Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Saling menekan


__ADS_3

Ditengah keadaan yang semakin lama semakin memburuk, seketika membuat Indra semakin menegang, dia berusaha untuk memegang lengan Bara, mengingatkan tuannya agar jangan kebablasan dengan keadaan.


karena jika sesuatu yang buruk terjadi pada Tommy, maka bisa dipastikan kemarahan kakek tua andaram akan menjadi-jadi dan sesuatu yang buruk akan memicu kecurigaan hingga satu persatu hal akan terbuka secara perlahan diantara seluruh keluarga Andaram.


Dia harus menyadarkan tuan nya.


"Tuan Bara..."


lagi-lagi itu bicara dan berusaha untuk melepaskan cengkraman bara dari leher Tommy.


Alih-alih mendengarkan, telinga Bara seolah-olah tuli, Indra jelas semakin menegang karena keadaan hingga akhirnya ketika situasi semakin menegang dan memanas tiba-tiba saja satu tangan mencengkram Bara.


"Bara Andaram"


suara seseorang menggema di balik telinga laki-laki tersebut, dia mencengkram lengan bara dan berusaha melepaskannya dari Tommy, namun Seolah-olah khilaf Bara enggan melepaskan nya.


"Apa perlu aku menyirami kamu dengan sisa air hujan yang ber' Embun di pagi agar kamu tersadar?"


Suara itu kembali menggema dibalik telinga Bara, kata Embun Seolah-olah sengaja ditekan agar Bara tersadar dari kondisinya, hal tersebut seketika membuat Bara langsung tersadar dan membulatkan bola matanya, dia langsung menoleh kearah asal suara.


Martin Tampak menatap tajam Bara untuk beberapa waktu.


"Kau bisa membunuh bawahan ku"


Martin kembali bicara, menekan kata bawahan dimana kini pandangan nya beralih ke Tommy.

__ADS_1


"Seorang bawahan berani sekali bergerak tanpa perintah, apa kau sedang berusaha untuk menentang ku? melakukan perlawanan diam-diam dan ingin menginjak kepala ku?"


Martin bicara dengan nada yang begitu marah bola matanya terlihat penuh dengan kebencian yang mendalam dia seolah-olah siap untuk menggantikan Bara mencekik leher Tommy sang bawahannya.


Tommy yang berusaha untuk memegang leher miliknya yang telah dilepaskan oleh bara di mana bisa dirasakan rasa sakit dan begitu mendalam mencoba untuk menatap Martin, sembari menahan nyeri pada lehernya laki-laki tersebut mencoba mengumpulkan kembali nyawanya yang hampir saja menghilang karena Bara, dia pikir laki-laki itu benar-benar ingin membunuhnya hari ini.


"Uhukkkkk aku sama sekali tidak ingin menentangmu Uhukkk.....tapi gerakan dan tindakan Indra cukup membuatku curiga"


ucap laki-laki tersebut sembari sedikit terbatuk-batuk untuk beberapa waktu, dia pikir rasa sakit di lehernya sangat luar biasa.


"tidak menentang ku?"


Martin bertanya sambil memajukan langkahnya mendekati Tommy, dia mendesak laki-laki itu hingga memepet ke arah mobil dan hampir terjunkan ke belakang ke arah mobil.


"sebagai bawahan seharusnya kau memberikan laporan padaku terlebih dahulu, setelah itu baru kamu melakukan eksekusi sesuai dengan perintahku, berani sekali kau bergerak seolah-olah aku bukan atasanmu dan kaulah yang atasan di sini"


"kau pikir aku suka bergerak lebih dulu seperti ini? kau tidak sadar beberapa orang mulai menaruh curiga juga padamu, Martin"


tiba-tiba saja Tommy menjawab ucapannya sembari mencoba untuk berdiri dengan benar, dia berusaha untuk menekan laki-laki di hadapannya itu.


"Apa?"


Martin menaikkan ujung alisnya.


"aku ingin tahu apakah kamu terlibat atau tidak, Mari kita lihat apa isi mobil yang dibawa oleh Indra, apa ke tebakanku benar atau salah jika ada seseorang yang dilindunginya di dalam sini, lebih tepatnya bara sedang bermain di belakang Kakek andaram dan kau berusaha untuk melindunginya diam-diam, Mari buktikan jika di mobil itu tidak ada siapa-siapa maka aku tidak akan melampaui batasanku bahkan aku tidak akan melaporkan hal ini kepada kakek Andaram"

__ADS_1


dan Tommy bicara semakin menekan, seolah-olah sengaja membuat Martin tersudut akan ucapan nya.


Bara ya sejak tadi diam langsung kembali bergerak dengan cepat dan berusaha untuk menghantam tinjunya ke arah Tommy, tapi Indra menahan nya.


"Kau berani bermain-main dengan ku?"


Tanya Bara dengan nada tinggi.


"Aku melakukan nya atas perintah kakek tua Andaram"


Laki-laki tersebut berusaha untuk membela diri, membuat Bara mendengus jijik.


"Jika kau memang punya nyali, mari buka pintu mobil itu"


Dan Tommy terus menantang.


Bara jelas tidak akan mengabulkan nya,tapi Martin tiba-tiba berkata.


"Lakukan lah jika itu bisa memuaskan mu"


dan ketika laki-laki tersebut berkata seperti itu seketika membuat Bara langsung menoleh ke arah Martin, dia langsung melotot ke arah laki-laki tersebut.


"Buka pintu nya"


Martin mengulang perintah nya.

__ADS_1


Hal itu sontak membuat Bara mengeratkan rahangnya dan Indra kembali menegang.


__ADS_2