Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Dia banyak berubah


__ADS_3

di depan meja makan bola mata Ayla menatap ke arah lantai atas di mana bara terlihat turun dengan menggunakan pakaian rapinya, biasanya laki-laki tersebut hanya menggunakan baju kaos oblong dan celana pendeknya jika di rumah, malam ini jelas sangat berbeda, laki-laki itu menggunakan kemeja rapinya dengan celana panjang serta wajah yang sangat segar dan sedikit menampilkan cahaya kebahagiaan.


hal tersebut jelas saja membuat Ayla mengerutkan keningnya, dia tahu betul bagaimana karakter Bara selama pernikahan mereka, laki-laki itu tidak pernah menampilkan senyumannya atau bahkan wajah ceria di hadapannya.


pernikahan mereka selalu dibalut dengan ketegangan, karakter Bara yang keras, datar dan juga dingin harus berpadu dengan karakternya yang tidak kalah keras dan ingin menang sendiri.


Ayla bukan tipe perempuan yang suka bermain-main, dia cukup tegang dan serius juga enggan untuk bercanda, baginya menghadapi Bara yang keras tidak harus membuat dirinya menjadi lemah dan diinjak-injak oleh laki-laki tersebut.


orang-orang bilang seorang istri tidak mesti begitu patuh pada suami yang tidak menyenangkan, dia hanya berusaha untuk memperkuat benteng dirinya sendiri agar tidak diperlakukan semena-mena oleh suaminya, karena sejak awal dia tidak pernah ingin tahu ke mana pernikahan ini akan berakhir.


sebab dia juga tidak pernah ingin tahu apakah pernikahan ini benar-benar dilandasi cinta atau kesepakatan demi memperkuat pondasi perusahaan orang tua nya.


meskipun tidak dipungkiri awalnya dia terpesona dan jatuh cinta pada Bara, namun menurun Ayla itu hanya respon normal dari perempuan muda yang suka melihat laki-laki dengan jidat klimis nya.


karena dia lebih dulu mencintai laki-laki lain, jadi berumah tangga dengan Bara tanpa landasan cinta bukan persoalan berat untuk dirinya, meskipun tidak dipungkiri terkadang dia merasa cemburu saat banyak perempuan di perusahaan bara atau bahkan beberapa temannya yang terus memuji berat dan berkata mereka mau menjadi istri kedua barang jika Ayla merestuinya.


Sial.


Ayla sering kali mengumpat di dalam hatinya.


"malam ini terlihat begitu rapi, apakah ingin mengunjungi seorang teman atau ingin pergi ke suatu tempat yang tidak aku ketahui?"

__ADS_1


perempuan itu bertanya kepada bara sembari menaikkan ujung alisnya saat suaminya bergerak tepat di hadapannya meraih sesuatu di dalam lemari pendingin.


"tidak biasanya kamu bertanya, tumben?"


laki-laki itu menjawab dengan datar dan dingin, dia meraih sebuah minuman soda di dalam sana kemudian membuka kalengnya secara perlahan lantas mulai menyesapnya dengan sempurna hingga tetes terakhirnya.


teguhkan demi teguhkan yang dilakukan oleh bara memperlihatkan seluruh lekuk dari jakun dan juga lehernya, menambah sisi karismatik dan juga tingkat ketampanan laki-laki tersebut saat dia meminum minuman soda dari kaleng itu.


bohong jika Ayla tidak tergoda setiap kali dia melihat gerakan Bara, respon normal untuk seorang perempuan.


setelah menghabiskan seluruh isi minuman di dalam kalengnya Bara kemudian meletakkan kaleng minuman tersebut ke atas meja makan kemudian dia bergerak menjauhi perempuan tersebut.


"Yakkkk Bara..."


"sebenarnya ada apa dengan dirimu berapa hari ini? kenapa kamu semakin menghindari ku? kamu marah karena surogasi itu? bukankah kita pernah menyepakati diri, pernikahan ini tidak akan pernah ada anak-anak di dalamnya karena karir ku yang masih menanjak?"


kali ini kemarahan terlihat jelas di balik bola mata perempuan tersebut, diabaikan Bara benar-benar membuatnya marah.


melihat kemarahan di balik bola mata perempuan yang ada di hadapannya itu seketika membuat bara menatap tajam bola mata Ayla.


"katakan padaku kamu ingin ke mana malam ini? apakah sedang berpikir untuk berkencan dengan seseorang atau bahkan ada sesuatu yang tidak aku ketahui?"

__ADS_1


lagi perempuan itu bertanya sembari menatap barang dengan jutaan kecurigaan di hatinya.


Bara terlihat mendengus, dia melepaskan genggaman Ayla dari lengannya dengan cepat.


"sejak kapan kamu benar-benar peduli dengan diriku? aku pikir selama pernikahan kita kamu tidak peduli dan tidak pernah bertanya kemana aku pergi"


dia bertanya dengan data sembari terus menatap tajam ke arah wajah Ayla, bara pikir sangat tumben sekali Ayla merasa risih dengan apa yang dilakukannya beberapa waktu ini.


"kamu tidak pernah pergi malam atau bahkan kembali malam, kamu tidak pernah mengabaikanku secara berlebihan meskipun kita jarang bicara antara satu dengan yang lainnya, dan kamu selalu bertanya ke mana aku pergi sebelumnya tapi sekarang kamu menganggapku orang asing dan tidak pernah lagi bertanya kemana aku akan pergi sejak beberapa malam kita memutuskan untuk melakukan surogasi?"


Ayla mulai menyampaikan keluhannya, Bara terlihat sangat berubah.


"kamu sudah cukup pandai menjaga diri, bersenang-senanglah bersama karirmu dan juga teman-temanmu, karena aku pikir aku juga butuh ketenangan di luar sana saat ini"


Mendengar jawaban dari Bara seketika membuat Ayla mendengus, dia kemudian menatap laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.


"kau berubah dalam beberapa waktu ini sejak kita kembali dari London, apakah jangan-jangan kau bertemu dengan gadis itu lagi di sana?"


Sekelabat kecurigaan tiba-tiba menghantam Ayla.


"saat aku bilang Mari kita pergi new York untuk surogasi nya, kamu berkata Mari kita pergi ke London, seharusnya aku sudah menduganya sejak awal, kamu pasti sedang bertemu dengan gadis itu lagi di sana"

__ADS_1


perempuan itu bertanya sembari balik menatap tajam bola mata Bara.


yang ditanya sama sekali tidak bergeming, dia menatap balik Ayla tanpa melepaskan pandangannya.


__ADS_2