah kabur oleh cairan bening yang siap tumpah dan membentuk sungai di pipinya.
🌹🌹🌹
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
Nikmati alurnya dan happy reading 😊