
"Kamu tahu perjanjian kita 'kan?" tanya Nadia dengan tatapan lurus kedalam mata elang suaminya.
Galih mengangkat alisnya cuek. Ia tidak perduli dengan perjanjian yang dimaksud oleh sang istri.
Saat ini ia hanya ingin tidur. Entah kenapa ia merasa sangat mengantuk setelah minum susu dua gelas dengan ukuran yang lumayan besar itu.
"Lihat aku pak Pradana!" seru Nadia dengan wajah yang lumayan kesal. Ia tak suka diabaikan dan juga ia punya sifat bossy.
"Aku mengantuk dan ingin tidur. Jadi, aku tidur di bagian mana?" tanya pria itu seraya menutup matanya. Ia masih berdiri di depan Nadia menunggu apalagi yang akan dikatakan oleh istrinya itu.
"Ayo katakan dibagian mana aku bisa tidur. Kamu ingin membagi wilayah teritori kamu 'kan?" Galih sudah sangat paham dengan kemauan Nadia.
Pernikahan ini hanya diatas kertas dan mereka tak ada rasa cinta yang mendasarinya. Mereka melakukannya hanya karena ikut-ikutan inginkan punya status menikah di dalam KTP.
Mereka sudah berkomitmen untuk bebas melakukan apa saja asalkan tetap menjaga nama baik keluarga besar. Tak ada sentuhan fisik meskipun ia tidak bisa menahan diri melakukannya.
Kenapa?
Karena Nadia sangat cantik dan juga bening. Kulitnya mulus tanpa bulu. Dan juga bibirnya sangat manis dan kenyal. Rasanya ia ingin menenggelamkan bibirnya lagi dan lagi disana.
Beuh, tiba-tiba rasa kantuk Galih terbang entah kemana. Tapi ia pintar berakting. Ia menunjukkan dirinya yang sudah sangat mengantuk dan tak mampu lagi untuk rapat berdua untuk membahas peraturan yang akan sangat merugikan nya.
Nadia memutar bola matanya malas. Ia ingin sekali membuat peraturan tentang ini dan itu tetapi pria yang ada di hadapannya tampak sudah tidak berkonsentrasi karena mengantuk.
"Baiklah. Kamu bagian sana dan aku bagian sini," ujar perempuan cantik itu menunjuk sisi kanan dan kiri tempat tidurnya.
Galih pun langsung melompat ke atas ranjang dan berbaring pada sisi yang telah diatur oleh Nadia. Tak lama kemudian ia pun tertidur. Nadia bernafas lega. Itu artinya malam ini, ia tidak perlu khawatir pria itu akan melanggar peraturan yang telah mereka sepakati.
Naik ke atas ranjang ia meraih handphonenya dan mulai membuka pesan yang ada di dalam aplikasi berwarna hijau itu.
"Oh, video apa ini?" tanyanya pada dirinya sendiri. Entah kenapa ia begitu penasaran dengan apa yang sudah dikirimkan pria itu padanya sehari sebelum pernikahan.
Ia pun seraya membuka pesan dari Harry, sang mantan tunangan. Dan begitu kagetnya ia saat melihat video yang sangat membuatnya jijik pada suaminya.
__ADS_1
Tubuhnya membeku dengan tidak lagi bisa lagi bernafas dengan baik. Jantungnya berpacu dengan sangat keras sampai ia merasa bahwa ia akan meledak.
[Kamu menolak aku karena aku telah melakukan hal yang sangat kotor dan menjijikan lalu bagaimana dengan Galih Pradana yang bahkan berganti-ganti pasangan hampir sama dengan berganti pakaian?]
[Jangan sampai kamu menyesal jika ia akan menyebarkan penyakit padamu. Tes kesehatannya sebelum ia menyentuhmu. Atau kembalilah padaku. Aku tetap menunggumu Nad, love you😘]
Nadia langsung menghapus video pria yang sedang tidur di sampingnya itu dengan hati yang sangat sakit.
Ia menangis dalam diam. Ia benci hidupnya yang tak sempurna ini. Ia pikir lari dari Harry adalah jalan terbaik, ternyata tidak. Ia malah memasuki lubang hitam yang sangat gelap dan tak bertepi.
Seorang player seperti Galih akan selalu melakukannya lagi dan lagi karena itu sudah jadi hobi dan juga kebiasaannya.
Oh Tuhanku, apakah aku harus meminta pisah malam ini juga? Lalu bagaimana dengan nama baik keluarga besar aku?
Tidak Nad, kamu tidak perlu khawatir. Harry dan Ayunda akan sangat senang jika engkau kalah. Dan ya, bukankah pernikahan ini memang hanya sekedar status saja? So nikmati ini sajalah. Hati kecilnya ikutan berbisik memberikannya motivasi.
Ia pun menyusut airmatanya kemudian membaringkan tubuhnya di samping Galih Pradana yang sedang menghadap kearahnya.
Pantas saja, banyak perempuan yang takluk padanya, ternyata ia memang sangat tampan. Alisnya tebal dengan bulu mata yang lebat pula. Hidungnya, rahangnya kuat, dan bibirnya yang agak tebal itu.
*Oh ya ampun, kenapa aku juga ikut-ikutan kagum pada pria ini.
Aaa semoga saja Yang aku tidak akan pernah jatuh kedalam pesonanya*.
Ia segera memukul kepalanya yang sempat memikirkan hal yang tidak-tidak.
Ia pun membelakangi Galih dengan perasaan yang mulai kacau. Marah, sedih, dan perasaan lainnya semuanya terasa mengaduk-aduk hatinya.
Galih membuka matanya dan tersenyum samar. Ia yakin istrinya sedang tak tahan dengan pesonanya.
Dan ia yakin sekali kalau dalam waktu dekat, ia pasti akan mencicipi tubuh bening, mulus, tanpa bulu itu dengan sangat nikmat.
Pria itu menutup kembali matanya dan berharap bisa tidur nyenyak malam ini.
__ADS_1
🌹
Pagi pun datang menjelang. Galih dan Nadia bersamaan membuka matanya dan kemudian saling menatap.
Untuk beberapa detik mereka mengumpulkan kesadaran mereka. Dan baru menyadari kalau mereka berdua telah menikah dan sekarang satu ranjang bersama.
"Selamat pagi istriku yang cantik," ucap Galih dengan senyum khasnya.
Nadia tidak menjawab, ia hanya mendengus pelan kemudian bangun dari posisinya. Ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Mandi sebelum sholat subuh seperti kebiasaannya selama ini.
"Kita sholat bersama ya, tunggu aku," ujar Galih dan langsung ngacir ke kamar mandi juga.
Nadia mencibir.
"Pencitraan! Main dengan banyak perempuan dan sekarang mau sholat. Uhh!"
Tak lama kemudian Galih pun menghampiri sang istri yang sudah lama menunggunya dengan duduk di atas sajadahnya.
Dua rakaat pun mereka laksanakan dengan khusyuk. Meskipun hati Nadia tidak khusuk benar. Perempuan itu tidak menyangka kalau suaminya yang suka bermain-main dengan perempuan itu ternyata sangat merdu dan fasih membaca ayat-ayat Alquran.
"Kamu gak mau cium tangan suamimu ini Nad?" tanya Galih dengan senyum khasnya. Nadia tidak menjawab. Ia hanya membuka mukenanya kemudian meninggalkan Galih di tempat itu.
"Awas kamu Nad, kamu belum merasakan saja nikmatnya belain tanganku ini maka kamu pasti tidak akan rela melepasku," ucapnya dengan sudut bibir terangkat.
"Dasar Cassanova resek. Jadi itu salah satu caranya untuk menarik hati perempuan? Rajin sholat dan kadang tampil alim? Ckckck. Benar-benar menjijikkan!'
Nadia menggerutu. Ia menyesalkan hatinya yang sudah mulai luluh dan mau saja terpengaruh.
🌹🌹🌹
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
__ADS_1
Adakah hadiah bunga, ads, kopi, atau vote? Ngarep dot com ðŸ¤ðŸ˜‚
Nikmati alurnya dan happy reading 😊